Pada Hari Selasa tepatnya tanggal 5 Agustus saya dan rombongan hendak melakukan tugas untuk melakukan kunjungan kerja ke daerah kabupaten Paser tepanya kota Tanah Grogot. untuk sampai ke daerah tersebut kami harus melalui kota Penajam Pasir Utara yang dulunya merupakan baian dari kabupaten pasir yang memisahkan diri sejak tahun 2003.
perjalanan kami mulai dari rumah dinas dibalikpapan dengan mengunakan mobil sekitar PK 06:00 pagi dan selanjutnya berkeliling untuk menjemput teman yang lain
untuk sampai di kabupaten Penajam Pasir Utara kami harus menempuh perjalanan dengan fery karena melalui selat Penajam di pelabuhan fery kariangau kami tiba sekitar PK 060:30 dan sesampainya di sana kami tidak bisa langsung menyeberang karena menunggu bongkar muat kapal yang datang dan baru kendaraaan kami bisa masuk ke fery sekitar pukul 9:00 nah perjalanan dengan fery sekita 1 jam sehingga sampai di Penajam Pasir Utara (PPU)PK 10 :00.Di fery tentunya kesempatan ini saya gunakan untuk mengambil gambar yang saya anggap menarik untuk di jepret maklum ada hobby juga fotografi tapi yaa seadanya aja hehehe.
nah pada saat naik ini saya jadi teringat waktu kecil ketika saya di ajak oleh Ortu naik Fery dari pelabuhan tanjung perak ke Kamal Madura dan sampi di kamal balik lagi dan pada saat itu alangkah senangnya maklum kami yang tinggal di desa terpencil di kota lamongan belum pernah naik kapal dan juga belum pernah melihat keramian kota.
wisata seperi ini memang tidak semua warga desa kami mampu melakukan saya termasuk yang beruntung karena ortu yang ingin supaya saya terhibur karena habis di khitan dan yaa itu lah masa lalu yang tak terlupakan.
warga desa kami yang masih tardisional mereka untuk wisata naik kendaraan truk untuk mengangkut barang dan tujuannya biasanya ke tanjung kodok, goa maharani, dan tenpat wisata lain di kota lamongan.biasanya kendaraan yang di pakai adalah milik ortu yang pada saat hari lebaran untuk mengankut mereka dan biasanya ortu tidak mengambil bisaya sepeserpun dan sampai sekarang masih berlangsung. mungkin itu cerita sedikit masa lalu dan ini beberapa foto yang saya anggap bagus untuk dipublikasikan dari perjalanan saya. terima kasih
Saturday, August 30, 2008
Pengalaman Naik Ferry di Teluk Penajam
Posted by
abdul zaini
at
2:41 PM
1 comments
Links to this post
Labels: Jalan-Jalan
Thursday, June 12, 2008
Kabupaten Lamongan Kembali Raih Adipura
Piala Adipura merupakan penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memiliki komitmen kepada lingkungan hidup. kelestarian lingkungan hidup merupakan poin utama dari komitmen untuk selalu menjaga lingkungan hidup dari kerusakan yang akhirnya akan berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup. sebagai warga lamongan saya turut bangga lamongan sebagai kota kecil masih mampu menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Penghargaan Adipura kembali diraih Kota Lamongan. Kepastian Kota Lamongan kembali mendapatkan penghargaan yang diberikan kepada daerah yang peduli dengan kebersihan, keteduhan dan kerindangan lingkungan hidup tersebut didapatkan melalui surat dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa pada Selasa(3/6)
"Alhamdulillah segala upaya dari semua lapisan masyarakat Lamongan terjawab sudah. Tahun ini Kota Lamongan kembali meraih Penghargaan Adipura. Selama kepemimpinan Bupati Masfuk, setelah pada 2007, berarti ini adalah untuk kali kedua Lamongan memperoleh Penghargaan Adipura, " kata Kabag Humas dan Protokol Aris Wibawa.
Menurutnya, keberhasilan Lamongan tersebut buah dari kerja keras semua pihak. "Ucapan terima kasih dan dedikasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua masyarakat Kota Lamongan atas kerja keras dan partisipasi semua pihak. Tidak lupa kepada pasukan kuning Kota Lamongan yang telah tak kenal lelah menjaga kota kita tercinta ini tetap bersih. Penghargaan ini juga merupakan hadiah untuk Kabupaten Lamongan yang sedang merayakan hari jadinya ke-439 "ujarnya.
Bupati Lamongan Masfuk, tambah Aris, dipastikan akan secara langsung memenuhi undangan untuk menerima penghargaan Adipura pada 5 Juni nanti di Istana Negara dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Kabupaten Lamongan sendiri menerima Penghargaan Adipura tersebut untuk kategori kota kecil bersama 25 kota lainnya di Jawa. Diantara penerima Penghargaan Adipura untuk kategori kota kecil adalah Kota Indramayu, Ciamis, dan Kuningan (Jawa Barat). Selanjutnya kepada Kota Banjarnegara, Sragen, Boyolali, dan Karanganyar (Jawa tengah). Sedangkan di wilayah Jawa Timur, penerima Penghargaan Adipura kategori kota kecil selain Kota Lamongan diantaranya Kota Tuban, Magetan, Sumenep, Wlingi, Bangil, Ngawi, Caruban dan Kepanjen.
Sementara untuk kategori kota sedang diberikan kepada 10 kota, diantaranya didapatkan oleh Kota Cianjur, Jepara, Magelang, Lumajang, Blitar dan Gresik. Kemudian untuk kategori kota metropolitan masing-masing diberikan kepada Kota Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Surabaya.
Selain itu juga diberikan piagam kepada kota best effort yakni kepada Kota Purwodadi, Blora, Purbalingga dan Pasuruan. Juga plakat lokasi terbaik (taman terbaik) diberikan kepada Jakarta Pusat dan Malang, kemudian pasar terbaik kepada Jakarta Utara.
"Kembali diperolehnya Penghargaan Adipura ini adalah bukti hidup bersih dan sehat telah menjadi gaya hidup masyarakat Kota Lamongan. Semoga dengan diperolehnya penghargaan ini akan semakin memacu semangat masyarakat Lamongan," pungkas Aris.
sumber weblamongan
Posted by
abdul zaini
at
2:39 PM
0
comments
Links to this post
Labels: Hunian
Tuesday, May 13, 2008
Tarian Suku Dayak
1. Tari Gantar
Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.
2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.
Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.
3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong
Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.
Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.
4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.
5.Tari Leleng
Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.
6. Tari Hudoq
Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.
7. Tari Hudoq Kita'
Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum, topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita', yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.
8. Tari Serumpai
Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
9. Tari Belian Bawo
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.
10. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.
11. Tari Pecuk Kina
Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.
12. Tari Datun
Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.
13. Tari Ngerangkau
Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.
14. Tari Baraga' Bagantar
Awalnya Baraga' Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.
Sumber kutaikertanegara
Posted by
abdul zaini
at
1:02 AM
0
comments
Links to this post
Labels: Budaya
Friday, May 02, 2008
Daun Ungu Penyingkir Wasir
Graptophyllum pictum
Gara-gara warna daunnya, ia sohor dengan nama daun ungu. Menyebut namanya, ingatan langsung tertuju pada wasir atau ambeien. Secara turun-temurun, anggota famili Acanthaceae itu memang mujarab mengobati penyakit akibat membengkaknya bibir anus itu. Daun ungu tak cuma tokcer mengatasi ambeien, tetapi juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause.Reputasi daun ungu sebagai antiwasir tak perlu diragukan.
Lihat pengalaman H Ahmad (bukan nama sebenarnya) yang 2 tahun mengidap wasir. Dengan konsumsi rutin segelas rebusan daun ungu 2 kali sehari, wasirnya menyingkir. 'Daun ungu mengandung pektin untuk mengembangkan saluran cerna, sehingga mempermudah defekasi dan tak menimbulkan luka atau peradangan,' ujar Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, guru besar Farmasi Universitas Indonesia.
Daun ungu Graptophyllum pictum itu bersifat antiinflamasi alias antiperadangan. Itu amat pas untuk ambeien yang mengalami pembengkakan. Idha Kusumawati S.Si Msi Apt, periset Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, membuktikan kemujaraban daun ungu sebagai antiambeien. Ia menguji antiinflamasi dengan metode pengukuran edema pada telapak kaki tikus. Tentu saja sebelumnya ia menginduksi 0,05 ml suspensi karagen-pemicu bengkak-pada kaki satwa pengerat itu.
Sejam pascainduksi, tikus yang diberi 29,904 mg ekstraksi etil asetat daun ungu per 200 g bobot tubuh menunjukkan bengkaknya mengecil. Demikian juga tikus yang diberi 376,488 mg ekstrak daun ungu, sembuh dalam hitungan jam.
Antihermorrhoid
Wasir atau hemorrhoid merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau pembesaran pembuluh vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun di sisi luar anus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman. Ada dua tipe wasir yang lazim dikenal, wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid).
Menurut dr Ekky M Rahardja MS SpGk, Spesialis Gizi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, wasir bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar (konstipasi), hingga penderita kerap mengejan. Pola defekasi yang tidak teratur pun serta jarangnya olahraga menjadi faktor pememicu timbulnya wasir.
Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid sen diri dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI. Sebanyak 9-10 gram daun ungu segar kemudian direbus dalam 2 gelas air (600 cc) sampai menjadi 1 gelas rebusan dan diminum tiap hari 1 kali. Lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan oleh gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas hilang tak berbekas.
Dr JM Sugiarto pun tak mau ketinggalan memberikan bukti. Konsumsi 1 gelas rebusan daun ungu selama dua bulan berturut-turut ternyata bisa membebaskan penderita dari gangguan wasir. Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon. Obat itu lazim diresepkan dokter untuk melancarkan sirkulasi darah di daerah anus serta menghilangkan bengkak, tonjolan, dan pendarahan.
Analgesik
Tak hanya itu kemampuan yang dimiliki oleh daun ungu. Sebagai analgesik pun khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan.
Efek analgesik tersebut ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai ambang nyeri setelah pemberian ekstrak alkaloid pada dosis 1,5, 3, dan 6 mg/kg. Menurut trio peneliti tersebut kemampuan efek analgesik dan antiinfl amasi fraksi alkaloid dari ekstrak etanol daun ungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh. Itu setara dengan pemberian aspirin dengan dosis 125 mg/kg bobot tubuh. Hal ini berkat kemampuan alkaloid daun wungu dalam menghambat pembentukan prostaglandin.
Gebrakan daun ungu tak hanya berhenti sampai di situ. Penelitian yang dilakukan oleh drg Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Penelitian yang menggunakan 40 sampel gigi tiruan arkrilik dibagi dalam 4 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% daun ungu dan direndam selama 15 menit. Setelah dipakai oleh pasien selama 4 jam, gigi palsu itu kemudian dibilas dan diperiksa. Hasilnya, daun ungu ampuh mencegah pertumbuhan bakteri mutan streptococcus, cendawan, dan mencegah pertumbuhan plak.
Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40%. Daun ungu ternyata mengandung berjuta manfaat. (Faiz Yajri)
Sumber Majalah Trubus
Posted by
abdul zaini
at
4:08 AM
0
comments
Links to this post
Labels: Obat Tradisional
Thursday, April 24, 2008
Langkah-langkah Menanam Padi di Pot
Beberapa hari yang lalu saya posting tentang menanam padi di pot yang saya ambil dari tabloid nova. Nah sekarang saya menyajikan langkah-langkah menanam padi di pot yang juga saya ambil dari tabloid yang sama. Menanam padi dalam pot merupakan salah satu alternatif bertani dalam kota dengan lahan yang sempit. Langkah –langkah ini telah dicoba oleh Inkan Harahap sejak 4 bulan yang lalu. Berkat keseriusan dan kesabaranya kini padi yang ditanam Inkan sudah mulai manampakkan hasilnya dan sebentar lagi padinya akan dipanen.
Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan oleh Inkan Harahap :
1. Benih Padi
Benih padi bisa diperoleh langsung dari petani dan yang perlu mendapat perhatian benih padi belum tentu semuanya bisa menghasilkan, sehingga harus benar0benar dipilih. Untuk mengujinya rendam benih padi yang sudah dipilih dkedalam rendaman air hangat atau yang sudah dicampur garam jika benihnya mengendap artinya benih itu bagus dan sebaliknya jika benih mengambang di permukaan air sebaiknya dibuang saja.
2. Merendam Benih Padi
Rendam benih padi yang sudah dipilih di dalam air biasa bersuhu suam-suam kuku selama 2 malam. Cara ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar. Benih padi yang semula kering akan terbelah setelah direndam dalam air.
3. Media Tanam
Siapkan media tanam berupa tanah dan kompos dari daun-daun yang dibusukkan. Masukkan ke dalam pot berdiameter 30 com. Taburkan setengan gemgam benih keatas media tanam. Jangan lupa tutup kembali benih padi dengan tanah jangan biarkan terlihat. Menurut Inkan setengah genggam padi bisa menghasilkan sekitar 200 butir padi. Sirami benih di padi dan sore hari. Dua hari kemudian akan muncul kecambah berwarna putih atau hijau.
4. Pindahkan ke Polybag
Setelah 12 hari padi akan tumbuh setingi sekitar 7 cm. kondisi padi seperti ini sudah siap untuk dipindahkan ke dalam polybag pertimbangkan ukuran polybag jika terklalu kecil padi dikwatirkan akan kekurangan makanan. Lubangi polybag dibagian samping dan bawahnya.
5. Tumbuh Anakan
10 hari kemudian akan tumbuh 7 anakan baru setinggi 20 cm. selama pertumbuhan padi ini, Inkan tidak memberi pupuk sama sekali. Semakin membesar padi akan semakin merumpun dalam jangka waktu 1,5 bulan. Disarankan padi jangan diletakkan dilokasi yang panas melainkan harus dipilih tempat yang lembab.
6. Kondisi Bunting
2,5 bulan kemudian akan keluar pelepah atau padi menjadi gemuk kondisi ini biasanya disebut bunting dan keluar bunga putih. Calon padi ini masih berwarna hijau muda seperti bulir padi yang masih kempes.
7. Bunga Rontok Hingga usia 3 bulan bunga putih akan rontok. Bulir padi merunduk lalu berubah menjadi kuning. Saat inilah biasanya padi mulai didatangi burung. Perhatikan waktu burung-burung makan yaitu pagi dan sore hari. Cara mengusir burung sebagai berikut
a. Pasang kantong kresek plastic di antara padi tapi hanya bisa bertahan sehari.
b. Rentangkan pita kaset di antara tanamn. Jika terkena angina akan terdengar bunyi gesekan pita kaset. Kalau tidak ada angina pita kaset tidak bunyi.
c. Pasang orang-orangan sawah.
d. Pasang kaleng-kaleng yang bisa digerakkan dengan tali jika burung datang.
8. Panen
Tungu sampai padi menguning baru dipanen cara memanennya lepaskan satu persatu dari batang padi lalu jemur di bawah terik matahari. Cara mendapatkan beras sebagai berikut:
a.Bisa menumbuk sendiri padi dengan lesung
b.Padi dijemur sendiri lalu dibawa ke pengilingan padi.
Sumber Tabloid Nova No.1051/XXI 14-20 April 2008 - Griya
Demikian langkah-langkah menanam padi di pot semoga bermanfaat
Posted by
abdul zaini
at
4:03 AM
1 comments
Links to this post
Labels: Berita
Monday, April 21, 2008
Rumput Gajah Mini di Taman Rumah Kita
Rumput tetangga lebih hijau dari rumput halaman sendiri? Mungkin saja, jika halaman rumah tetangga ditanami rumput gajah mini. Rumput yang tumbuh dengan unik ini memiliki banyak kelebihan, lho. Yuk, mulai beralih ke rumput ini! Ibarat lantai alam yang menghijau seluas mata memandang, rumput bisa dijadikan lantai dasar halaman depan rumah, yang boleh diinjak siapa saja.
Aneka rumput, seperti rumput gajah biasa, manila, peking, babat, swiss, golf, atau rap bisa dijadikan pilihan. Rumput jenis apa pun yang dijadikan pilihan, memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, rumput gajah biasa yang harganya murah, tetapi tumbuh cukup cepat.
Sehingga, harus rajin dipangkas agar tetap terlihat rapi dan indah dipandang. Sementara, rumput peking dan manila relatif lebih mudah dirawat, asalkan mendapat sinar matahari yang cukup. "Bisa dikatakan kedua rumput jenis ini tidak perlu dipotong lagi karena tumbuhnya lambat," jelas Imas, MT, Spd., ahli landscape dari Nusa Indah Flora.
Begitu pun dengan rumput gajah mini. Sesuai namanya, rumput gajah mini ukuran daunnya lebih kecil dari rumput gajah biasa. Halaman rumah sekecil apapun pasti bisa ditanami rumput ini. Kelebihan jenis rumput ini, diantaranya, bisa memotong biaya pemangkasan. Tak heran jika rumput gajah mini kini semakin dijadikan pilihan banyak orang.
Rumput gajah mini memiliki karakter unik, dilihat dari pola pertumbuhannya. Daunnya tidak tumbuh ke atas, melainkan menyamping, sehingga membuat tampilan rumput jadi lebih bagus. "Tekstur daunnya tidak tinggi, jadi tidak perlu dipangkas. Mirip rumput gajah biasa, hanya pola hidupnya saja yang merayap atau menyamping. Warna hijaunya melebihi rumput biasa," sambung adik dari Yanto, petani rumput gajah mini.
TAHAN CUACA
Rumput gajah mini, menurut Imas, berasal dari Amerika dan pertumbuhannya melalui proses evolusi. Semakin lama, bentuknya semakin mengecil. Berhubung secara genetik sudah berukuran kecil, ditanam di mana pun rumput ini tak akan berubah bentuk. Sedangkan rumput gajah biasa daunnya lebih rapat, sehingga membutuhkan perawatan lebih. "Apalagi di musim hujan, dalam waktu dua minggu saja rumput gajah biasa sudah tinggi dan harus segera dipangkas."
Berbeda dengan gajah mini yang tumbuhnya tidak tinggi. Namun, lanjut Imas, jika ruang hidupnya terlalu padat, warna daunnya cenderung akan menguning. Sehingga, harus diremajakan dalam jangka waktu setahun. Artinya, rumput dipangkas total sampai ke batang, kemudian akan muncul rumput baru dan hijau lagi.
Penanaman rumput gajah mini untuk petani, dari tandur sampai ke panen, membutuhkan waktu tiga bulan. "Sebenarnya dua bulan juga sudah bisa dipanen. Tapi, kalau langsung ditanam di halaman, jadi kurang bagus. Waktu tiga bulan panen sangat pas. Tinggal di tanam di halaman, bisa langsung jadi," jelas Imas seraya menyarankan untuk memupuk rumput dengan urea dan NPK.
Untuk petani, sambung Imas, dalam jangka waktu 20 hari setelah ditanam, idealnya diberi pupuk dasar. Sebulan kemudian, setelah rumput menjalar, diberi pupuk lagi. "Sebaiknya jangan dipupuk seminggu sebelum dipanen, karena pupuknya belum sampai ke bawah dan masih tersimpan di daun. Ini bisa menyebabkan rumput kering."
Saat musim hujan, rumput relatif tidak perlu disiram. Namun, di musim kemarau bisa disiram sehari dua kali. Menurut Imas, rumput gajah mini memiliki kemampuan hidup tinggi dan tidak sensitif terhadap patogen tanah. Meskipun ada perubahan cuaca, kondisi rumput tidak pernah nge-drop.
"Rumput Swiss di musim hujan bakal tumbuh tinggi. Tapi, jika ditanam di bawah pepohonan, rumput ini akan botak. Rumput golf pun agak susah untuk ditanam di perumahan. Sementara gajah mini lebih mampu bertahan. Hanya saja, di tempat dingin pertumbuhannya tidak rapat dan cepat, tekstur daunnya jadi lebih lebar, dan kualitas warna lebih hijau. Sedangkan di tempat panas, daun akan tumbuh lebih kecil."
Rumput swiss dan manila pun bisa dihinggapi hingga empat jenis hama, sedangkan rumput gajah mini hanya dihinggapi satu hama. "Namun, hama ini tidak sampai mendominasi rumput. Karena tekstur daun gajah mini ini jenis pegangan."
Hebatnya lagi, rumput gajah mini tak banyak ditumbuhi gulma seperti rumput lain. "Rumput gajah mini bandel dan mampu bertahan. Karena kemampuan hidupnya lebih tinggi, gulma jadi kalah bersaing dengan daun gajah mini. Jadi, bisa dibilang resikonya sangat sedikit. Kalau pun ada, rumput ini lebih suka air karena termasuk rumput tropis. Tapi, di musim panas rumput ini tidak akan kering, meski dua bulan dibiarkan terlantar. Begitu masuk musim hujan, daunnya akan tumbuh lagi."
PEREMAJAAN
Agar rumput gajah mini tetap berwarna hijau dan segar, Imas menyarankan, untuk memberi pupuk sebulan sekali agar unsur hara tanamannya seimbang. Lalu, tanam rumput rapat-rapat, sehingga bisa langsung dinikmati. Akan tetapi, jika kondisi rumputnya stres, warna daunnya tidak akan kuat. "Tetap siram rumputnya, apalagi jika baru saja ditanam. Tiga minggu kemudian warna hijaunya akan semakin kuat, akarnya sudah tumbuh, dan sudah boleh diinjak-injak," kata Imas yang mematok harga rumput gajah mini dari petani sekitar Rp 15-17 ribu per meter persegi.
Dari segi harga, setelah rumput dipasang di halaman bisa saja lebih mahal, meski tak jauh berbeda dengan rumput lain. "Tapi, jika diperhitungkan dengan perawatan justru lebih murah. Jangan sampai dalam sebulan harus dua kali memangkas rumput saja. Berapa budget yang dikeluarkan? Nah, dengan rumput gajah mini, tidak akan ada lagi pemangkasan karena tidak tumbuh ke atas."
Jenis taman tropis yang masih banyak ditemui di Indonesia, sangat cocok untuk pertumbuhan rumput gajah mini. "Rumput yang mampu hidup di iklim seperti di sini, ya, gajah mini. Biaya perawatannya murah, kemampuan hidupnya tinggi, dan tidak memerlukan peremajaan yang sering. Paling hanya setahun sekali," ujar Imas yang lebih suka melakukan peremajaan daripada pemangkasan.
Peremajaan yang Imas maksud, saat sebulan setelah rumput ditanam, jarak antara satu daun dengan daun lain akan tumbuh jarang-jarang. "Semakin bertambah bulan, jarak daun semakin rapat, sehingga tidak ada ruang lagi di antara rumput. Dengan pemangkasan, justru bisa membagi ruang tadi. Tapi, dengan peremajaan rumput tumbuh semakin rapat dan menumpuk ke atas. Setiap daun yang tumbuh saling mendorong hingga bentuknya menjadi bagus."
TIPS
1. Penyiraman dan pemupukan rumput harus dilakukan teratur. Jangan sampai tidak disiram sama sekali.
2. Cabuti gulma sejak dini, jangan sampai gulma terlalu melebar.
3. Rumput gajah mini termasuk tanaman bandel. Berbeda dengan rumput peking dan swiss, jika tidak disiram selama dua bulan akan kering. Begitu tiba musim hujan, akan mati dan habis.
4. Rumput gajah mini tidak antiair dan antisinar matahari. Rumput gajah mini bisa bertahan di musim hujan dan kemarau.
sumber www.tabloidnova.com
Posted by
abdul zaini
at
4:09 AM
0
comments
Links to this post
Labels: Hunian