<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967</id><updated>2012-02-16T09:19:03.420Z</updated><category term='Hunian'/><category term='Cerpen'/><category term='Renungan'/><category term='Budaya'/><category term='Opini'/><category term='Berita'/><category term='Obat Tradisional'/><category term='Jalan-Jalan'/><category term='Konsumsi'/><title type='text'>ABDUL  ZAINI   WEB  BLOG</title><subtitle type='html'>Continuation of Nature, Traditional Medicinize, Tourism, Residence and Culture.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-5848102144072032505</id><published>2009-12-30T00:33:00.007Z</published><updated>2011-02-01T00:02:03.891Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Talk Show  Dengan Tema Penyampaian SPT Tahunan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzqhFLZC9HI/AAAAAAAAAYM/AznNagdWyl4/s1600-h/100_1672.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420822211823072370" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzqhFLZC9HI/AAAAAAAAAYM/AznNagdWyl4/s320/100_1672.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Talkshow IDC Radio Balikpapan&lt;br /&gt;23 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian SPT&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 1 angka 11, 12, 13 Undang-Undang nomor 28 tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang  Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan tata cara Perpajakan &lt;br /&gt;SPT (Surat Pemberitahuan)  adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SPT (Surat Pemberitahuan ) terdiri atas :&lt;br /&gt;a. Surat Pemberitahuan Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak&lt;br /&gt;b. Surat Pemberitahuan Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fungsi  SPT&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang  Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan tata cara Perpajakan &lt;br /&gt;Fungsi Surat Pemberitahuan  yaitu :&lt;br /&gt;A. bagi Wajib Pajak Pajak Penghasilan adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggung jawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang:&lt;br /&gt;a. pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 (satu) Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak;&lt;br /&gt;b. penghasiian yang merupakan objek pajak dan/atau bukan objek pajak;&lt;br /&gt;c. harta dan kewajiban; dan/atau&lt;br /&gt;d. pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan atau pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzqksM9RojI/AAAAAAAAAYU/hLA1SOgoGko/s1600-h/100_1669.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420826180793246258" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzqksM9RojI/AAAAAAAAAYU/hLA1SOgoGko/s320/100_1669.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;B. Bagi Pengusaha Kena Pajak, fungsi Surat Pemberitahuan adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang:&lt;br /&gt;a. pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran; dan&lt;br /&gt;b. pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh Pengusaha Kena Pajak dan/atau melalui pihak lain dalam satu Masa Pajak, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Bagi pemotong atau pemungut pajak, fungsi Surat Pemberitahuan adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bentuk SPT&lt;br /&gt;Sesuai  dengan Penjelasan Pasal  3 Ayat  1 UU no 28 Tahun  2007 ttg  KUP  &lt;br /&gt;1. Kertas&lt;br /&gt;2. bentuk  elektronik ( e-SPT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengambilan  SPT dan Penyampaian SPT&lt;br /&gt;A. Pengambilan SPT Masa  dan SPT Tahunan di ambil sendiri di KPP Pratama Penajam/ KPP  diman WP terdaftar atau dapat di unduh di www.pajak.go.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Penyampaian SPT    (Sesuai  pasal 3 Ayat 1 UU no 28 tahun 2007 ttg  KIP) &lt;br /&gt;Setiap Wajib Pajak wajib mengisi Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan jelas, dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan hurut Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan benar, lengkap, dan jelas dalam mengisi Surat Pemberitahuan adalah:&lt;br /&gt;a. benar adalah benar dalam perhitungan, termasuk benar dalam penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dalam penulisan, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya; &lt;br /&gt;b. lengkap adalah memuat semua unsur-unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan; dan&lt;br /&gt;c. jelas adalah melaporkan asal-usul atau sumber dari objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penandatanganan dapat  dilakukan secara biasa, dengan tanda tangan stempel, atau tanda tangan elektronik atau digital, yang semuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, yang tata cara pelaksanaannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzqmLEjXzYI/AAAAAAAAAYc/5oJq6a3oqWM/s1600-h/100_1667.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420827810624687490" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzqmLEjXzYI/AAAAAAAAAYc/5oJq6a3oqWM/s320/100_1667.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;C. Sanksi  Denda tidak menyampaikan sesuai denga batas waktu dalam PMK 184/PMK.03/2007&lt;br /&gt;Sebagai berikut :  &lt;br /&gt;a. sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, &lt;br /&gt;b. Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya, dan &lt;br /&gt;c. sebesar Rp1.000.000,00 (satu Juta rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Tahunan  Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan serta&lt;br /&gt;d.  sebesar Rp100.000.00 (seratus ribu rupiah) untukSurat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengenaan sanksi administrasi berupa denda tidak  dilakukan terhadap:      (Pasal  7 ayat 2 UU no 28 tahun 2007 ttg   KUP)&lt;br /&gt;1. Wajib Pajak orang pribadi yang telah meninggal dunia;&lt;br /&gt;2. Wajib Pajak orang pribadi yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha atau &lt;br /&gt;3. pekerjaan bebas;&lt;br /&gt;4. Wajib Pajak orang pribadi yang berstatus sebagai warga negara asing yang tidak tinggal lagi di Indonesia;&lt;br /&gt;5. Bentuk Usaha Tetap yang tidak melakukan kegiatan lagi di Indonesia;&lt;br /&gt;6. Wajib Pajak badan yang tidak melakukan kegiatan usaha lagi tetapi belum dibubarkan sesuai dengan ketentuan yang beriaku; &lt;br /&gt;7. Bendahara yang tidak melakukan pembayaran lagi; Wajib Pajak yang terkena bencana, yang ketentuannya diatur dengan Peraturan  Menteri Keuangan; atau &lt;br /&gt;8. Wajib Pajak lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Perpanjangan  jangka waktu penyampaian SPT&lt;br /&gt;Wajib Pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian Surat Pemberitahuan TahunanPajak Penghasilan untuk paling lama 2 (dua) bulan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain kepada  Direktur Jenderal Pajak. Pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) harus disertai dengan penghitungan sementara pajak yang terutang dalam 1 (satu) Tahun Pajak dan Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak yang terutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.    Surat Pemberitahuan dianggap tidak disampaikan apabila:&lt;br /&gt;1) Surat Pemberitahuan tidak ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (1);&lt;br /&gt;2) Surat Pemberitahuan tidak sepenuhnya dilampiri keterangan dan/atau dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (6);&lt;br /&gt;3) Surat Pemberitahuan yang menyatakan lebih bayar disampaikan setelah 3 (tiga) tahun sesudah berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, dan .Wajib Pajak telah ditegur secara tertulis; atau &lt;br /&gt;4) Surat Pemberitahuan disampaikan setelah Direktur Jenderal Pajak melakukan pemeriksaan atau menerbitkan surat ketetapan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pembetulan SPT  ( Pasal 8 UU No 28 Tahun 2007 tentang perubahan keempat  KUP)&lt;br /&gt;Ketentuan Pembetulan spt Sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wajib Pajak dengan kemauan sendiri dapat membetulkan Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan dengan menyampaikan pernyataan tertulis, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. &lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "mulai melakukan tindakan pemeriksaan" adalah pada saat Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Pajak disampaikan kepada Wajib Pajak, wakil, kuasa, pegawai, atau anggota keluarga yang telah dewasa dari Wajib Pajak. (Pasal 8 UU no 28 ayat 1 tahun 2007 ttg KUP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam hal pembetulan Surat Pemberitahuan menyatakan rugi atau lebih bayar, pembetulan Surat Pemberitahuan harus disampaikan paling lama 2 (dua) tahun sebelum daluwarsa penetapan. &lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan daluwarsa penetapan adalah Jangka waktu 5 (lima) tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak (Pasal 8 UU no 28 ayat 1a tahun 2007 ttg KUP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan Tahunan yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak saat penyampaian Surat Pemberitahuan berakhir sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) buian.   &lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Bunga yang terutang atas kekurangan pembayaran pajak tersebut, dihitung mulai dari berakhirnya batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. Yang dimaksud dengan "1 (satu) bulan" adalah Jumlah hari dalam bulan kalender yang bersangkutan, misalnya mulai dari tanggal 22 Juni sampai dengan 21 Juli, sedangkan yang dimaksud dengan "bagian dari bulan"adalah jumlah hari yang tidak mencapai 1 (satu) bulan penuh, misalnya 22 Juni sampai dengan 5 Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan Masa yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Walaupun telah dilakukan tindakan pemeriksaan, tetapi belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 KUP , terhadap ketidakbenaran perbuatan Wajib Pajak tersebut tidak akan dilakukan penyidikan, apabila Wajib Pajak dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut dengan disertai pelunasan kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi berupa denda sebesar 150% (seratus lima puluh persen) dari jumlah pajak yang kurang dibayar. Namun, apabila telah dilakukan tindakan penyidikan dan mulainya penyidikan tersebut diberitahukan kepada Penuntut Umum, kesempatan untuk mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya sudah tertutup bagi Wajib Pajak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Walaupun Direktur Jenderal Pajak telah melakukan pemeriksaan, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum menerbitkan surat ketetapan pajak, Wajib Pajak dengan kesadaran sendiri dapat mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian  Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan sesuai keadaan yang sebenarnya, yang dapat &lt;br /&gt;mengakibatkan:&lt;br /&gt;a.     pajak-pajak yang masin harus dibayar menjadi lebih besar atau lebih kecil;&lt;br /&gt;b.     rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil atau lebih besar;&lt;br /&gt;c.     Jumlah harta menjadi lebih besar atau lebih kecil; atau&lt;br /&gt;d.     jumlah modal menjadi lebih besar atau lebih kecil dan proses pemeriksaan tetap dilanjutkan. &lt;br /&gt;Pajak yang kurang dibayar yang timbul sebagai akibat dari pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) beserta sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari pajak yang kurang dibayar, harus dilunasi oleh Wajib Pajak sebelum laporan tersendiri dimaksud disampaikan&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;kepada Wajib Pajak baik yang telah maupun yang belum membetulkan Surat Pemberitahuan masih diberikan kesempatan untuk mengungkapkan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan, yang dapat berupa Surat Pemberitahuan Tahunan atau Surat Pemberitahuan Masa untuk tahun atau masa yang diperiksa. Pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan tersebut dilakukan dalam laporan tersendiri dan harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya sehingga dapat diketahui jumlah pajak yang sesungguhnya terutang. Namun, untuk membuktikan kebenaran laporan Wajib Pajak tersebut, proses pemeriksaan tetap dilanjutkan sampai selesai. Atas kekurangan pajak sebagai akibat adanya pengungkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikenai sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari pajak yang kurang dibayar, dan harus dilunasi oleh Wajib Pajak sebelum laporan pengungkapan tersendiri disampaikan. Namun, pemeriksaan tetap dilanjutkan. Apabila dari hasil pemeriksaan terbukti bahwa laporan pengungkapan ternyata tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, atas ketidakbenaran pengungkapan tersebut dapat diterbitkan surat ketetapan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wajib Pajak dapat membetulkan Surat Pemberitahuan Tahunan yang telah disampaikan, dalam hal Wajib Pajak menerima surat ketetapan pajak, Surat Keputusan Keberatan, &lt;br /&gt;Surat Keputusan Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali Tahun &lt;br /&gt;Pajak sebelumnya atau beberapa Tahun Pajak sebelumnya, yang menyatakan rugi fiskal &lt;br /&gt;yang berbeda dengan rugi fiskal yang telah dikompensasikan dalam Surat Pemberitahuan &lt;br /&gt;Tahunan yang akan dibetulkan tersebut, dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah menerima surat ketetapan pajak, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan.&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Sehubungan dengan diterbitkannya surat ketetapan pajak, Surat Keputusan  Keberatan, Surat Keputusan Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali atas suatu Tahun Pajak yang mengakibatkan rugi fiskal yang berbeda dengan rugi fiskal yang telah dikompensasikan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan tahun berikutnya atau tahun-tahun berikutnya, akan dilakukan penyesuaian rugi fiskal sesuai dengan surat ketetapan pajak, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali dalam penghitungan Pajak Penghasilan tahun-tahun berikutnya, pembatasan jangka waktu 3 (tiga) bulan tersebut dimaksudkan untuk tertib administrasi tanpa menghilangkan hak Wajib Pajak atas kompensasi kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal Wajib Pajak membetulkan Surat Pemberitahuan lewat Jangka waktu 3 (tiga) bulan atau Wajib Pajak tidak mengajukan pembetulan sebagai akibat adanya surat ketetapan pajak, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pembetulan, Putusan Banding,atau Putusan Peninjauan Kembali Tahun Pajak sebelumnya atau beberapa Tahun Pajak sebelumnya, yang menyatakan rugi fiscal yang berbeda dengan rugi fiskal yang telah dikompensasikan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, Direktur Jenderal Pajak akan memperhitungkannya dalam menetapkan kewajiban perpajakan Wajib Pajak. Untuk Jeiasnya diberikan contoh sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 1:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT A menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak &lt;br /&gt;Penghasilan tahun 2008 yang menyatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Neto sebesar  Rp 200.000.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompensasi kerugian berdasarkan &lt;br /&gt;Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak &lt;br /&gt;Penghasilan tahun 2007 sebesar Rp 150.000.000,00 (-)&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Kena Pajak sebesar              Rp   50.000.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2007 dilakukan pemeriksaan, dan pada tanggal 6 Januari 2010 diterbitkan surat ketetapan pajak yang menyatakan rugi fiskal sebesar Rp 70.000.000,00.Berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut Direktur Jenderal Pajak akan  mengubah perhitungan Penghasilan Kena PaJak tahun 2008 menjadi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Neto   Rp 200.000.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rugi menurut ketetapan pajak &lt;br /&gt;tahun 2007                               Rp   70.000.000.00 (-)&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Kena Pajak   Rp 130.000.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian penghasilan kena pajak dari Surat Pemberitahuan yang semula Rp50.000.000,00 (Rp200.000.000,00 - Rp150.000.000,00) setelah pembetulan menjadi Rp130.000.000,00 (Rp200.000.000,00 - Rp70.000.000,00)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT B menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak &lt;br /&gt;Penghasilan tahun 2008 yang menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Neto sebesar  Rp 300.000.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompensasi kerugian berdasarkan &lt;br /&gt;Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak &lt;br /&gt;Penghasilan Tahun 2007 sebesar  Rp 200.000.000.00 (-)&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Kena Pajak sebesar  Rp 100.000.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2007 dilakukan pemeriksaan dan pada tanggal 6 Januari 2010 diterbitkan surat ketetapan pajak yang menyatakan rugi fiskal sebesar Rp 250.000.000,00.&lt;br /&gt;Berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut Direktur Jenderal Pajak akan mengubah perhitungan Penghasilan Kena Pajak tahun 2008 menjadi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Neto   Rp 300.000.000,00&lt;br /&gt;Rugi menurut ketetapan pajak &lt;br /&gt;tahun 2007    Rp 250.000.000.00 (-)&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Kena Pajak   Rp   50.000.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian penghasilan kena pajak dari Surat Pemberitahuan yang semula Rp 100.000.000,00 (Rp 300.000.000,00 - Rp 200.000.000,00) setelah pembetulan menjadi  Rp 50.000.000,00 (Rp 300.000.000,00 - Rp 250.000.000,00).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-5848102144072032505?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/5848102144072032505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=5848102144072032505&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5848102144072032505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5848102144072032505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/12/talkshow-idc-radio-balikpapan-23.html' title='Talk Show  Dengan Tema Penyampaian SPT Tahunan'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzqhFLZC9HI/AAAAAAAAAYM/AznNagdWyl4/s72-c/100_1672.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-161152685815533712</id><published>2009-12-11T00:24:00.002Z</published><updated>2011-01-31T16:08:52.323Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>4 Rahasia Sukses Usaha</title><content type='html'>Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu.. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.&lt;br /&gt;Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Probo Jatmiko&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-161152685815533712?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/161152685815533712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=161152685815533712&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/161152685815533712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/161152685815533712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/12/rahasia-sukses.html' title='4 Rahasia Sukses Usaha'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-6468118383197301844</id><published>2009-12-09T07:16:00.009Z</published><updated>2011-01-31T16:46:46.456Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Talk Show KPP Pratama Penajam Dengan Tema Pajak dan NPWP di Radio IDC FM Balikpapan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzGR8YnmwZI/AAAAAAAAAYE/kMQh7-P6OEo/s1600-h/100_1671.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418272293290164626" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzGR8YnmwZI/AAAAAAAAAYE/kMQh7-P6OEo/s320/100_1671.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;1. Definisi  Pajak&lt;br /&gt;Pengertian Pajak Menurut Undang-undang Nomor  28 tahun 2007 ttg KUP&lt;br /&gt;Pajak Adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;Menurut Rochmat Soemitro  Pajak &lt;br /&gt;adalah “iuran rakyat kepada kas negara (peralihan kekayaan dari sektor partikulir ke sektor pemerintah)  berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan)  dengan  tiada  mendapat  jasa  timbal (tegen prestasi)  yang  langsung  dapat  ditunjukkan  dan  digunakan  untuk  membiayai  pengeluaran  umum.”  &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sementara  menurut Djajaningrat,  pajak  adalah“kewajiban  untuk  menyerahkan sebagian  dari kekayaan  kepada  negara  disebabkan  oleh  suatu  keadaan,  kejadian  dan  perbuatan  yang  memberikan  kedudukan  tertentu,  tetapi  bukan  sebagai  hukuman,  menurut  peraturan-peraturan  yang  ditetapkan  pemerintah  serta  dapat  dipaksakan,  tetapi  tidak  ada  jasa  balik  dari  negara  secara  langsung,  untuk  memelihara  kesejahteraan  umum”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sommerfeld    mendefinisikan  pajak  sebagai  “any  nonpenal  yet  compulsory transfer of resources from the private to public sector, levied  on the basis of predetermined criteria  and  without receipt  of specific benefit of equal  value, in  order to  accomplish some of a nation’s economic and  social  objectives.”  Dan  Bastable  (1993:263)  menyatakan  bahwa  pajak  adalah  “a  compulsory  contribution of the wealth of a person or body of persons for service of the public powers &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9QyRNeMOI/AAAAAAAAAXk/TFQ1WJKWGu4/s1600-h/100_1595.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413134101666214114" src="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9QyRNeMOI/AAAAAAAAAXk/TFQ1WJKWGu4/s320/100_1595.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;2. System Perpajakan Indonesia &lt;br /&gt;System perpajakan di Indonesia  dilakukan perombakan  sistem  perpajakan ,  yaitu  digantikannya  sistem  official  assessment  menjadi  self  assessment.  Dalam  sistem  baru  ini,  wajib  pajak  diberikan  kepercayaan  untuk  melaksanakan  sendiri  kewajiban  pajaknya,  mulai  dari  menghitung  sendiri  penghasilannya,  menghitung  sendiri  pajak  yang  terutang,  membayar  sendiri  pajak  yang  terutang,  dan  melaporkan  sendiri  pem enuhan  kewajiban  pajaknya&lt;br /&gt;Embrio  sistem  self assessment  sebenarnya  sudah  mulai  diterapkan  tahun 1967 melalui Undang-undang  No.  8 Tahun  1967  jo. PP No.  11  Tahun  1967  tentang  Tata  Cara  Pemungutan  Pajak  atas  Pajak  Pendapatan,  Pajak  Perseroan  dan  Pajak Kekayaan,  yang  lebih  dikenal  dengan  sistem  Menghitung  Pajak  Sendiri/Menghitung  Pajak  Orang  (MPS/MPO).  &lt;br /&gt;Dengan  Reformasi  Perpajakan  tahun 1983 Sistem Self assessment diberlakukan yaitu  dengan  diluncurkanlah  Undang-undang  No.  6/1983 tentang  Ketentuan Umum  dan Tata Cara Perpajakan (KUP), UU  No. 7/1983 tentang Pajak  Penghasilan  (PPh),  UU  No.  8/1983  tentang  Pajak  Pertambahan Nilai  dan  Pajak  Penjualan  atas  Barang  Mewah  (PPN  dan  PPnBM).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak Bumi dan Bangunan&lt;br /&gt;Menganut system official assessment  yaitu pajak yang  harus dibayar  ditetapkan oleh petugas pajak   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9Ul4CaxEI/AAAAAAAAAXs/08TdgfHvJQ0/s1600-h/100_1592.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413138286797046850" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9Ul4CaxEI/AAAAAAAAAXs/08TdgfHvJQ0/s320/100_1592.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;3. Perbedaan Pajak pusat dan Pajak Daerah &lt;br /&gt;a. Pengertian Pajak pusat adalah Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat (dalam hal ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak) guna membiayai rumah tangga pemerintahan pusat dan tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)&lt;br /&gt;Jenis-Jenis Pajak Pusat :&lt;br /&gt;1. Pajak Penghasilan (PPh)&lt;br /&gt;2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)&lt;br /&gt;3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)&lt;br /&gt;4. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)&lt;br /&gt;5. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)&lt;br /&gt;6. Bea Materai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengertian Pajak Daerah adalah  adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah (dalam hal ini dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)atau Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD)) yang digunakan untuk membiayai rumah tangga pemerintah daerah dan tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Besaran dan bentuk pajak daerah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).&lt;br /&gt;Contoh Pajak Daerah:&lt;br /&gt;1. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)&lt;br /&gt;2. Pajak Hotel dan Restoran&lt;br /&gt;3. Pajak Hiburan dan tontonan&lt;br /&gt;4. Pajak Reklame&lt;br /&gt;5. Pajak Penerangan Jalan&lt;br /&gt;6. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9VcxK5SPI/AAAAAAAAAX0/G8RQpA8VqXo/s1600-h/100_1594.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413139229846358258" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9VcxK5SPI/AAAAAAAAAX0/G8RQpA8VqXo/s320/100_1594.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;4. Pemanfaatan Dana Pajak&lt;br /&gt;Untuk menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik dimana Pemanfaatan dana pajak dicantumkan dalam APBN  dan APBD&lt;br /&gt;Contoh  membayar gaji PNS , Pembangunan jalan, BLT, Subsidi pendidikan (BOS), pembanguan rumah sakit,  subsidi premium, Subsidi  Gas LPG  Ukuran 3 Kg, fasilitas umum, sarana dan prasarana Pendidikan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Definisi NPWP&lt;br /&gt;NPWP singkatan dari Nomor Pokok  Wajib Pajak, adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.&lt;br /&gt;Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak adalah: &lt;br /&gt;a. Untuk mengetahui identitas Wajib Pajak; &lt;br /&gt;b. Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan; &lt;br /&gt;c. Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan;&lt;br /&gt;d. Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP; &lt;br /&gt;e. Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9XZBNMBLI/AAAAAAAAAX8/0FHjhI0kdFo/s1600-h/100_1591.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413141364454720690" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sx9XZBNMBLI/AAAAAAAAAX8/0FHjhI0kdFo/s320/100_1591.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;6. Manfaat NPWP&lt;br /&gt;a. Undang-undang Pajak  Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 (UU PPh) , ini menganut diskriminasi tarif, dimana orang pribadi tidak ber NPWP akan dibebankan tarif Pajak Penghasilan lebih besar dari pada wajib pajak yang ber NPWP. &lt;br /&gt;b. Memudahkan WP dalam melakukan kegiatan administrasi atau usaha lainnya seperti persyaratan lelang di instansi milik Pemerintah, persyaratan peminjaman uang di perbankan&lt;br /&gt;c.  pembebasan fiskal luar negeri bila berpergian ke luar negeri. Bila yang tidak memiliki NPWP diharuskan membayar biaya fiskal sebesar Rp. 2.500.000/orang (dahulu Rp. 1.000.000) maka bagi mereka yang memiliki NPWP tidak dikenakan biaya alias gratis. &lt;br /&gt;a. Peran serta perpajakan oleh WP, terutama WP OP kewajiban perpajakannya telah dipungut langsung  di tempatnya bekerja akan terekam dalam master file direktorat jenderal pajak (bila WP OP tersebut tidak punya NPWP, tidak akan terekam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Siapa yang wajib ber NPWP ? &lt;br /&gt;Sesuai dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 28 tahun 2007 (UU KUP) tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan Umum dan tata cara perpajakan&lt;br /&gt;Yang wajib berNPWP Yaitu  Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Persyaratan subjektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya.&lt;br /&gt;Berdasarkan  pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 tentang perubahan keempat Undang-Undang Nomor  7 tahun 1983  Yang menjadi subjek pajak adalah: &lt;br /&gt;1. Orang pribadi;&lt;br /&gt;2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak; (Warisan yang belum terbagi dalam kedudukannya sebagai Subjek Pajak menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak dari Wajib Pajak orang pribadi yang meninggalkan warisan tersebutsesuai dg KMK no 20/KMK.03/2008).&lt;br /&gt;3. Badan; dan&lt;br /&gt;4. Bentuk usaha tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Persyaratan objektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya.&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 tentang perubahan keempat Undang-Undang Nomor  7 tahun 1983 Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk : &lt;br /&gt;a. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang ini; &lt;br /&gt;b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan; &lt;br /&gt;c. laba usaha; &lt;br /&gt;d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk: &lt;br /&gt;1. keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;&lt;br /&gt;2. keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya;&lt;br /&gt;3. keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan usaha, atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apa pun;&lt;br /&gt;4. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan; dan&lt;br /&gt;5. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan;&lt;br /&gt;e. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak; &lt;br /&gt;f. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang; &lt;br /&gt;g. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi; &lt;br /&gt;h. royalti atau imbalan atas penggunaan hak; &lt;br /&gt;i. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta; &lt;br /&gt;j. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala; &lt;br /&gt;k. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah; &lt;br /&gt;l. keuntungan selisih kurs mata uang asing; &lt;br /&gt;m. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva; &lt;br /&gt;n. premi asuransi; &lt;br /&gt;o. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas; &lt;br /&gt;p. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak; &lt;br /&gt;q. penghasilan dari usaha berbasis syariah; &lt;br /&gt;r. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan; dan &lt;br /&gt;s. surplus Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan  sesuai dengan KMK NOMOR 20/PMK.03/2008 tata cara pendaftaran NPWP &lt;br /&gt;a. Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. &lt;br /&gt;b. Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau melakukan pekerjaan bebas dan Wajib Pajak badan, wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak paling lama 1 (satu) bulan setelah saat usaha mulai dijalankan. &lt;br /&gt;c. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas, apabila jumlah penghasilannya sampai dengan suatu bulan yang disetahunkan telah melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak, wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak paling lama pada akhir bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bagaimana Cara ber –NPWP&lt;br /&gt;1. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan kelengkapannya; &lt;br /&gt;2. Menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke Kantor Pelayanan Pajak/KP4 setempat;&lt;br /&gt;3. Wajib pajak juga dapat melakukan pendaftaran dengan cara mengakses aplikasi pendaftaran wajib pajak (e-registration) di website http://www.pajak.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP:&lt;br /&gt;1. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi cukup hanya KTP bagi penduduk Indonesia atau paspor bagi orang asing;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wajib Pajak Badan :&lt;br /&gt;a. Akta pendirian dan perubahan terakhir atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi BUT;&lt;br /&gt;b. NPWP Pimpinan/Penanggung jawab badan;&lt;br /&gt;c. KTP bagi penduduk Indonesia atau paspor bagi orang asing sebagai penanggung jawab;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk bendaharawan sebagai pemotong/pemungut KTP bendaharawan dan surat penunjukan sebagai ben¬ daharawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk Joint operation sebagai wajib pajak pemotong/pemungut: &lt;br /&gt;a. Perjanjian kerja/Akte pendirian joint operation;&lt;br /&gt;b. KTP bagi penduduk Indonesia atau paspor bagi orang asing sebagai penanggung jawab;&lt;br /&gt;c. NPWP Pimpinan/Penanggung jawab JO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk Wajib Pajak berstatus cabang, Wajib Pajak Orang pribadi pengusaha tertentu atau Wanita kawin tidak  pisah harta harus memiliki NPWP Kantor Pusat/domisili/suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan lainnya berkaitan dengan NPWP (sesuai  PER -44/PJ/2008) &lt;br /&gt;1. Pengisian alamat tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha pada formulir didasarkan pada kenyataan atau menurut keadaan sebenarnya, tidak pada pertimbangan yang bersifat formal.&lt;br /&gt;2. Apabila permohonan ditandatangani orang lain harus dengan surat kuasa khusus &lt;br /&gt;3. Syarat untuk mendaftarkan PKP sama dengan NPWP, yang berbeda hanya formulirnya saja&lt;br /&gt;4. Jangka waktu penyelesaian NPWPdan PKP paling lama 1 (satu) hari kerja dihitung sejak permohonan diterima  secara lengkap&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-6468118383197301844?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/6468118383197301844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=6468118383197301844&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6468118383197301844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6468118383197301844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/12/talk-show-dengan-tema-pajak-dan-npwp-di.html' title='Talk Show KPP Pratama Penajam Dengan Tema Pajak dan NPWP di Radio IDC FM Balikpapan'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SzGR8YnmwZI/AAAAAAAAAYE/kMQh7-P6OEo/s72-c/100_1671.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-1601242398152235963</id><published>2009-11-20T08:03:00.009Z</published><updated>2011-01-31T16:11:31.414Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Bibit-Candra cases as the top Counter-Resistance Power Commission ?</title><content type='html'>The establishment of the Corruption Eradication Commission (KPK) motivated by a desire for reform is especially corruption enforcement action. During this corruption enforcement was still weak. Police and prosecutors as law enforcement officers has not been able to work up to this task so that the construct institutions that have more power and filled by a trusted person, forming anti-corruption commission. The task of this institution is as a trigger for enforcement in the field of corruption and  prosecutors and police were considered capable the Commission would be dissolved. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a leading institution in the enforcement corruption Commission incised much achievement good enough. Action Commission hands catching enough to make the perpetrators of corruption does not move slightly and the average they were punished more than 5 years. "Victims' Commission indiscriminate ranging from members of the House, the regent, former minister until a law enforcement official. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The case of extortion by the Seed-Candra as chairman of the Commission which, according to the 8 team this  cases has  weak evidence and according to police and prosecutors of this case has strong evidence. This phenomenon raises a lot of debate both in the legal observers or members of Parliament and the general public. Interesting phenomenon is the opening Angodo recording conversations with a number of elements of law enforcement in the Constitutional Court, the event gave us an overview of how the face of law enforcement in this country. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you see this event must have a lot of negative assumptions that arises against the institutions of law enforcement, law enforcement view or the other can be directed so as not to be blamed for such public perception. But as police and prosecutors do not want to lose to "cleanse themselves". but of course we can not judge that prosecutors and police who is guilty must be supported by strong evidence. From this case the obvious is the surface revealed the existence of a broker who can manage cases of punishment affects a person with law enforcement and whether the mob was trying to fight the Commission because his interests are violated? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waallahualam bissowab&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-1601242398152235963?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/1601242398152235963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=1601242398152235963&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1601242398152235963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1601242398152235963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/11/bibit-candra-cases-as-top-counter.html' title='Bibit-Candra cases as the top Counter-Resistance Power Commission ?'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-577939360767769524</id><published>2009-05-28T09:37:00.004+01:00</published><updated>2011-01-31T23:59:24.367Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsumsi'/><title type='text'>Memperingati Hari Kartini Pegawai KPP Pratama Penajam memakai Baju Adat Dayak Kenya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SidH0mTw14I/AAAAAAAAAXU/QWu0Ap7-WUU/s1600-h/Picture+009.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343318451860592514" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SidH0mTw14I/AAAAAAAAAXU/QWu0Ap7-WUU/s320/Picture+009.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Penampilan berbeda dari biasanya dirasakan di Kantor Pelayanan Pajak Pratam Penajam dalam rangka  memperingati hari kartini yang  jatuh pada setiap tanggal  21 bulan April, seolah tak mau ketinggalan merayakan hari kartini mereka melakukan serangkain acara untuk meramaikan acara tersebut dengan memakai baju adat dayak kenya  dan menyayikan lagu ibu kita kartini bersama. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu Pegawai  Kantor Pelayanan Pajak Pratama Penajam mengenakan baju adat dayak kenya dengan memakai  topi jenak, kalung uleng dan baju sapai yang dengan warna dasarnya hitam dengan motif  burung enggang kepala naga sementara bapak-bapak memakai topi bluko baju sapai dan khusus topi bluko yang di pakai kepala kantor dengan ukuran lebih besar dan berat dengan dihiasai bulu dan paruh dari burung Engang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara peringatan hari kartini dilangsungkan di aula Kantor Pelayanan Pajak Pratama Penajam dengan diawali  menyayikan lagu bersama ibu kita kartini oleh ibu-ibu Dhama Wanita KPP Pratama Penajam selanjutnya dilakukan pemotongan kue tar  yang dilakukan oleh  Kepala  Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur  Bambang Is Sutopo dan dilanjutkan dengan hiburan elektone yang dilakukan oleh Pegawai KPP Pratama Penajam sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ibu kita kartini dinyayikan oleh Dharma wanita Kantor Pelayanan Pajak Pratama Penajam yang dipimpin oleh Hamidah kepala seksi  Pemeriksaan dengan di iringi musik elektone oleh Bambang Rafani Pegawai Kantor Wilayah DJP  Kalimantan timur, dengan semangat paduan suara menyayikan lagu ibu kita kartini dan disambut tepukan tangan pegawai  yang lain.&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SidHtdZJAYI/AAAAAAAAAXM/NjCIKk8NTaU/s1600-h/Picture+005.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343318329208144258" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SidHtdZJAYI/AAAAAAAAAXM/NjCIKk8NTaU/s320/Picture+005.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Yang menjadi lebih khusus dalam acara peringatan hari kartini ini dirayakan pula ulang tahun Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimanatan  Bambang IS Sutopo dan beberapa staf pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Penajam yang berulang tahun di bulan April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Penajam Dwi Joko Kristanto mengatakan peringatan hari kartini ini adalah untuk mengenang perjuangan kartini yang mengubah nasib kaum perempuan yang dimasa lalu yang terangkum dalam buku  habis gelap terbitlah terang dan hasilnya dirasakan oleh perempuan zaman sekarang dengan peringatan ini diharapkan pegawai perempuan lebih keras bekerja dan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan sebik-baiknya, perempuan jangan kalah dengan kaum pria dalam hal prestasi karena kesempatan telah sama tanpa melihat gender tetapi tetap jangan melupakan kodrat  sebagai seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“peringatan ini diharapkan pegawai perempuan lebih keras bekerja dan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan sebik-baiknya, perempuan jangan kalah dengan kaum pria dalam hal prestasi karena kesempatan telah sama tanpa melihat gender tetapi tetap jangan melupakan kodrat  sebagai seorang perempuan”  kata  Dwi Joko Kristanto.&lt;br /&gt;Sementara itu  menurut salah satu pegawai perempuan KPP Pratama Penajam  kegiatan yang mereka lakukan dalam rangka memperingati hari Kartini. Perjuangan yang telah dilakukan RA Kartini, kata dia merupakan upaya kaum wanita untuk tidak melupakan jasa RA Kartini. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SidHknNyxtI/AAAAAAAAAXE/7bq3m8D_Bbs/s1600-h/Picture+008.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343318177226082002" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SidHknNyxtI/AAAAAAAAAXE/7bq3m8D_Bbs/s320/Picture+008.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;perjuangan RA Kartini untuk mengangkat harkat dan martabat kaum hawa di Indonesia, dapat disimak dalam bukunya "Habis Gelap Terbitlah Terang". "Kami yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa peradaban bangsa ini tiada akan dapat dirasakan majunya, selama kaum perempuan dijauhkan dari pada usaha memajukan bangsa ini," katanya . “Seandainya tidak ada perjuangan R A kartini di masa lalu mungkin perempuan tidak bisa bekerja seperti sekarang dimana ada persamaan hak antara perempuan dan laki-laki, perempuan tidak hanya berkutat di dapur, sumur , kasur tetapi perempuan ada yang jadi menteri, presiden, direktur perusahaan dan lain-lain “, tambahnya   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu menurut  Nurzaman, salah satu pegawai KPP Pratama Penajam,  memakai pakaian adat  dayak di hari kartini adalah untuk mengenang jasa RA Kartini yang telah merubah nasib kaum perempuan sehingga sekarang  ini perempuan bisa jadi PNS  selain itu menurutnya kegiatan ini dapat juga sebagai upaya pelestarian budaya kalimantan timur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-577939360767769524?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/577939360767769524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=577939360767769524&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/577939360767769524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/577939360767769524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/05/memperingati-hari-kartini-pegawai-kpp.html' title='Memperingati Hari Kartini Pegawai KPP Pratama Penajam memakai Baju Adat Dayak Kenya'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SidH0mTw14I/AAAAAAAAAXU/QWu0Ap7-WUU/s72-c/Picture+009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-5240206776588342203</id><published>2009-04-16T02:11:00.002+01:00</published><updated>2011-01-31T23:59:04.655Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Melepaskan Kesombongan Untuk Sukses</title><content type='html'>Tentu saja, tidak ada orang yang suka kepada orang sombong (kecuali dirinya). Jika kita bersikap sombong, maka interaksi kita akan terganggu dan akan menyulitkan kita dalam meraih sukses, sebab orang lain bisa membantu kita untuk sukses. Tapi, bukan masalah ini yang akan dibahas dalam artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan yang dimaksud ialah kesombongan diri sendiri yang merasa tidak memerlukan bantuan Allah dalam meraih apa yang kita inginkan. Banyak program pengembangan diri atau sukses yang mengajarkan kita cara menetapkan tujuan, membuat rencana, dan mengeksekusi rencana, namun mereka lupa melibatkan Allah.&lt;br /&gt;Saat kita lupa melibatkan Allah, ini adalah bentuk kesombongan kita. Kita merasa tidak memerlukan Allah, padahal tidak ada yang bisa terjadi jika Allah tidak menginginkannya. Semua yang terjadi di alam ini, termasuk jatuhnya selembar daun dari sebuah pohon adalah kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, banyak orang lupa. Mereka hanya ingat Allah saat mereka gagal atau merasa “mentok” saat berusaha meraih cita-citanya. Mengapa tidak dari awal meminta pertolongan Allah? Kita lupa, karena kita merasa tidak membutuhkan Allah. Kita merasa bahwa hanya dengan rencana matang dan tindakan, kita akan meraih cita-cita kita. Anggapan ini, sama sekali salah, namun seringkali kita tidak menyadari anggapan keliru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dengan memohon ampun, atas semua kesombongan kita dimasa lalu. Mungkin kita banyak melakukan berbagai aktivitas tanpa meminta pertolongan, bantuan, dan petunjuk dari Allah. Marilah kita memohon ampun kepada Allah. Beristigfarlah… Tentu saja, nasihat ini termasuk untuk diri saya juga.&lt;br /&gt;Setelah ini, usahakanlah setiap langkah kita selalu diiringi dengan do’a dan tawakal. Do’a dan tawakal bukan hanya terletak di akhir (saat gagal atau mengalami kesulitan), tetapi juga diletakkan di awal agar Allah memberi petunjuk dan diletakkan dalam perjalanan agar perjalanan kita dibimbing oleh Allah. Tinggalkanlah kesombongan kita, maka kita akan sukses. Insya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-5240206776588342203?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/5240206776588342203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=5240206776588342203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5240206776588342203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5240206776588342203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/04/melepaskan-kesombongan-untuk-sukses.html' title='Melepaskan Kesombongan Untuk Sukses'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-2771253453042930253</id><published>2009-04-15T03:06:00.002+01:00</published><updated>2011-01-31T16:47:52.430Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Seri Walet (142) Bontang: Dua Tahun 11 Kg Sarang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SeVBc21oFJI/AAAAAAAAAW8/PTXmpiVKZUo/s1600-h/1786.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324734098448061586" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SeVBc21oFJI/AAAAAAAAAW8/PTXmpiVKZUo/s200/1786.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 134px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;TUJUH TAHUN SILAM HANYA ADA SEGELINTIR RUMAH WALET DI BONTANG, KALIMANTAN TIMUR. JUMLAHNYA KINI MELESAT HINGGA 100 RUMAH. MUSABABNYA PENINGKATAN PRODUKSI SARANG SANGAT FANTASTIS. SETIAP RUMAH DALAM 2 TAHUN RATA-RATA BERPRODUKSI 1.300 SARANG ATAU SETARA 11 KG.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian produksi itu hampir sama dengan di Metro, Lampung, ketika mulai jadi sentra. Dalam hitungan tahun, produksi sarang sudah mencapai puluhan kilo dari rumah berukuran 10 m x 12 m setinggi 2 lantai. Itu artinya peningkatan produksi jauh lebih tinggi ketimbang rumah-rumah walet di Jawa seperti di Haurgeulis (Indramayu, Jawa Barat), Cilamaya (Jawa Barat), Pekalongan (Jawa Tengah), dan Sedayu (Jawa Timur) yang rata-rata 5-7 kg untuk rumah berumur 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bontang memungkinkan menjadi sentra walet potensial karena populasi walet cukup besar. Sementara jumlah rumah walet masih terbatas. Di Kota Minyak itu areal pesawahan terbentang luas dan kelestarian hutan terjaga baik sehingga menjadi tempat persinggahan nyaman bagi walet. Lihatlah saat matahari mulai meninggi, burung-burung pemakan serangga itu terbang rendah menyambar pakan dari rumpun-rumpun padi. Sebagian lagi terlihat 'bergerilya' di pinggiran hutan mengerubungi pohon akasia yang mengeluarkan kutu pakan favorit si liur emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya sebelum 2000-an di Bontang tidak terdapat komunitas walet. Diduga walet datang dari wilayah Kabupaten Berau-berjarak kurang lebih 100 km dari Bontang-mereka bermigrasi lantaran lingkungannya terusik. Berau selama ini dikenal sebagai sentra walet gua. Namun, karena pemanenan sarang yang serampangan, Collocalia fuciphaga itu banyak yang meninggalkan Berau.&lt;br /&gt;Salah desain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah dari walet migrasi itu dirasakan seorang pemilik rumah walet di pinggiran kota Bontang. Setiap kali panen dari rumah berukuran 8 m x 10 m setinggi 3 lantai, ia memanen 3.000 sarang. Menurut perempuan yang tidak mau disebut namanya itu, rumah dibangun 4 tahun lalu. 'Ketika rumah selesai dibangun, yang masuk langsung walet,' tutur Ir Lazuardi Normansah, konsultan di Jakarta Barat yang berkunjung ke Bontang pada November 2008. Sarang yang dihasilkan pun putih, lebar, dan tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lazuardi rumah-rumah yang sudah berumur di atas 2 tahun berproduksi rata-rata 10-11 kg. Dengan sekitar 50 rumah yang berproduksi tinggi-panen tidak berbarengan-setiap minggu terkumpul tidak kurang dari 100-150 kg sarang walet di Bontang. Sarang-sarang itu kemudian dibeli oleh para pengepul dari Balikpapan, Kalimantan Timur. 'Harganya naik-turun sesuai pasaran,' katanya. Sekarang berada di posisi Rp11-juta/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Jika tata ruang rumah walet diperbaiki, hasil produksi bisa ditingkatkan,' tutur Lazuardi. Ia melihat kondisi beberapa rumah walet di Bontang salah desain. Akibatnya, produksi tidak maksimal. Bahkan sebuah rumah walet berukuran 6 m x 13 m yang terletak 20-30 km dari kota Bontang, sudah 3 tahun tidak berpenghuni. Sementara rumah-rumah walet di sekitarnya menghasilkan puluhan kilo sarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan Lazuardi kondisi ruangan rumah walet itu terlalu gelap. Ini membuat walet kesulitan memasuki ruangan demi ruangan. Mengatasinya, 'Cukup diberi lampu 5 watt,' ujarnya. Selain itu suhu ruangan terlalu panas: 33oC karena lubang angin berdiameter 10 cm banyak yang disumbat. Idealnya suhu ruangan rumah walet 28-29oC dengan kelembaban lebih dari 80%. 'Jika sumbat dibuka, walet pasti bisa tinggal lebih nyaman,' Lazuardi meyakinkan.&lt;br /&gt;5 kali lipat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski populasi walet di Bontang banyak, untuk memancingnya masuk rumah, para pemilik tetap menggunakan CD suara walet. Speaker pemanggil walet ditempatkan di atas atau di bawah lubang keluar-masuk dan di tengah ruangan agar bisa terdengar di semua sudut. Lubang keluar-masuk sebaiknya dibuat 2 buah, misal dari arah utara dan barat. Maksudnya agar walet bisa leluasa memilih jalan keluar-masuk yang dianggap nyaman. Idealnya ukuran lubang keluar-masuk 20 cm x 80 cm untuk yang di utara dan 30 cm x 100 cm di barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu soal sirip, bilah papan untuk menempelnya sarang. Di Bontang banyak pemilik rumah walet menggunakan kayu meranti. Kayu ini dipilih karena lebih kuat ketimbang sengon dan ketersediaannya melimpah. Sirip selebar 20 cm itu dipasang membentuk persegi empat dengan panjang 2 m. Jarak antarsirip maksimal 30 cm. Lebih dari itu burung merasa tidak nyaman sehingga malas membuat sarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bentuk bangunan, teknik-teknik budidaya walet di Bontang pada dasarnya sudah mengadopsi teknik modern di Jawa dan Sumatera. Maklum sebagian investor yang membangun rumah walet di sana adalah para praktisi di Pulau Jawa, seperti Cirebon dan Surabaya. Mereka menjadikan Bontang sebagai ladang bisnis setelah Pontianak dan Ketapang, di Kalimantan Barat dianggap jenuh. Berdasarkan pengamatan Harry K Nugroho, praktikus di Kelapagading, Jakarta Utara, kini di Pontianak ada sekitar 500 rumah walet dan di Ketapang 400-500 rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kedua kota itu menjadi sasaran pebisnis walet. 'Dulu Pontianak dan Ketapang mendapat limpahan walet dari Kalimantan Tengah yang habitatnya rusak akibat kebakaran dan penebangan hutan,' kata Harry. Sekarang giliran Bontang yang jadi sasaran pebisnis walet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dibanding Samarinda dan Balikpapan, populasi walet di Bontang memang lebih tinggi. Jumlahnya mencapai 3-5 kali lebih tinggi daripada Samarinda,' papar Lazuardi. Kendati begitu, Samarinda dan Balikpapan tetap menjadi lokasi incaran bagi yang ingin membangun rumah walet di Kalimantan Timur. Buktinya, 'Pada 2008 banyak bermunculan rumah walet di Balikpapan dan Samarinda,' ujar Vianny Cin Hiong, konsultan di Jakarta Barat. (Lastioro Anmi Tambunan) trubus 0nline.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-2771253453042930253?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/2771253453042930253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=2771253453042930253&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2771253453042930253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2771253453042930253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/04/seri-walet-142-bontang-dua-tahun-11-kg.html' title='Seri Walet (142) Bontang: Dua Tahun 11 Kg Sarang'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SeVBc21oFJI/AAAAAAAAAW8/PTXmpiVKZUo/s72-c/1786.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-7433248713433730998</id><published>2009-03-19T08:26:00.003Z</published><updated>2011-01-31T16:48:20.667Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Speedboat Tersedot Kapal Besar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/ScIDkRuy6jI/AAAAAAAAAVI/Xg5QCQH7VgI/s1600-h/img19032009107031.jpg.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314814432020458034" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/ScIDkRuy6jI/AAAAAAAAAVI/Xg5QCQH7VgI/s320/img19032009107031.jpg.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 263px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan di laut kembali terjadi setelah tabrakan kapal klotok yang menewaskan seorang penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini sebuah speedboat bermesin 40 PK berpenumpang lima orang dan motorisnya mengalami kerusakan mesin di kawasan perairan bui 13 antara Balikpapan dan Penajam Paser Utara, Selasa (17/3) malam lalu sekira pukul 22.00 Wita.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mesin ngadat atau mogok di tengah laut, sebuah kapal asing bernama Formosabulk II melintas berdekatan dengan lokasi tempat speedboat yang dikemudikan Onte warga Kampung Baru Balikpapan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, disaat kapal besar asing itu melintas, gelombang pusaran baling-baling kapal menyedot speedboat dan lima penumpang di atasnya. Mengatahui speedboat tersedot ke pusaran air laut, tiga penumpang terjun ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dua penumpang lainnya tidak bisa menyelamatkan diri sehingga hilang tersedot pusaran baling-baling itu. Yang hilang adalah Onte (motoris) dan Rudi. Hingga malam tadi, dua korban belum ditemukan dan tidak diketahui nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang selamat yaitu Taher, Bahar, dan Suardi. “Kami mencoba sekuat tenaga berenang karena kami melawan gelombang pusaran baling-baling. Kami sudah berteriak ke atas kapal asing itu tapi mereka tidak mendengarkan,” terang Taher dibenarkan Bahar saat membuat laporan di markas Polsek Kesatuan Pelasakna Pengamanan Pelabuhan (KP3) Semayang, Rabu (18/3) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga penumpang kapal yang sedianya akan menuju PPU itu masih tampak shock atas peristiwa malam tersebut di tengah hujan rintik-rintik. Pasalnya, hampir satu jam mereka terapung di laut hingga sebuah speedboat melintas dan mereka berteriak meminta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dievakuasi ke pelabuhan speed Kampung Baru, mereka menginformasikan ke keluarga, teman dan kepolisian. Bangkai kapal speedboat yang mereka tumpangi sudah hilang ditelan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima laporan terjadi keelakaan laut, malam itu pula pihak Polisi Perairan Polda Kaltim, KP3 Semayang, TNI AL, SAR langsung melakukan pencarian. “Insiden ini masih sedang kita selidiki dengan memeriksa 3 orang saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengakuan para saksi korban, speedboat yang mereka tumpangi disedot baling-baling kapal besar,” terang Kapolsek KP3 Semayang AKP Kifli S Supu. Muncul dugaan, Onte, Rudi, Taher, bahar dan Suardi akan melakukan tindak kejahatan pencurian di kapal, namun belum dapat dibuktikan. “Kalau arahnya kesana, kami belum bisa buktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kapal asing itu sudah tidak ada dan hanya mereka yang selamat,” imbuhnya. Pasca kejadian ini, pihaknya sudah tak pernah berhenti mensosialisasikan penggunaan jaket keselamatan baik pada motoris mapun penumpangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena risiko kecelakaan di laut bisa saja terjadi. Atas kecelakaan yang mengakibatkan 2 orang hilang, tidak ada yang bertanggungjawab. Karena kapal Formosabulk II tak menghiraukan nkejadian tersebut.(bai) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.metrobalikpapan.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-7433248713433730998?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/7433248713433730998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=7433248713433730998&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/7433248713433730998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/7433248713433730998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/03/speedboat-tersedot-kapal-besar.html' title='Speedboat Tersedot Kapal Besar'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/ScIDkRuy6jI/AAAAAAAAAVI/Xg5QCQH7VgI/s72-c/img19032009107031.jpg.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-1114324753645318871</id><published>2009-03-04T23:27:00.003Z</published><updated>2011-01-31T16:48:49.679Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Seorang Penumpang Kelotok Hilang  Perahu Nelayan dan Klotok Tabrakan di Kampung Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sa8PLsMJd3I/AAAAAAAAAVA/bamidHEMo2Q/s1600-h/img0403200996131.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309479179208193906" src="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sa8PLsMJd3I/AAAAAAAAAVA/bamidHEMo2Q/s320/img0403200996131.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 256px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;BALIKPAPAN— Seorang penumpang kelotok hilang di laut Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat dalam peristiwa tabrakan antara dua buah kapal kayu milik nelayan dan kelotok yang berpenumpang sepuluh orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabrakan terjadi tadi malam sekitar pukul 19.30 Wita di perairan Balikpapan, tepatnya sekitar 200 meter dari dermaga pelabuhan speedboat Kampung Baru. Informasi yang diperoleh Post metro di tempat kejadian perkara (TKP), tadi malam menyebutkan, penumpang yang hilang adalah Usman (37), warga kawasan Karang Jati Balikpapan Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban adalah salah satu dari sepuluh penumpang kelotok yang mengangkut puluhan karung pupuk. Kejadian tersebut berawal ketika kelotok berukuran panjang sekira 13 meter dikemudikan oleh Abdul Hamid (54) warga Kampung Baru RT 9 Balikpapan Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya bermaksud mengantar penumpang yang sebagian besar adalah buruh pupuk dari arah Penajam menuju dermaga pelabuhan speedboat Balikpapan. Ketika 200 meter mendekati dermaga, akibat minimnya penerangan tiba-tiba sebuah kapal nelayan bernama KM Selamat Sentosa dikemudikan Sudirman (27) beserta 4 awak kapalnya yang juga sedang melintas menabrak bagian belakang kelotok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kapal sempat sama-sama berhenti usai kejadian itu, karena tidak berakibat fatal dan kembali melanjutkan pelayaran masing-masing. Namun setibanya di pelabuhan speedboat, para penumpang bingung tidak menemukan Usman turun dari kapal bersama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga warga Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah itu, terjatuh akibat serempetan tadi. “Waktu itu kita semua baru sadar kalau Usman hilang jatuh ke laut, setelah tiba di pelabuhan, ” kata Hasanuddin, rekan korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menceritakan bahwa waktu kejadian, seluruh penumpang memang berada di bagian pinggir kapal sebab pada bagian tengah kapal telah dipenuhi pupuk. Kemungkinan korban terjatuh akibat goncangan setelah ditabrak pada bagian belakang kapal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanuddin mengungkapkan bahwa, ciri-ciri korban memiliki tinggi tubuh sekira 170 centimeter, memakai celana dan jaket jeans. Nahasnya, diketahui korban tidak bisa berenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian dilakukan oleh sejumlah anggota Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Kaltim, Polsek Balikpapan Barat, Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Semayang Balikpapan, SAR gabungan, dan Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia (Orari) di kawasan pelabuhan menggunakan 4 unit speed. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian mencapai radius satu kilometer ke arah hilir, karena diduga korban terseret arus laut teluk Balikpapan yang gelombangnya cukup besar saat terjadinya musibah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga berita ini diturunkan korban belum juga ditemukan. Sementara itu, pemilik kapal beserta pengemudi kedua kapal saat ini diamankan di markas Polsek KP3 Semayang untuk dimintai keterangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisinya terlihat baik dan sehat-sehat saja, “Kejadianya begitu cepat pak, dan sudah gelap. Kemungkinan korban duduk berada di belakang bagian kapal. Dan saat kapal tersenggol, korban jatuh,” tutur Abdul Hamid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga diceritakan Sudirman, dirinya bermasud pulang ke kawasan Batu Arang Kampung Baru. “Saya sudah coba menghindar, akan tetapi kapal sudah dekat dan tersenggol,” kata Sudirman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek KP3 Semayang AKP Kifli S Supu menegaskan, pihaknya sedang memintai keterangan kedua pengemudi kapal terkait insiden kecelakaan laut ini. “Selain memintai keterangan, kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dibantu warga masyarakat untuk melakukan pencarian korban,” ungkap Kifli.(bm-8/bm-5/bai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber www.metrobalikpapan.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-1114324753645318871?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/1114324753645318871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=1114324753645318871&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1114324753645318871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1114324753645318871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/03/seorang-penumpang-kelotok-hilang-perahu.html' title='Seorang Penumpang Kelotok Hilang  Perahu Nelayan dan Klotok Tabrakan di Kampung Baru'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/Sa8PLsMJd3I/AAAAAAAAAVA/bamidHEMo2Q/s72-c/img0403200996131.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-90291966852894204</id><published>2009-01-02T07:52:00.005Z</published><updated>2011-01-31T16:49:15.497Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Dunia Tak Mampu Kendalikan Israel</title><content type='html'>Di bumi yang beradab ini kita disuguhkan pemandangan yang mengejutkan sebuah negara menyerang negara yang tak berdaya dan negara di dunia seolah tidak punya tangan untuk mencegahnya. PBB yang memiliki kewenangan keamanan dunia tidak bisa berbuat banyak karena veto dari negara Amerika.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita seolah dunia ini milik Amerika dan Israel kenapa semua seolah  tak berdaya dalam masalh ini sedangkan korban terus berjatuhan bagaimana bisa negara arab yang notabene saudara sesama islamnya di bantai di negaranya sendiri tak mampu berbuat banyak untuk menghentikan kekejaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;negera-negara di dunia seolah takut tanpa mampu berbuat banyak. kita telah sering melihat kejadian ini berulang-ulang didepan mata kita tetapi seolah kita tak mampu memiliki daya upaya untuk menciptakan perdamaian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PBB untuk perdamaian dunia seolah mandul tanpa langkah pasti mewijudkan perdamaian dunia  tetapi kenapa ada PBB kalau hanya sebagai   boneka dari Amerika seharusnya  negara -negara itu tunduk dan  tidak ada kebijakan ganda atas palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga perdamian dunia terwujud. tidak ada lagi penjajahan di negeri orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-90291966852894204?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/90291966852894204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=90291966852894204&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/90291966852894204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/90291966852894204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2009/01/foto-korban-serangan-israel-ke.html' title='Dunia Tak Mampu Kendalikan Israel'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-6467892519228605203</id><published>2008-12-22T03:10:00.008Z</published><updated>2011-01-31T16:49:39.933Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>15 Menit  Hati  Berdebar-debar  Di Atas Speed Boad</title><content type='html'>Naik speed boad merupakan pengalaman pertama bagi saya, karena memang  saya lahir dan dibesarkan di kota Lamongan selatan  daerah pegunungan yang jauh dari laut sehingga tentunya sangat jarang menempuh perjalanan yang menggunakan transportasi laut apalagi selama ini perjalanan saya hanya sekitar daerah lamongan, Surabaya dan Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu Selasa 12 Desember 2008 saya  bersama pak Dwi Joko (kepala kantor) Imam, bu Ria dan mbak Astri yang rencanya melakukan sosialisasi pajak ke bendaharawan di lingkungan Kab Penajam Pasir Utara harus naik speed boad yang ukurannya kecil yang hanya mampu menampung 5 penumpang dengan maksud untuk mempercepat perjalanan ke Penajam, berdasarkan informasi dengan menggunakan  speed boad waktu tempuh hanya 10-15 menit saja hal ini tentunya jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan kapal Ferry yang bisa mencapai 1 sampai 1,5 jam juga tergantung dengan  ketersedian kapal ferry itu belum termasuk waktu tunggu bongkar muat kapal ferry yang kadang bisa memakan waktu lebih dari 3 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana awal kendaraan yang  kami pakai  ke Kab Penajam Pasir Utara sebenarnya menggunakan transportasi sejenis speed boad tetapi dengan ukuran yang lebih besar yang bisa menampung lebih dari 10 orang yang merupakan milik perusahaan minyak terkemuka di Kaltim cuma karena kendala waktu keberangkatan yang terlalu pagi sehingga kami memutuskan untuk naik speed boad biasa yang di sewakan di pelabuhan Semayang Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat dari kantor sekitar Pk 7:30 dan sampai di pelabuhan Semayang 15 menit kemudian. Setelah harga sewa speed boad disepakati kami selanjutnya  naik ke speed boad dan mulailah pengalalam pertama saya menggunakan transpotasi laut khususnya speed boad dimulai. Awalnya saya biasa saja tanpa ada yang aneh dengan jalannya sped boad karena mungkin masih di pinggir  belum banyak ombak dan kecepatannya yang masih rendah. Tetapi ketika posisi speed boad mulai ketengah dengan kecepatan yang tinggi saya merasakan jalannya loncat-loncat ketika menabrak ombak yang cukup tinggi dan kejadian ini berulang–ulang sampai punggung  saya sakit  karena benturan dengan tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang posisi saya waktu itu berada di posisi depan dan ketika posisi speed boad seolah terbang saya sampai hampir loncat sehingga harus berpegangan kuat-kuat kalau tak ingin terlempar. Kejadian ini sangat mengganggu  saya apalagi di tambah teriakan bu Ria di bangku belakang bersama mbak Astri saya bertambah deg-degkan yang saya bayangkan bagaimana sampai perahu kecil ini terbalik sehingga saya selalu berusaha melihat ke arah sekeliling untuk mencoba bagaimana cara mencari pertolongan apabila sampai kejadian yang saya kwatirkan terjadi, apalagi tidak semua dari kami bisa berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini memang wajar mungkin bagi saya yang baru pertama kali naik speed boad meskipun saya bisa berenang tetapi kalau melihat laut yang luas dan ombak yang lumayan besar tentunya saya kwatir juga saya berfikir kalau sampai tenggelam berapa lama saya mampu bertahan untuk mengapung di air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengemudi speed boad mungkin perasaan ini tak pernah dirasakan sama sekali karena mungkin dia telah ratusan kali melewati jalur ini tetapi bagi kami yang baru pertama kali merupak perjuangan tersendiri dari rasa kecemasan dan perasaan yang campur aduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikiran saya seandainya saat ini saya memakai pelampung tentunya tidak sekwatir  ini meskipun tidak bisa berenang tetapi kalau memakai pelampung  setidaknya tidak tenggelam sampai dengan bantuan datang dan diantara kita bisa saling menolong atau setidaknya meminta tolong .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan menggunakan pelampung sebenarnya telah disosialisasikan beberapa waktu yang lalu. Tetapi pada kenyataanya belum ada sama sekali speed boad yang di lengkapi dengan pelampung. Kalau melihat arti penting pelampung seharusnya ada tindakan yang tegas untuk mendorong sesegera mungkin kebijakan tersebut dapat terealisir mengingat keselamatan nyawa seseorang tidak dapat diganti dengan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kecelakan jalur pelabuhan Semayang – Kab PPU memang relatif  kecil meskipun demikian tentunya kita tidak ingin dengan tidak tersedianya  pelampung di speed boad akan menimbulkan korban. Apakah kita menunggu korban dulu ? tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  alhamdulillah perjalanan saya bersama rombongan ke Kab PPU sampai dengan selamat meskipun dengan merasakan hati berdebar-debar selama kurang lebih 15 menit dan acara sosialisai pajak yang kami rencanakan berjalan lancar dan sekembalinya dari Kab PPU kami berencana untuk menyiapkan pelampung sebagai inventaris kantor kami. Terima kasih &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-6467892519228605203?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/6467892519228605203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=6467892519228605203&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6467892519228605203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6467892519228605203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/12/sosialisasi-pajak-ke-bendarawan-kab.html' title='15 Menit  Hati  Berdebar-debar  Di Atas Speed Boad'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-2193248199080173006</id><published>2008-08-30T14:41:00.009+01:00</published><updated>2011-01-31T16:50:28.951Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Pengalaman Naik Ferry di Teluk Penajam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlTyqM5MHI/AAAAAAAAANE/NeOv6MkdgZs/s1600-h/DSCF3911.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240311771209216114" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlTyqM5MHI/AAAAAAAAANE/NeOv6MkdgZs/s200/DSCF3911.JPG" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;Pada Hari Selasa tepatnya tanggal 5 Agustus saya dan rombongan hendak melakukan tugas untuk melakukan kunjungan kerja ke daerah kabupaten Paser tepanya kota Tanah Grogot. untuk sampai ke daerah tersebut kami harus melalui kota Penajam Pasir Utara yang dulunya merupakan baian dari kabupaten pasir yang memisahkan diri sejak tahun 2003. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlUHt3sEZI/AAAAAAAAANU/alg56Mo3uwE/s1600-h/DSCF3916.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240312132971270546" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlUHt3sEZI/AAAAAAAAANU/alg56Mo3uwE/s200/DSCF3916.JPG" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;perjalanan kami mulai dari rumah dinas dibalikpapan dengan mengunakan mobil sekitar PK 06:00 pagi dan selanjutnya berkeliling untuk menjemput teman yang lain&lt;br /&gt;untuk sampai di kabupaten Penajam Pasir Utara kami harus menempuh perjalanan dengan fery karena melalui selat Penajam di pelabuhan fery kariangau kami tiba sekitar PK 060:30 dan sesampainya di sana kami tidak bisa langsung menyeberang karena menunggu bongkar muat kapal yang datang dan baru kendaraaan kami bisa masuk ke fery sekitar pukul 9:00 nah perjalanan  dengan fery sekita 1 jam sehingga sampai di Penajam Pasir Utara (PPU)PK 10 :00.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlT7fJ05aI/AAAAAAAAANM/C8wYYH9a1uc/s1600-h/DSCF3913.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240311922862384546" src="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlT7fJ05aI/AAAAAAAAANM/C8wYYH9a1uc/s200/DSCF3913.JPG" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;Di fery tentunya kesempatan ini saya gunakan untuk mengambil gambar yang saya anggap menarik untuk di jepret maklum ada hobby juga fotografi tapi yaa seadanya aja hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah pada saat naik ini saya jadi teringat waktu kecil ketika saya di ajak oleh Ortu naik Fery dari pelabuhan tanjung perak ke Kamal Madura dan sampi di kamal balik lagi dan pada saat itu alangkah senangnya maklum kami yang tinggal di desa terpencil di kota lamongan belum pernah naik kapal dan juga belum pernah melihat keramian kota.&lt;br /&gt;wisata seperi ini memang tidak semua warga desa kami mampu melakukan saya termasuk yang beruntung karena ortu yang ingin supaya saya terhibur karena habis di khitan dan yaa itu lah masa lalu yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;warga desa kami yang masih tardisional mereka untuk wisata naik kendaraan truk untuk mengangkut barang dan tujuannya biasanya ke tanjung kodok, goa maharani, dan tenpat wisata lain di kota lamongan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlTmdJLQCI/AAAAAAAAAM8/voDiVZy9zZY/s1600-h/DSCF3910.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240311561545531426" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlTmdJLQCI/AAAAAAAAAM8/voDiVZy9zZY/s200/DSCF3910.JPG" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;biasanya kendaraan yang di pakai adalah milik ortu yang pada saat hari lebaran untuk mengankut mereka dan biasanya ortu tidak mengambil bisaya sepeserpun dan sampai sekarang masih berlangsung. mungkin itu cerita sedikit masa lalu dan ini beberapa foto yang saya anggap bagus untuk dipublikasikan dari perjalanan saya. terima kasih &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-2193248199080173006?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/2193248199080173006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=2193248199080173006&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2193248199080173006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2193248199080173006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/08/pengalaman-naik-ferry-di-teluk-penajam.html' title='Pengalaman Naik Ferry di Teluk Penajam'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SLlTyqM5MHI/AAAAAAAAANE/NeOv6MkdgZs/s72-c/DSCF3911.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-395408323016450605</id><published>2008-06-12T14:39:00.007+01:00</published><updated>2011-01-31T16:50:56.508Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hunian'/><title type='text'>Kabupaten Lamongan Kembali Raih Adipura</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SFEnYxPd4MI/AAAAAAAAAM0/uo807_NXvFM/s1600-h/bupati-adipura2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210989550332928194" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SFEnYxPd4MI/AAAAAAAAAM0/uo807_NXvFM/s200/bupati-adipura2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Piala Adipura merupakan penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memiliki komitmen kepada lingkungan hidup. kelestarian lingkungan hidup merupakan poin utama dari komitmen untuk selalu menjaga lingkungan hidup dari kerusakan yang akhirnya akan berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup. sebagai warga lamongan saya turut bangga lamongan sebagai kota kecil masih mampu menjaga kelestarian lingkungan hidup. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan Adipura kembali diraih Kota Lamongan. Kepastian Kota Lamongan kembali mendapatkan penghargaan yang diberikan kepada daerah yang peduli dengan kebersihan, keteduhan dan kerindangan lingkungan hidup tersebut didapatkan melalui surat dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa pada Selasa(3/6)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah segala upaya dari semua lapisan masyarakat Lamongan terjawab sudah. Tahun ini Kota Lamongan kembali meraih Penghargaan Adipura. Selama kepemimpinan Bupati Masfuk, setelah pada 2007, berarti ini adalah untuk kali kedua Lamongan memperoleh Penghargaan Adipura, " kata Kabag Humas dan Protokol Aris Wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, keberhasilan Lamongan tersebut buah dari kerja keras semua pihak. "Ucapan terima kasih dan dedikasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua masyarakat Kota Lamongan atas kerja keras dan partisipasi semua pihak. Tidak lupa kepada pasukan kuning Kota Lamongan yang telah tak kenal lelah menjaga kota kita tercinta ini tetap bersih. Penghargaan ini juga merupakan hadiah untuk Kabupaten Lamongan yang sedang merayakan hari jadinya ke-439 "ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Lamongan Masfuk, tambah Aris, dipastikan akan secara langsung memenuhi undangan untuk menerima penghargaan Adipura pada 5 Juni nanti di Istana Negara dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Lamongan sendiri menerima Penghargaan Adipura tersebut untuk kategori kota kecil bersama 25 kota lainnya di Jawa. Diantara penerima Penghargaan Adipura untuk kategori kota kecil adalah Kota Indramayu, Ciamis, dan Kuningan (Jawa Barat). Selanjutnya kepada Kota Banjarnegara, Sragen, Boyolali, dan Karanganyar (Jawa tengah). Sedangkan di wilayah Jawa Timur, penerima Penghargaan Adipura kategori kota kecil selain Kota Lamongan diantaranya Kota Tuban, Magetan, Sumenep, Wlingi, Bangil, Ngawi, Caruban dan Kepanjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk kategori kota sedang diberikan kepada 10 kota, diantaranya didapatkan oleh Kota Cianjur, Jepara, Magelang, Lumajang, Blitar dan Gresik. Kemudian untuk kategori kota metropolitan masing-masing diberikan kepada Kota Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga diberikan piagam kepada kota best effort yakni kepada Kota Purwodadi, Blora, Purbalingga dan Pasuruan. Juga plakat lokasi terbaik (taman terbaik) diberikan kepada Jakarta Pusat dan Malang, kemudian pasar terbaik kepada Jakarta Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kembali diperolehnya Penghargaan Adipura ini adalah bukti hidup bersih dan sehat telah menjadi gaya hidup masyarakat Kota Lamongan. Semoga dengan diperolehnya penghargaan ini akan semakin memacu semangat masyarakat Lamongan," pungkas Aris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.lamongango.id/"&gt;weblamongan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-395408323016450605?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/395408323016450605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=395408323016450605&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/395408323016450605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/395408323016450605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/06/kabupaten-lamongan-kembali-raih-adipura.html' title='Kabupaten Lamongan Kembali Raih Adipura'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SFEnYxPd4MI/AAAAAAAAAM0/uo807_NXvFM/s72-c/bupati-adipura2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-7518926101706437498</id><published>2008-05-13T01:02:00.008+01:00</published><updated>2011-01-31T16:51:23.053Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Tarian Suku Dayak</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SCjbabc5vWI/AAAAAAAAAMc/huJr96nOOiE/s1600-h/dayak.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199647016891301218" src="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SCjbabc5vWI/AAAAAAAAAMc/huJr96nOOiE/s200/dayak.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;1. Tari Gantar&lt;br /&gt;Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang&lt;br /&gt;Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. &lt;br /&gt;Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong&lt;br /&gt;Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin. &lt;br /&gt;Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tari Kancet Lasan&lt;br /&gt;Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Tari Leleng&lt;br /&gt;Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SCjbh7c5vXI/AAAAAAAAAMk/5yUBvJgT2SM/s1600-h/hudoq.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199647145740320114" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SCjbh7c5vXI/AAAAAAAAAMk/5yUBvJgT2SM/s200/hudoq.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;6. Tari Hudoq&lt;br /&gt;Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tari Hudoq Kita'&lt;br /&gt;Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum, topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita', yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tari Serumpai&lt;br /&gt;Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SCjbtLc5vYI/AAAAAAAAAMs/E4eQUu8ia9g/s1600-h/belian.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199647339013848450" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SCjbtLc5vYI/AAAAAAAAAMs/E4eQUu8ia9g/s200/belian.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;9. Tari Belian Bawo&lt;br /&gt;Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.&lt;br /&gt;10. Tari Kuyang&lt;br /&gt;Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tari Pecuk Kina&lt;br /&gt;Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tari Datun&lt;br /&gt;Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tari Ngerangkau&lt;br /&gt;Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tari Baraga' Bagantar&lt;br /&gt;Awalnya Baraga' Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &lt;a href="http://www.kutaikertanegara.com/"&gt;kutaikertanegara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-7518926101706437498?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/7518926101706437498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=7518926101706437498&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/7518926101706437498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/7518926101706437498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/05/tarian-suku-dayak.html' title='Tarian Suku Dayak'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SCjbabc5vWI/AAAAAAAAAMc/huJr96nOOiE/s72-c/dayak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-8554304151002936278</id><published>2008-05-02T04:08:00.010+01:00</published><updated>2011-01-31T23:58:11.206Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Tradisional'/><title type='text'>Daun Ungu Penyingkir Wasir</title><content type='html'>&lt;b&gt;Graptophyllum pictum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SB6AmgrJPKI/AAAAAAAAALQ/4KX04lmyQzM/s1600-h/444.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196732419126410402" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SB6AmgrJPKI/AAAAAAAAALQ/4KX04lmyQzM/s200/444.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Gara-gara warna daunnya, ia sohor dengan nama daun ungu. Menyebut namanya, ingatan langsung tertuju pada wasir atau ambeien. Secara turun-temurun, anggota famili Acanthaceae itu memang mujarab mengobati penyakit akibat membengkaknya bibir anus itu. Daun ungu tak cuma tokcer mengatasi ambeien, tetapi juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause.Reputasi daun ungu sebagai antiwasir tak perlu diragukan.  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pengalaman H Ahmad (bukan nama sebenarnya) yang 2 tahun mengidap wasir. Dengan konsumsi rutin segelas rebusan daun ungu 2 kali sehari, wasirnya menyingkir. 'Daun ungu mengandung pektin untuk mengembangkan saluran cerna, sehingga mempermudah defekasi dan tak menimbulkan luka atau peradangan,' ujar Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, guru besar Farmasi Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun ungu Graptophyllum pictum itu bersifat antiinflamasi alias antiperadangan. Itu amat pas untuk ambeien yang mengalami pembengkakan. Idha Kusumawati S.Si Msi Apt, periset Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, membuktikan kemujaraban daun ungu sebagai antiambeien. Ia menguji antiinflamasi dengan metode pengukuran edema pada telapak kaki tikus. Tentu saja sebelumnya ia menginduksi 0,05 ml suspensi karagen-pemicu bengkak-pada kaki satwa pengerat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam pascainduksi, tikus yang diberi 29,904 mg ekstraksi etil asetat daun ungu per 200 g bobot tubuh menunjukkan bengkaknya mengecil. Demikian juga tikus yang diberi 376,488 mg ekstrak daun ungu, sembuh dalam hitungan jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antihermorrhoid &lt;br /&gt;Wasir atau hemorrhoid merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau pembesaran pembuluh vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun di sisi luar anus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman. Ada dua tipe wasir yang lazim dikenal, wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr Ekky M Rahardja MS SpGk, Spesialis Gizi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, wasir bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar (konstipasi), hingga penderita kerap mengejan. Pola defekasi yang tidak teratur pun serta jarangnya olahraga menjadi faktor pememicu timbulnya wasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid sen diri dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI. Sebanyak 9-10 gram daun ungu segar kemudian direbus dalam 2 gelas air (600 cc) sampai menjadi 1 gelas rebusan dan diminum tiap hari 1 kali. Lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan oleh gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas hilang tak berbekas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr JM Sugiarto pun tak mau ketinggalan memberikan bukti. Konsumsi 1 gelas rebusan daun ungu selama dua bulan berturut-turut ternyata bisa membebaskan penderita dari gangguan wasir. Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon. Obat itu lazim diresepkan dokter untuk melancarkan sirkulasi darah di daerah anus serta menghilangkan bengkak, tonjolan, dan pendarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analgesik &lt;br /&gt;Tak hanya itu kemampuan yang dimiliki oleh daun ungu. Sebagai analgesik pun khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek analgesik tersebut ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai ambang nyeri setelah pemberian ekstrak alkaloid pada dosis 1,5, 3, dan 6 mg/kg. Menurut trio peneliti tersebut kemampuan efek analgesik dan antiinfl amasi fraksi alkaloid dari ekstrak etanol daun ungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh. Itu setara dengan pemberian aspirin dengan dosis 125 mg/kg bobot tubuh. Hal ini berkat kemampuan alkaloid daun wungu dalam menghambat pembentukan prostaglandin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gebrakan daun ungu tak hanya berhenti sampai di situ. Penelitian yang dilakukan oleh drg Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Penelitian yang menggunakan 40 sampel gigi tiruan arkrilik dibagi dalam 4 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% daun ungu dan direndam selama 15 menit. Setelah dipakai oleh pasien selama 4 jam, gigi palsu itu kemudian dibilas dan diperiksa. Hasilnya, daun ungu ampuh mencegah pertumbuhan bakteri mutan streptococcus, cendawan, dan mencegah pertumbuhan plak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40%. Daun ungu ternyata mengandung berjuta manfaat. (Faiz Yajri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &lt;a href="http://www.trubus-online.co.id/"&gt;Majalah Trubus&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-8554304151002936278?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/8554304151002936278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=8554304151002936278&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8554304151002936278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8554304151002936278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/05/daun-ungu-penyingkir-wasir.html' title='&lt;strong&gt;Daun Ungu Penyingkir Wasir&lt;/strong&gt;'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SB6AmgrJPKI/AAAAAAAAALQ/4KX04lmyQzM/s72-c/444.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-4871593412045223013</id><published>2008-04-24T04:03:00.011+01:00</published><updated>2011-01-31T23:34:37.860Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Langkah-langkah Menanam Padi di Pot</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SA_8vwrJPFI/AAAAAAAAAKg/iiry2d657Ws/s1600-h/padidiloteng.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192646792831384658" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SA_8vwrJPFI/AAAAAAAAAKg/iiry2d657Ws/s400/padidiloteng.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari yang lalu saya posting tentang menanam padi di pot yang saya ambil dari tabloid nova. Nah sekarang saya menyajikan langkah-langkah menanam padi di pot yang juga saya ambil dari tabloid yang sama. Menanam padi dalam pot merupakan salah satu alternatif bertani dalam kota dengan lahan yang sempit. Langkah –langkah ini telah dicoba oleh Inkan Harahap sejak 4 bulan yang lalu. Berkat keseriusan dan kesabaranya kini padi yang ditanam Inkan sudah mulai manampakkan hasilnya dan sebentar lagi padinya akan dipanen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan oleh &lt;b&gt;Inkan Harahap&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Benih Padi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Benih padi bisa diperoleh langsung dari petani dan yang perlu mendapat perhatian benih padi  belum tentu semuanya bisa menghasilkan, sehingga harus benar0benar dipilih. Untuk mengujinya rendam benih padi yang sudah dipilih dkedalam rendaman air hangat atau yang sudah dicampur garam jika benihnya mengendap artinya benih itu bagus dan sebaliknya jika benih mengambang di permukaan air sebaiknya dibuang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Merendam Benih Padi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rendam benih padi yang sudah dipilih di dalam air biasa bersuhu suam-suam kuku selama 2 malam. Cara ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar. Benih padi yang semula kering akan terbelah setelah direndam dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Siapkan media tanam berupa tanah dan kompos dari daun-daun yang dibusukkan. Masukkan ke dalam pot berdiameter 30 com. Taburkan setengan gemgam benih keatas media tanam. Jangan lupa tutup kembali benih padi dengan tanah jangan biarkan terlihat. Menurut Inkan setengah genggam padi bisa menghasilkan sekitar 200 butir padi. Sirami benih di padi dan sore hari. Dua hari kemudian akan muncul kecambah berwarna putih atau hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.   Pindahkan ke Polybag&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah 12 hari padi akan tumbuh setingi sekitar 7 cm. kondisi padi seperti ini sudah siap untuk dipindahkan ke dalam polybag   pertimbangkan ukuran polybag jika terklalu kecil padi dikwatirkan akan kekurangan makanan. Lubangi polybag dibagian samping dan bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.   Tumbuh Anakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;10 hari kemudian akan tumbuh 7 anakan baru setinggi 20 cm. selama pertumbuhan padi ini, Inkan tidak memberi pupuk sama sekali. Semakin membesar padi akan semakin merumpun dalam jangka waktu 1,5 bulan. Disarankan padi jangan diletakkan dilokasi yang panas melainkan harus dipilih tempat yang lembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SA_-OArJPHI/AAAAAAAAAKw/ebm3rRqK0d8/s1600-h/34276-W200.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192648412034055282" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SA_-OArJPHI/AAAAAAAAAKw/ebm3rRqK0d8/s400/34276-W200.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;6.   &lt;b&gt; Kondisi Bunting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;2,5 bulan kemudian akan keluar pelepah atau padi menjadi gemuk kondisi ini biasanya  disebut bunting dan keluar bunga putih. Calon padi ini masih berwarna hijau muda seperti bulir padi yang masih kempes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.   Bunga Rontok&lt;/b&gt;     Hingga usia 3 bulan bunga putih akan rontok. Bulir padi merunduk lalu berubah menjadi kuning. Saat inilah biasanya padi mulai didatangi burung. Perhatikan waktu burung-burung makan yaitu pagi dan sore hari. Cara mengusir burung sebagai berikut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pasang kantong kresek plastic di antara padi tapi hanya bisa bertahan sehari.&lt;br /&gt;b. Rentangkan pita kaset di antara tanamn. Jika terkena  angina akan terdengar bunyi gesekan pita kaset. Kalau tidak ada angina pita kaset tidak bunyi.&lt;br /&gt;c. Pasang orang-orangan sawah.&lt;br /&gt;d. Pasang kaleng-kaleng yang bisa digerakkan dengan tali jika burung datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SA_9YwrJPGI/AAAAAAAAAKo/5HwGCfQA7dg/s1600-h/34275-W200.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192647497206021218" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SA_9YwrJPGI/AAAAAAAAAKo/5HwGCfQA7dg/s400/34275-W200.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;8.   Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tungu sampai padi menguning baru dipanen cara memanennya lepaskan satu persatu dari batang padi lalu jemur di bawah terik matahari. Cara mendapatkan beras sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.Bisa menumbuk sendiri  padi dengan lesung&lt;br /&gt;b.Padi dijemur sendiri lalu dibawa ke pengilingan padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber Tabloid Nova  No.1051/XXI 14-20 April 2008 - Griya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian langkah-langkah menanam padi di pot semoga bermanfaat &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-4871593412045223013?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/4871593412045223013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=4871593412045223013&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4871593412045223013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4871593412045223013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/langkah-langkah-menanam-padi-di-pot.html' title='Langkah-langkah Menanam Padi di Pot'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SA_8vwrJPFI/AAAAAAAAAKg/iiry2d657Ws/s72-c/padidiloteng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-5444939708470121575</id><published>2008-04-21T04:09:00.007+01:00</published><updated>2011-01-31T23:35:03.386Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hunian'/><title type='text'>Rumput Gajah Mini di Taman Rumah Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SB6BZgrJPLI/AAAAAAAAALY/7UzCuqEBE-g/s1600-h/1901_Dok%2520Nusa%2520Indah%2520Flora-%252001_resize.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196733295299738802" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SB6BZgrJPLI/AAAAAAAAALY/7UzCuqEBE-g/s200/1901_Dok%2520Nusa%2520Indah%2520Flora-%252001_resize.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Rumput tetangga lebih hijau dari rumput halaman sendiri? Mungkin saja, jika halaman rumah tetangga ditanami rumput gajah mini. Rumput yang tumbuh dengan unik ini memiliki banyak kelebihan, lho. Yuk, mulai beralih ke rumput ini! Ibarat lantai alam yang menghijau seluas mata memandang, rumput bisa dijadikan lantai dasar halaman depan rumah, yang boleh diinjak siapa saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneka rumput, seperti rumput gajah biasa, manila, peking, babat, swiss, golf, atau rap bisa dijadikan pilihan. Rumput jenis apa pun yang dijadikan pilihan, memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, rumput gajah biasa yang harganya murah, tetapi tumbuh cukup cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, harus rajin dipangkas agar tetap terlihat rapi dan indah dipandang. Sementara, rumput peking dan manila relatif lebih mudah dirawat, asalkan mendapat sinar matahari yang cukup. "Bisa dikatakan kedua rumput jenis ini tidak perlu dipotong lagi karena tumbuhnya lambat," jelas Imas, MT, Spd., ahli landscape dari Nusa Indah Flora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dengan rumput gajah mini. Sesuai namanya, rumput gajah mini ukuran daunnya lebih kecil dari rumput gajah biasa. Halaman rumah sekecil apapun pasti bisa ditanami rumput ini. Kelebihan jenis rumput ini, diantaranya, bisa memotong biaya pemangkasan. Tak heran jika rumput gajah mini kini semakin dijadikan pilihan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah mini memiliki karakter unik, dilihat dari pola pertumbuhannya. Daunnya tidak tumbuh ke atas, melainkan menyamping, sehingga membuat tampilan rumput jadi lebih bagus. "Tekstur daunnya tidak tinggi, jadi tidak perlu dipangkas. Mirip rumput gajah biasa, hanya pola hidupnya saja yang merayap atau menyamping. Warna hijaunya melebihi rumput biasa," sambung adik dari Yanto, petani rumput gajah mini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TAHAN CUACA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah mini, menurut Imas, berasal dari Amerika dan pertumbuhannya melalui proses evolusi. Semakin lama, bentuknya semakin mengecil. Berhubung secara genetik sudah berukuran kecil, ditanam di mana pun rumput ini tak akan berubah bentuk. Sedangkan rumput gajah biasa daunnya lebih rapat, sehingga membutuhkan perawatan lebih. "Apalagi di musim hujan, dalam waktu dua minggu saja rumput gajah biasa sudah tinggi dan harus segera dipangkas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan gajah mini yang tumbuhnya tidak tinggi. Namun, lanjut Imas, jika ruang hidupnya terlalu padat, warna daunnya cenderung akan menguning. Sehingga, harus diremajakan dalam jangka waktu setahun. Artinya, rumput dipangkas total sampai ke batang, kemudian akan muncul rumput baru dan hijau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman rumput gajah mini untuk petani, dari tandur sampai ke panen, membutuhkan waktu tiga bulan. "Sebenarnya dua bulan juga sudah bisa dipanen. Tapi, kalau langsung ditanam di halaman, jadi kurang bagus. Waktu tiga bulan panen sangat pas. Tinggal di tanam di halaman, bisa langsung jadi," jelas Imas seraya menyarankan untuk memupuk rumput dengan urea dan NPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk petani, sambung Imas, dalam jangka waktu 20 hari setelah ditanam, idealnya diberi pupuk dasar. Sebulan kemudian, setelah rumput menjalar, diberi pupuk lagi. "Sebaiknya jangan dipupuk seminggu sebelum dipanen, karena pupuknya belum sampai ke bawah dan masih tersimpan di daun. Ini bisa menyebabkan rumput kering."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat musim hujan, rumput relatif tidak perlu disiram. Namun, di musim kemarau bisa disiram sehari dua kali. Menurut Imas, rumput gajah mini memiliki kemampuan hidup tinggi dan tidak sensitif terhadap patogen tanah. Meskipun ada perubahan cuaca, kondisi rumput tidak pernah nge-drop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rumput Swiss di musim hujan bakal tumbuh tinggi. Tapi, jika ditanam di bawah pepohonan, rumput ini akan botak. Rumput golf pun agak susah untuk ditanam di perumahan. Sementara gajah mini lebih mampu bertahan. Hanya saja, di tempat dingin pertumbuhannya tidak rapat dan cepat, tekstur daunnya jadi lebih lebar, dan kualitas warna lebih hijau. Sedangkan di tempat panas, daun akan tumbuh lebih kecil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput swiss dan manila pun bisa dihinggapi hingga empat jenis hama, sedangkan rumput gajah mini hanya dihinggapi satu hama. "Namun, hama ini tidak sampai mendominasi rumput. Karena tekstur daun gajah mini ini jenis pegangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, rumput gajah mini tak banyak ditumbuhi gulma seperti rumput lain. "Rumput gajah mini bandel dan mampu bertahan. Karena kemampuan hidupnya lebih tinggi, gulma jadi kalah bersaing dengan daun gajah mini. Jadi, bisa dibilang resikonya sangat sedikit. Kalau pun ada, rumput ini lebih suka air karena termasuk rumput tropis. Tapi, di musim panas rumput ini tidak akan kering, meski dua bulan dibiarkan terlantar. Begitu masuk musim hujan, daunnya akan tumbuh lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEREMAJAAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Agar rumput gajah mini tetap berwarna hijau dan segar, Imas menyarankan, untuk memberi pupuk sebulan sekali agar unsur hara tanamannya seimbang. Lalu, tanam rumput rapat-rapat, sehingga bisa langsung dinikmati. Akan tetapi, jika kondisi rumputnya stres, warna daunnya tidak akan kuat. "Tetap siram rumputnya, apalagi jika baru saja ditanam. Tiga minggu kemudian warna hijaunya akan semakin kuat, akarnya sudah tumbuh, dan sudah boleh diinjak-injak," kata Imas yang mematok harga rumput gajah mini dari petani sekitar Rp 15-17 ribu per meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi harga, setelah rumput dipasang di halaman bisa saja lebih mahal, meski tak jauh berbeda dengan rumput lain. "Tapi, jika diperhitungkan dengan perawatan justru lebih murah. Jangan sampai dalam sebulan harus dua kali memangkas rumput saja. Berapa budget yang dikeluarkan? Nah, dengan rumput gajah mini, tidak akan ada lagi pemangkasan karena tidak tumbuh ke atas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis taman tropis yang masih banyak ditemui di Indonesia, sangat cocok untuk pertumbuhan rumput gajah mini. "Rumput yang mampu hidup di iklim seperti di sini, ya, gajah mini. Biaya perawatannya murah, kemampuan hidupnya tinggi, dan tidak memerlukan peremajaan yang sering. Paling hanya setahun sekali," ujar Imas yang lebih suka melakukan peremajaan daripada pemangkasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peremajaan yang Imas maksud, saat sebulan setelah rumput ditanam, jarak antara satu daun dengan daun lain akan tumbuh jarang-jarang. "Semakin bertambah bulan, jarak daun semakin rapat, sehingga tidak ada ruang lagi di antara rumput. Dengan pemangkasan, justru bisa membagi ruang tadi. Tapi, dengan peremajaan rumput tumbuh semakin rapat dan menumpuk ke atas. Setiap daun yang tumbuh saling mendorong hingga bentuknya menjadi bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;TIPS&lt;br /&gt;1. Penyiraman dan pemupukan rumput harus dilakukan teratur. Jangan sampai tidak  disiram sama sekali.&lt;br /&gt;2. Cabuti gulma sejak dini, jangan sampai gulma terlalu melebar.&lt;br /&gt;3. Rumput gajah mini termasuk tanaman bandel. Berbeda dengan rumput peking dan swiss, jika tidak disiram selama dua bulan akan kering. Begitu tiba musim hujan, akan mati dan habis.&lt;br /&gt;4. Rumput gajah mini tidak antiair dan antisinar matahari. Rumput gajah mini bisa bertahan di musim hujan dan kemarau. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://tabloid%20nova/"&gt;www.tabloidnova.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-5444939708470121575?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/5444939708470121575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=5444939708470121575&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5444939708470121575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5444939708470121575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/rumput-gajah-mini-di-taman-rumah-kita.html' title='&lt;strong&gt;Rumput Gajah Mini di Taman Rumah Kita&lt;/strong&gt;'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SB6BZgrJPLI/AAAAAAAAALY/7UzCuqEBE-g/s72-c/1901_Dok%2520Nusa%2520Indah%2520Flora-%252001_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-4603350364154265923</id><published>2008-04-17T06:02:00.008+01:00</published><updated>2011-01-31T23:35:36.747Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Marionette, Horse of Ronggeng and Horse of Lumping Cultural of Indonesian Nation </title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAbfKTuKR4I/AAAAAAAAAJ4/9RvCty8nhZ4/s1600-h/wayang_golek.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190080988776646530" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAbfKTuKR4I/AAAAAAAAAJ4/9RvCty8nhZ4/s320/wayang_golek.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Marionette  form show of wood doll with engraving with character Sunda. This Show  usually done nighttime start at 22.00 till early morning or around at 04.00, taking story of Ramayana masterpiece evos of Valmiki or of Mahabrata masterpiece of Vyasa. This frequent Artistry dubbed in order to celebration of marriage or circumcision. Its growth, puppetplays of this frequent to golek even also show for the event of opening a institution or building.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Before decade 80-an, puppetplays of golek still dubbed  in kampongs, in house yard or in a esplanade with making of arranged podium in such a manner so that all audience can spatially witness title. Nowadays, after decade 80-an, the marionette art have can hotel merambah or club house and can directly look on or heard from radio or television.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAbfmjuKR5I/AAAAAAAAAKA/AgetB867qbo/s1600-h/kuda_renggong.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190081474107950994" src="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAbfmjuKR5I/AAAAAAAAAKA/AgetB867qbo/s320/kuda_renggong.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;Horse art of renggong  usually conducted for to enliven event celebration of circumcision. The pengantin  (some West Java area, child which conceived of  frequent dikhitan pengantin of circumcision) which have dirias usually in puppets cloth or godly clothes of Sunda climb of horseback as does a king. The horse previously [is] of course adorned  because will be made to ride the the king.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After finishing pageant circle, horse adorned the  show of atraktif guided by a pawing. In music accompaniment, horse of ronggeng will dance or conduct movement capable to inspire to feel to marvel audience, for example with movement lift both foreleg as high as possible at the same time dance with joy, or walk lilting as according to music accompaniment elapsing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAbgYTuKR6I/AAAAAAAAAKI/BfeWcJybqDc/s1600-h/kuda_lumping.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190082328806442914" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAbgYTuKR6I/AAAAAAAAAKI/BfeWcJybqDc/s320/kuda_lumping.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Horse of Lumping is art using rocking horse. First, the rocking horse made of  room ( bamboo matting). Using room materials because the materials is easy to waggled to peep out movement of meliuk-liuk as does a horse which is being dance. Art accompanied by music of gamelan music and of kendang pencak. The rocking horse imposed by a player which do not alter middle him ride a horse, with rocking horse mengibas-ngibaskan in music accompaniment &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dubbed  in a field. In its, horse art of lumping usually consist of more than twosome. This matter is strived so that look oning can draw attention, because followed more than two people, keseragaman of dance sometimes become one of  appearance fascination. In is final  of show, or after all player feel enough rocking horse attraction, frequent terminated with show of atraktif which look on strength. Sometimes, this show presenting many magical things, like show munch glass, cut arm with dagger, burning x'self, walk above fraction of glass, and others. This art show in celebration of circumcision.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from various source.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-4603350364154265923?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/4603350364154265923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=4603350364154265923&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4603350364154265923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4603350364154265923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/marionette-horse-of-ronggeng-and-horse.html' title='&lt;strong&gt;Marionette, Horse of Ronggeng and Horse of Lumping Cultural of Indonesian Nation &lt;/strong&gt;'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAbfKTuKR4I/AAAAAAAAAJ4/9RvCty8nhZ4/s72-c/wayang_golek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-3286722350734371824</id><published>2008-04-15T04:31:00.007+01:00</published><updated>2011-01-31T23:57:26.938Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Tradisional'/><title type='text'>Obat Hipertiroid di Kebun Kita (cipluan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAQiWTuKR3I/AAAAAAAAAJw/1WsRp2chMBg/s1600-h/378.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189310437284005746" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAQiWTuKR3I/AAAAAAAAAJw/1WsRp2chMBg/s320/378.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Riau, Jakarta, Singapura. Itulah kota-kota tempat Albertus Suharno mencari kesembuhan. 'Bola mata berputar dan serasa akan keluar,' kata pria kelahiran Yogyakarta, 8 Agustus 1944 itu. Suhu tubuhnya 40 oC, jakun membesar, dan sekujur tubuh bergetar. Albertus Suharno langsung mendatangi dokter perusahaan di Batam, Riau. Ia bekerja sebagai penyelia di perusahaan minyak asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasil diagnosis menyebutkan Suharno positif hipertiroid. 'Dokter juga tidak tahu penyebabnya, tapi yang paling mungkin adalah stres akibat pekerjaan,' kata suami Sri Widawati itu. Walau sakit, karyawan yang bertanggung jawab terhadap operasional pengeboran tetap bekerja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap akhir pekan, ia terbang ke Jakarta untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Pusat Pertamina sesuai rujukan dokter perusahaannya. 'Awalnya, saya juga dirawat inap di rumahsakit itu selama 2 minggu,' kata Suharno. Saat itu, ia diberi radioaktif yodium. Setelah mengkonsumsi kapsul cair berwarna bening itu, kerabatnya yang masih kecil, perempuan hamil, dan lanjut usia dilarang menjenguk. Sebab, obat itu berefek radiasi yang mampu mengubah peta gen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiperaktif &lt;br /&gt;Menurut Prof dr Slamet Suyono SpPD-KE, endokrinologis Rumahsakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, radioaktif yodium diberikan oral dalam bentuk pil atau cairan. Gunanya untuk mengatasi kelenjar yang hiperaktif. 'Lebih dari 80% pasien hipertiroid sembuh dengan dosis tunggal yodium radioaktif,' katanya. Setelah mengkonsumsi pil radioaktif, tiroid Suharno memang mengempis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, suhu tubuh normal dan gemetar pada tubuh pun hilang. Sayang, seminggu setelah pulang ke Batam, penyakit itu kambuh kembali disertai rambut rontok. Menurut Prof Slamet Suyono rontoknya rambut akibat obat radiasi untuk mengatasi hipertiroid. Disebut hipertiroid bila kadar hormon T4 melebihi ambang normal, 4,3-12,4 ug/dl. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher, di bawah jakun. Bobotnya kurang dari 28,4 g. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ringan, jangan anggap enteng tiroid alias gondok. Jika tiroid rusak menimbulkan dampak besar bagi tubuh. Setiap aspek metabolisme tubuh, dari detak jantung, pertumbuhan tinggi badan, hingga kecepatan tubuh membakar kalori, melibatkan kerja hormon pada tiroid. 'Terganggunya fungsi tiroid menyebabkan metabolisme tubuh terhambat,' kata endokrinologis alias ahli penyakit dalam yang berhubungan dengan hormon itu. Kelainan itu disebut trauma kelenjar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut rusak jika fungsi kelenjar menyimpang dari fungsinya untuk memproduksi dua macam hormon, T4 dan T3. Kondisi kelainan kelenjar bermacam-macam, yakni hipotiroid, hipertiroid, dan eutiroid. Hipo artinya kelenjar gagal memproduksi hormon seperti keadaan normal. Eutiroid terjadi bila kelenjar membesar, tapi fungsinya berjalan normal. Hipertiroid justru sebaliknya, kelenjar terlalu aktif memproduksi hormon hingga kadar T3 dan T4 melambung. Bobot tubuh pasien hipertiroid biasanya anjlok, mata melotot, dan badan sering berkeringat. Penderita juga sering marah-marah karena tidak bisa mengendalikan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi &lt;br /&gt;Hipertiroid mempengaruhi fungsi kelenjar hipotalamus dan testis. Beberapa penyebab hipertiroid adalah penyakit graves, berlebihnya konsumsi hormon tiroid, terjadi peradangan pada kelenjar tiroid, atau sekresi TSH (thyroid stimulating hormone) oleh kelenjar pituitari secara abnormal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak kunjung membaik, Suharno mencari kesembuhan ke Singapura. Dokter Mount Elizabeth Hospital, Singapura, mengatakan Suharno memang terjangkit hipertiroid. Itu sesuai hasil laboratorium yang menunjukkan nilai hormon tiroid T4 sebesar 18,0 ug/dl. Nilai FTI sebesar 21,4 ug/dl; kadar normal, 3,9-14,0 ug/dl. Sedangkan T3 sebesar 567 ng/dl; normal 80-220 ng/dl nilai TSH hanya 0,03 uIU/ml; kadar normal, 0,50-4,00 uIU/ml. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil laboratorium itu, dokter memberikan kembali pil radioaktif yodium 131 sebanyak 2 kali dan menyuruh mengkonsumsi propylthiouracil (PTU) 100 mg selama 2 pekan. Ia menjalani perawatan di Singapura 6 kali dalam 3 bulan. Hasilnya, bukan kesembuhan yang didapat tetapi tubuh menghitam dan kurus. Bobotnya tersisa 48 kg; sebelum sakit, 54 kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan nilai T3 tetap di atas ambang batas, yaitu 383 ng/dl; FTI 14,2 ug/dl, dan TSH kurang dari 0,03 uIU/ml. Suharno hampir putus asa mencari kesembuhan dengan obat kimia. Oleh karena itu ia menuruti saran temannya, Karno, untuk mengkonsumsi ciplukan. Tanaman asal Peru itu tumbuh di ladang atau lahan kosong. Buahnya bulat tertutup dalam kantong mirip lampion. Sekilas bentuknya persis kantong kemih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya ia diberi nama ilmiah Physalis peruviana. Dalam bahasa Yunani physalis berarti kantong kemih. 'Untung ada tanaman ciplukan di sekitar rumah,' kata Suharno yang tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor. Ayah 4 anak itu mencabut 3 tanaman setinggi rata-rata 50 cm beserta akarnya. Kemudian, pria 64 tahun itu mencuci bersih dan merebus ke-3 tanaman itu, termasuk buah dan akar, dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuh &lt;br /&gt;Ia meminum segelas ramuan itu 1 kali sehari. Dua hari kemudian kegiatan mengekstrak ramuan ciplukan berulang. 'Rasanya sangat pahit,' kata kakek 1 cucu itu. Sehari setelah 2 kali konsumsi ekstrak ciplukan, Suharno merasakan perubahan. Seluruh gejala penyakit yang hinggap di tubuhnya hilang. Saat bangun tidur, ia tak merasakan kelelahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung yang semula berdetak kencang atau tidak teratur alias palpitasi, suhu tubuh tinggi, gelisah, berkeringat, sesak napas, tangan gemetaran, dan otot lemah semuanya membaik. Yang menakjubkan jakunnya kempis. Sejak itu ia sembuh dari hipertiroid. Sudah 16 tahun penyakit itu tak pernah kembali merasuki tubuh Suharno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota famili Solanaceae itu terbukti ampuh mengatasi hipertiroid. Ciplukan mengandung senyawa asam sitrun, fisalin, asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, dan vitamin C. Di Indonesia belum ada riset ilmiah yang membuktikan kemujaraban kerabat tomat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di mancanegara banyak ahli menelitinya. Mahmood Vessal dari Departemen Biokimia Shiraz University of Medical Sciences, Iran, misalnya, membuktikan keampuhan ciplukan mengatasi hipertiroid. Ia menginjeksi ekstrak ciplukan ke tikus betina dewasa. Hasilnya, aktivitas lysyl-aminopeptidase (Lys-AP) pada pituari meningkat 50% dan 45% basomedial hypothalamus (BMH). Nilai itu mirip dengan pemberian beta estradiol 15 ?g selama 5-8 hari ke tikus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tikus diberikan beta estradiol sekaligus larutan ciplukan meningkatkan aktivitas enzim pituitari sebanyak 9% dan hipotalamus 5%. Dengan meningkatnya aktivitas enzim hipotalamus dan pituari, sekresi TSH yang tidak beraturan dapat dicegah. Departemen Farmasi Universitas Cartagena, Kolumbia menemukan ciplukan bersifat imunomodulator alias peningkat kekebalan dan juga antipembengkakan. Tumbuhan yang di sini disia-siakan itu ternyata berkhasiat mengatasi hipertiroid. (Vina Fitriani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber www.trubus-online.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-3286722350734371824?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/3286722350734371824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=3286722350734371824&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/3286722350734371824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/3286722350734371824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/obat-hipertiroid-di-kebun-kita-cipluan.html' title='&lt;strong&gt;Obat Hipertiroid di Kebun Kita &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;(cipluan)&lt;/em&gt;'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAQiWTuKR3I/AAAAAAAAAJw/1WsRp2chMBg/s72-c/378.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-6505984962252337240</id><published>2008-04-14T06:28:00.007+01:00</published><updated>2011-01-31T23:56:09.063Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Tradisional'/><title type='text'>Berbagi Pengalaman " Batuk Anakku Kok Ga sembuh-sembuh yaa? Badannya Panas Lagi"</title><content type='html'>Abdillah Daffa Zaini&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAL_AzuKR1I/AAAAAAAAAJg/Y_0ZQbaSpHE/s1600-h/daffa+kembar.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188990110033135442" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAL_AzuKR1I/AAAAAAAAAJg/Y_0ZQbaSpHE/s400/daffa+kembar.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Anak kecil memang rentan terkena penyakit, kena angin saja kadang-kadang bisa sakit panas, penyebab anak-anak sakit mungkin karena sistem kekebalan tubuh anak yang belum atau mungkin penyebab yang lain. Anak saya yang pertama tahun 2007  sampai harus dirawat dirumah sakit karena batuk dan disertai panas dan juga muntah-muntah sehingga makanan tidak bisa masuk kedalam tubuh sehingga harus dirawat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dites darah oleh dokter dinyatakan bahwa anak saya sakit radang tenggorokan dan dirumah sakit memakan waktu sekitar 8 hari sehingga anak saya badanny kurus.&lt;br /&gt;dokter menyatakan yang penting makan dan susunya mau terus dikasih saja pelan-pelan supaya pulih keadaanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ini pengalaman pertama saya menangani anak saya yang sakit dan akhirnya saya bawa pulang karena kondisinya berangsur-angsur membaik tetapi batuknya tetap belum kunjung sembuh 100 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah saya dan isteri berinisiatif untuk mengganti susu anak saya dengan susu yang rendah lemak karena berdasarkan pengalaman teman dan tetangga bisa jadi anak tidak cocok dengan susu tersebut dan batuknya mulai sembuh dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu anak saya yang pertama mulai batu lagi dan disertai dengan panas hampir sama dengan pengalaman yang lalu.saya berinisiatf untuk memberikan obat panas dan batuk sendiri yang dibeli di apotik yang mereknya sama dengan yang diberikan oleh dokter dan tak kunjung sembuh malah anak saya yang kedua ikut terkena batuk dan badannya panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut pengalaman masa lalu terulang kembali maka anak saya bawa ke dokter anak dan beberapa hari kemudian kedua anak saya belu juga sembuh dan saya sudah memperkirakan berapa biaya yang harus saya tanggung untuk dua anak saya dirumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya kerumah sakit ada teman kantor yang menyarankan untuk mencoba dulu pake ramuan tardisional yaitu dengan kunyit, madu dan kencur yaitu kencir dan kunyit di parut kemudian diperas pake air hanggat selanjutnya dicampur dengan madu yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ramuan tersebut diberiakn pagi siang dan sore dan alhamdulillah anak saya sembuh dan tidak jadi masuk rumah sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;semoga bermanfaat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;abdul zaini pengalaman pribadi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-6505984962252337240?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/6505984962252337240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=6505984962252337240&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6505984962252337240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6505984962252337240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/berbagi-pengalaman-batuk-anakku-kok-ga.html' title='&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berbagi Pengalaman &lt;/em&gt;&quot; Batuk Anakku Kok Ga sembuh-sembuh yaa? Badannya Panas Lagi&quot;&lt;/strong&gt;'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/SAL_AzuKR1I/AAAAAAAAAJg/Y_0ZQbaSpHE/s72-c/daffa+kembar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-8369121060154362299</id><published>2008-04-06T14:29:00.006+01:00</published><updated>2011-01-31T23:36:47.338Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Tradisional'/><title type='text'>Bingung pilih obat batuk ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_jTJ21c-YI/AAAAAAAAAJY/FhxTPt6jioc/s1600-h/pilihobat.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186127137209121154" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_jTJ21c-YI/AAAAAAAAAJY/FhxTPt6jioc/s320/pilihobat.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Kita seringkali bingung dalam memilih obat batuk mana yang ingin kita beli. Begitu banyak ragam obat batuk yang dijual bebas di pasaran. Apalagi jika kita melihat iklan di radio atau televisi, tiap produsen berlomba-lomba menawarkan obat batuk dengan formula terbaru, efek sembuh tercepat, atau bahkan formula tanpa kantuk karena selama ini obat batuk identik dengan efek mengantuk. Padahal, jenis batuk tidak bisa disamakan, apalagi karena penyebabnya bisa bermacam-macam. Tak heran apabila kita mencoba mengobati sendiri, jarang membawa kesembuhan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Batuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuk adalah suatu mekanisme perlindungan berupa reflek fisiologis yang bertujuan untuk mengeluarkan dan membersihkan saluran pernapasan dari 'benda asing' yang merangsang terjadinya reflek tersebut.&lt;br /&gt;Reflek batuk dapat ditimbulkan oleh :&lt;br /&gt;1.  Rangsangan mekanis, misalnya asap rokok, debu, tumor&lt;br /&gt;2.  Adanya perubahan suhu mendadak&lt;br /&gt;3.  Rangsangan kimiawi, misalnya gas dan bau-bauan&lt;br /&gt;4.  Adanya peradangan / infeksi&lt;br /&gt;5.  Reaksi alergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain oleh kelima penyebab di atas, batuk pun merupakan gejala yang lazim terjadi pada penderita penyakit typus, penderita dekompensasi jantung dan pada penderita penyakit cacing gelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa ada batuk yang produktif (karena mengeluarkan zat-zat asing dan dahak dari tenggorokan) dan ada pula yang tidak produktif atau kering. Atau pengeluaran dahak memang tidak mungkin, misalnya pada tumor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Obat Batuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memilih obat yang cocok, kita harus tahu terlebih dahulu apa penyebab batuk. Misalnya, batuk yang disebabkan oleh infeksi harus diberikan obat yang berkhasiat membunuh kuman, dan jangan diberi obat untuk melawan alergi. Dan penderita batuk karena alergi tidak perlu diberi antibiotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis obat batuk dapat dibagi dalam dua golongan obat :&lt;br /&gt;1. Expectorantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat batuk ini ditujukan untuk jenis batuk berdahak, karena dapat mempertinggi sekresi saluran pernapasan atau mencairkan dahak. Kandungan obat batuk yang mungkin ada dalam jenis expectorantia ini adalah zat yang bersifat mencairkan dahak sehingga mudah dikeluarkan, misalnya guaiafenesin atau gliserin guaiacolat (GG), ammonium klorida (NH 4 Cl), dan kalium yodida (KI). Obat batuk jenis ini seringkali dicampur dengan ramuan tumbuh-tumbuhan seperti jahe dan mint sehingga memberikan rasa hangat pada tenggorokan.&lt;br /&gt;2. Non-expectorantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat batuk ini ditujukan untuk jenis batuk kering. Ada dua golongan zat aktif yang biasa digunakan, yaitu :&lt;br /&gt;•  Golongan Alkaloid Morfin, seperti kodein, dionin, dan lain-lain. Obat ini bersifat narkotis dan menimbulkan ketagihan, karenanya hanya dapat dibeli dengan resep dokter&lt;br /&gt;•  Golongan Non-Morfin, di mana jenis zat aktif ini tidak menimbulkan ketagihan seperti dextromethorphan (DMP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk batuk yang yang disebabkan oleh infeksi/peradangan, diperlukan obat-obat antibiotik yang harus melalui pemeriksaan yang seksama oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak produsen obat batuk memasang jargon 'tanpa efek kantuk' pada formulanya. Hal ini karena pada formula obat batuk biasanya mengandung zat antihistamin, yang bekerja sebagai anti alergi. Zat-zat antihistamin inilah yang menyebabkan timbulnya efek kantuk. Obat batuk tanpa efek kantuk biasanya tidak mengandung zat antihistamin sama sekali, atau menggunakan zat antihistamin golongan baru yang tidak memiliki efek mengantuk. Antihistamin dengan efek samping kantuk yang biasa terdapat dalam formula obat batuk adalah Chlorfeniramine maleat atau CTM dan difenhidramin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali produsen memformulasikan obat batuk untuk berbagai jenis batuk, di mana dalam satu formula terdapat bahan aktif pengencer dahak, bahan aktif untuk batuk kering, dan disempurnakan dengan penambahan antihistamin untuk mendapat efek 'paripurna', satu obat untuk semua. Sebenarnya langkah ini kurang tepat karena penderita harus minum obat yang seharusnya tidak diperlukan, yang berarti menambah penggunaan bahan kimia dalam tubuh yang sedikit banyak pasti memberikan pengaruh bagi tubuh kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi perlu diingat bahwa pada dasarnya, obat adalah 'racun'.&lt;br /&gt;Kebanyakan orang menganggap ringan penyakit batuk, dan mengira bahwa penyakit ini bisa hilang sendiri. Walau demikian, bukan tidak mungkin bahwa batuk yang berkepanjangan, selain sangat menjengkelkan dan bisa menular, bisa juga menimbulkan infeksi sekunder pada saluran pernapasan. Sebaiknya, bila dalam tiga hari batuk tidak kunjung mereda, periksakan diri Anda ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber www.mediasehat.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-8369121060154362299?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/8369121060154362299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=8369121060154362299&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8369121060154362299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8369121060154362299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/bingung-pilih-obat-batuk.html' title='Bingung pilih obat batuk ?'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_jTJ21c-YI/AAAAAAAAAJY/FhxTPt6jioc/s72-c/pilihobat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-368182980247999136</id><published>2008-04-05T15:20:00.007+01:00</published><updated>2011-01-31T23:37:06.866Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Seni Arsitektur Suku Dayak di Kaltim</title><content type='html'>Lamin suku dayak&lt;br /&gt;Photo: A.W. Nieuwenhuis, 1900&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_eL6m1c-UI/AAAAAAAAAI4/em0hVKWOmk0/s1600-h/lamin1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185767334913833282" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_eL6m1c-UI/AAAAAAAAAI4/em0hVKWOmk0/s320/lamin1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Rumah tradisional suku Dayak dikenal dengan sebutan Lamin. Bentuk rumah adat Lamin dari tiap suku Dayak umumnya tidak jauh berbeda. Lamin biasanya didirikan menghadap ke arah sungai. Dengan bentuk dasar bangunan berupa empat persegi panjang. Panjang Lamin ada yang mencapai 200 meter dengan lebar antara 20 hingga 25 meter. Di halaman sekitar Lamin terdapat patung-patung kayu berukuran besar yang merupakan patung persembahan nenek moyang (blang)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_eMRm1c-VI/AAAAAAAAAJA/zfn7d40wsQU/s1600-h/lamin2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185767730050824530" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_eMRm1c-VI/AAAAAAAAAJA/zfn7d40wsQU/s320/lamin2.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamin berbentuk rumah panggung (memiliki kolong) dengan menggunakan atap bentuk pelana. Tinggi kolong ada yang mencapai 4 meter. Untuk naik ke atas Lamin, digunakan tangga yang terbuat dari batang pohon yang ditakik-takik membentuk undakan dan tangga ini bisa dipindah-pindah atau dinaik-turunkan. Kesemua ini adalah sebagai upaya untuk mengantisipasi ancaman serangan musuh ataupun binatang buas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, Lamin dihuni oleh banyak keluarga yang mendiami bilik-bilik didalam Lamin, namun kebiasaan itu sudah semakin memudar di masa sekarang. Bagian depan Lamin merupakan sebuah serambi panjang yang berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan upacara perkawinan, melahirkan, kematian, pesta panen, dll. Di belakang serambi inilah terdapat deretan bilik-bilik besar. Setiap kamar dihuni oleh 5 kepala keluarga.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_eNWG1c-WI/AAAAAAAAAJI/FAO3NbfPOu4/s1600-h/longwai.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185768906871863650" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_eNWG1c-WI/AAAAAAAAAJI/FAO3NbfPOu4/s320/longwai.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Lamin kediaman bangsawan dan kepala adat biasanya penuh dengan hiasan-hiasan atau ukiran-ukiran yang indah mulai dari tiang, dinding hingga puncak atap. Ornamen pada puncak atap ada yang mencuat hingga 3 atau 4 meter. Dinding Lamin milik bangsawan atau kepala adat terbuat dari papan, sedangkan Lamin milik masyarakat biasa hanya terbuat dari kulit kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber www.kutaikertanegara.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-368182980247999136?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/368182980247999136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=368182980247999136&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/368182980247999136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/368182980247999136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/seni-arsitektur-suku-dayak-di-kaltim.html' title='Seni Arsitektur Suku Dayak di Kaltim'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_eL6m1c-UI/AAAAAAAAAI4/em0hVKWOmk0/s72-c/lamin1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-1410210369334294105</id><published>2008-04-04T00:36:00.008+01:00</published><updated>2011-01-31T23:55:28.240Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Reog Ponorogo Budaya Bangsa Indonesia</title><content type='html'>Reog diatas danau&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_VrIm1c-RI/AAAAAAAAAIg/JuhEjYVCjOU/s1600-h/reog+diatas+danau.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185168341594863890" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_VrIm1c-RI/AAAAAAAAAIg/JuhEjYVCjOU/s320/reog+diatas+danau.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu yang lalu budaya kita yaitu Reog Ponoroga diklaim sebagai budaya bangsa Malaysia. Pelbagai protes dilakukan kenegri jiran tersebut mulai dari mahasiswa, budayawan, sampai pada pelaku seni Reog Ponorogo sendiri,  mereka berdemonstrasi di kedutaan besar Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan pelaku seni Tarian Reog, patung reog yang berada di Malaysia merupakan buatan dari Indonesia yaitu kota Ponorogo yang dipesan beberapa tahun yang lalu. Kalau kita telusuri bagaimana kebudayaan reog ini dimulai dan berkembang di negera Indonesia? banyak versi cerita yang berkembang di masyarakat saya mencoba untuk mengumpulkan cerita tersebut dan yang saya anggap pas saya tuangkan pada tulisan ini semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Budaya reog ini dimulai dari  Ponorogo, Tarian Reog  diciptakan oleh salah satu dari para raja Kediri di  abad 12. hasil suatu pertempuran dari dongeng antara Pujangga Anom yang merupakan menteri dari lingkungan Ponorogo, dengan Singa Barong, Roh Wali hutan Lodoyo.  Kemarahan Singa Barong ketika pujangga Anom mencuri 150 harimau dari hutan untuk ditawarkan sebagai pembayaran mas kawin untuk seorang puteri Kediri, anak dari raja Ponorogo yang akan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu rombongan reog pada umumnya terdiri dari karakter yang prinsip yaitu Singa Barong, memakai  merak dan kepala harimau mahabesar memutar baling-baling topeng, dan musuh nya Pujangga Anom. Mereka ditemani oleh satu atau lebih penari bertopeng seperti halnya sejumlah penari kuda kegemaran yang merupakan pasukan Pujangga Anom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Ponorogo mempunyai suatu reputasi untuk tabah, baik secara phisik dan  mental. Kualitas keberanian dipertunjukkan  dalam suatu tarian  reog, di mana fokus perhatian adalah pada  penari dalam keadaan tak sadarkan dirinya mampu mengankat  topeng raksasa dengan giginya  yang beratnya lebih dari 40 kg, Topeng adalah berupa  kepala harimau yang ditutupi  kulit harimau asli dan dimahkotai dengan  tiga meter bulu merak yang berbentuk seperti kipas.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_Vrpm1c-SI/AAAAAAAAAIo/Q9fEGhUrocQ/s1600-h/Copy+of+sungai+diatas+sungai+.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185168908530546978" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_Vrpm1c-SI/AAAAAAAAAIo/Q9fEGhUrocQ/s320/Copy+of+sungai+diatas+sungai+.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;Kemampuan penari untuk   sukses membawa beban topeng tergantung pada  tenaga  gaib. pemimpin rombongan tarian. Kenal sebagai warok, orang ini dipercaya  menguasai bakat khusus, diperoleh bertahun-tahun pelatihan. Salah satu  corak yang unik  tarian reog adalah penari jaran kepang  anak-anak lelaki  muda yang wanita-wanita, yang dikenal sebagai Gemblak, mereka menemani warok dan  terlarang berhubungan dekat dengan wanita, dalam  penampilan tournya. Kontes Tarian Reog diperkenalkan tiap-tiap tahun oleh pemerintah yang lokal . Ngebel, danau alami dan batik tulis dari Ponorgo juga bermanfaaat untuk dilihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reog Ponorogo: Harimau, Merak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kepala harimau dan bulu merak yang lebar adalah corak yang prinsip dari tarian  tradisional Reog Ponorogo. Berat  topeng yang  disebut sebagai Dhadhak Merak, mencapai 40 kg atau bahkan 100 kg, yang dibawa oleh seorang penari, berputar-putar, naik dan turun. Kepala harimau menandakan suatu pahlawan. Warok,  membawanya harus mempunyai suatu kekuatan gaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhadhak Merak, sering dikenal sebagai Singobarong, dilakukan sebagai menyambut tarian untuk para tamu terhormat, atau sebagai atraksi, lengkap dengan atribut nya. Sebagai contoh, pemain peran Prabu  Raja Kelana Sewandono, dengan kemampuan  gaib nya, selalu membawa cambuk kudus ditangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang lain yang berperan sebagai penari adalah  Bujangganong, seorang gubernur di bawah kekuasaan  Raja Kelana Sewandono. Ia adalah suatu pahlawan dengan suatu wajah jelek, memakai topeng berwarna merah, hidung panjang, rambut berantakan dan gigi bertaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regu pemain lengkap dengan pengendara  kuda yang dibuat dari bambu atau kulit binatang. Mereka sebagai  tentara pengawal Raja Kelana Sewandono pada perjalanan nya. Dahulu ini penari  jaran kepang ini dimainkan oleh Gemblak tetapi sekarang mereka biasanya wanita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total jumlah satu regu Reog  adalah antara 20 sampai 40 anggota, mencakup pahlawan yang gaib yang disebut waroks dengan pinggang dan dada terbuka, simbol kekuatan gaib.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_VsWm1c-TI/AAAAAAAAAIw/1fF3J1wkXvA/s1600-h/reog+ponorogo.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185169681624660274" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_VsWm1c-TI/AAAAAAAAAIw/1fF3J1wkXvA/s320/reog+ponorogo.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut sejarah  Tarian Reog berasal dari jaman agung  Kerajaan Kediri sekitar  abad 15th. Daerah Ponorogo disebut Wengker, tempat kedudukan kerajaan Bentarangin ( sekarang area kecamatan Sonoroto) di bawah Raja Kelana Sewandono. Ia mempunyai seorang gubernur, Pujangga Anom ( dalam Reog Tarian Reog dikenal Bujangganong). Pada suatu malam Kelana Sewandono yang bermimpi bertemu dengan seorang puteri cantik, Songgolangit. Ia jatuh  cinta pada putri  dan memerintahkan pada gubernurnya untuk meminta  puteri itu. Proposal ini telah diterima pada dengan syarat  Raja harus menyajikan suatu atraksi yang masih yang tak dikenal pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Kelana Sewandono kemudian memutuskan untuk membunuh Raja yang kuat Singo Barong, yang digambarkan sebagai raja dengan  kepala harimau yang tegas dengan bulu merak yang lebar. Pemenangnya Raja Kelana Sewandono kemudian memasuki prosesi ke istana puteri, Singo Barong yang telah dikalahkan. Prosesi sepanjang perjalanan kepada istana, mendapat perhatian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain mengatakan bahwa Tarian Reog adalah suatu isyarat atas raja Majapahit,  yang menikah seorang Puteri Cina. Kekuasaan raja kemudian digambarkan telah dikalahkan oleh kecantikan Puteri Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelbagai versi cerita yang terpenting memang budaya ini telah kita miliki sejak dahulum kala karena berbagai versi cerita semuanya berasal dari bangsa indonesia.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;abdul-zaini dari berbagai sumber.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-1410210369334294105?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/1410210369334294105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=1410210369334294105&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1410210369334294105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1410210369334294105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/reog-ponorogo-budaya-bangsa-indonesia.html' title='Reog Ponorogo Budaya Bangsa Indonesia'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_VrIm1c-RI/AAAAAAAAAIg/JuhEjYVCjOU/s72-c/reog+diatas+danau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-5678722145462894633</id><published>2008-04-03T04:06:00.004+01:00</published><updated>2011-01-31T23:37:48.881Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Sulap Sampah Jadi Bensin</title><content type='html'>&lt;i&gt;Kelapa sawit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_ROJ21c-QI/AAAAAAAAAIY/pfBxsne91to/s1600-h/340.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184855002255784194" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_ROJ21c-QI/AAAAAAAAAIY/pfBxsne91to/s320/340.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Gundukan limbah sawit itu meninggi setiap hari. Limbah berupa bekas cangkang, serat, pelepah sawit, batang sawit di lahan seluas lapangan sepak bola itu mengeluarkan bau tak sedap. 'Satu pabrik kelapa sawit bisa menghasilkan 100 ton limbah,' kata Isroi, periset Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor. Limbah tak berfaedah? Sampah itu potensial sebagai pengisi tangki mobil. Limbah sawit untuk premium mungkin masih terdengar aneh. Namun, 'Limbah kaya biomassa paling potensial saat ini,' kata Agus Eko Tjahyono, kepala Balai Besar Teknologi Pati, BPPT. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah sawit kaya selulosa dan hemiselulosa. Tandan kosong kelapa sawit saja masing-masing mengandung 45% selulosa dan 26% hemiselulosa. Tingginya kadar selulosa pada polisakarida itu dapat dihidrolisis menjadi gula sederhana dan selanjutnya difermentasi menjadi etanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah kelapa sawit jumlahnya melimpah. Sebuah pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 60 ton tandan/jam dapat menghasilkan limbah 100 ton/hari. Di Indonesia terdapat 470 pabrik pengolahan kelapa sawit. Limbahnya mencapai 28,7-juta ton dalam bentuk cair dan 15,2-juta ton limbah padat per tahun. 'Jika seluruh limbah sawit diolah menjadi etanol bisa menggantikan seluruh kebutuhan premium,' kata Isroi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerami padi &lt;br /&gt;Dr Ronny Purwadi, periset Departemen Teknologi Kimia Institut Teknologi Bandung sukses mengolah limbah kelapa sawit menjadi bioetanol. Ia mencacah tandan konsong kelapa sawit bersama limbah lainnya secara manual. 'Di Indonesia alatnya belum tersedia, di Malaysia sudah dijual bebas,' kata pria kelahiran Bandung itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumnus Departemen Teknik Kimia, Chalmers University, Swedia itu kemudian memberikan larutan asam sulfat encer berkonsentrasi 1-3% sebagai bagian dari tahap hidrolisis. Proses pemanasan dalam hidrolisis terbagi 2, yaitu pemisahan lignin dan pemisahan lignoselulosa untuk menghasilkan gula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memecah lignin, Ronny memanaskan cacahan kelapa sawit pada suhu 120-170oC dengan tekanan 4 bar. Proses berlangsung 0,5-1 jam menggunakan perebus otoklaf. Setelah selesai, hidrolisis berpindah ke otoklaf lainnya. Proses hidrolisis kedua, dengan suhu 240oC selama 45 menit. Hasilnya berupa hidrolisat gula terpisah dari kotoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses selanjutnya mirip fermentasi bioetanol lain menggunakan mikroba Sacharomycetes cereviceae. Fermentasi dalam fermentor pada pH 5 dan suhu 30oC selama 16-24 jam. Pengadukan dan pemanasan harus kontinu agar suhu dan pH stabil. 'Rendemen yang diperoleh sekitar 12%,' kata Ronny. Artinya dari 1 ton limbah kelapa sawit dihasilkan 120 liter bioetanol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip &lt;br /&gt;Selain tandan kelapa sawit, bahan baku bioetanol lain: jerami. 'Secara garis besar pengolahan limbah yang berasal dari serat sama,' kata Isroi. Jerami padi kaya selulosa dan hemiselulosa masing-masing 39% dan 27,5%. Oleh sebab itu ia mengujicoba jerami sebagai bahan baku bioetanol. Ia mengumpulkan 10 ton jerami padi segar di ruang terbuka. Batang padi kemudian dipotong kecil-kecil, 0.5-1 cm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacahan jerami kemudian direndam kapur 0,5% selama 1-2 minggu. Alumnus pascasarjana IPB itu menghidrolisis bahan dengan mencampurkan asam sulfat berkonsentrasi 1-5% dan suhu hingga 180oC. Setelah itu prosesnya mirip fermentasi bioetanol pada umumnya. Mikroba yang digunakan ragi roti alias Sacharomycetes cereviceae. Mikroba lain harus mampu mengkonversi silosa berupa selulosa dan hemiselulosa berantai karbon 5 menjadi bioetanol. 'Untuk itu, saya menyeleksi ribuan mikroorganisme,' kata Isroi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hidrolisat difermentasi selama 16-24 jam, tahap berikutnya purifikasi etanol. Proses purifikasi etanol ini sama dengan purifikasi ethanol dari singkong. Prosesnya meliputi destilasi dan dehidrasi. Proses destilasi meningkatkan kandungan etanol hingga 95%. Sisa air dihilangkan dengan proses dehidrasi hingga kandungan etanol mencapai 99.5%. Etanol siap dimasukkan ke tangki kendaraan bermotor. Rendemennya mencapai 7,65%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya, jika produksi jerami padi 10-15 ton/ha berkadar air 60%, bisa diolah menjadi 766-1.148 liter etanol/ha. 'Biaya produksinya pun lebih rendah dibandingkan mengimpor etanol,' kata Isroi. Menurut data BPS pada 2006, luas sawah di Indonesia 11,9-juta ha. Artinya, potensi jerami padi 119-juta ton yang berpotensi menghasilkan lebih dari 9,1-miliar liter etanol. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan bensin nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembang &lt;br /&gt;Di Indonesia penelitian pengolahan limbah selulosa menjadi etanol masih sangat minim. 'Swedia telah memproduksi bioetanol dari limbah pulp kertas,' kata Ronny, yang berguru pada Prof J M Taherzadeh, ahli etanol selulosik dunia. Swedia memulai riset etanol berbasis selulosa semenjak 1995 pada skala laboratorium. Lantas, sejak 2005 negara itu membuat pilot plant skala kecil dengan memproduksi 200 l/hari. 'Jumlah itu cukup lantaran jumlah mobil masih sedikit,' kata Ronny. Harganya pun murah: 5 krone alias Rp6.000/liter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Amerika, para peneliti menganalisis ongkos produksi etanol asal selulosik dan dari biji-bijian. Mark Wright dan Robert Brown periset Iowa State University, Amerika Serikat dalam penelitiannya menunjukkan produksi bahan bakar asal biji-bijian secara konvensional meningkat US$9 sen/liter. Itu lantaran harga bahan baku menjulang. Sedangkan biaya produksi etanol selulosik turun US$9,5 sen/liter karena kemajuan teknologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kaya dengan matahari dan air, sehingga tanaman selulosa mudah tumbuh. Jika didukung penelitian memadai, produksi bioetanol selulosik efektif untuk dikembangkan. 'Limbah biomassa paling potensial karena tidak bersaing dengan pangan,' kata Meine van Noordwijk, direktur regional International Centre for Research in Agroforestry, Bogor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi bioetanol dari limbah tak butuh penanaman khusus sehingga tidak perlu perluasan lahan dan penggunaan pupuk kimia. Selain itu, penggunaan limbah juga membantu mengatasi permasalahan lingkungan seperti polusi air, udara, dan tanah. (Vina Fitriani/Peliput: Faiz Yajri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber www.trubus-online.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-5678722145462894633?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/5678722145462894633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=5678722145462894633&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5678722145462894633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5678722145462894633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/sulap-sampah-jadi-bensin.html' title='Sulap Sampah Jadi Bensin'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_ROJ21c-QI/AAAAAAAAAIY/pfBxsne91to/s72-c/340.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-2793176801856618165</id><published>2008-04-02T01:34:00.004+01:00</published><updated>2011-01-31T23:38:04.027Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>HIDUP SEMU TANPA IBADAH</title><content type='html'>&lt;i&gt;Renungan hari ini Rabu 2 April 2008&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sebagai insan yang ber iman ke Allah swt tentu kita tahu bahwa semua yang harus kita lakukan harus berkiblat kepadaNya, mulai dari makan, minum, bekerja, bahkan sampai kehidupan kita yang paling pribadi semua ada tata karamanya,aturannya. dalam pikiran saya bahwa agama islam agama yang paling komplek mengatur kehidupan kita dan saya pun sadar bahwa banyak hikmah dalam setiap aturan tadi dan secara nalarpun dapat saya terima.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua aturan yang kita tahu atau yang kita pelajari berapa persen kita dapat melaksanakannya dari yang wajib maupun dari yang sunnah tentunya kita dapat mengukur seberapa keimanan kita dengan persentase melakukan ibadah maupun mualamah tersebut saya bercita-cita bisa 100% melakukannya tapi pada kenyataannya banyak kendala dari dalam diri saya sendiri yang menghalangi mulai dari penyakit malas maupun penyakit malu kepada orang lain takut riya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya segala prilaku kita tanpa saya sadari seolah semu belaka tanpa dilandasi pondasi yang kokoh yaitu atas perinta Allah swt karena hanya untuk dapat pujian, karir yang meningkat, harta kekayaan yang melimpah dan kebahagian meskipun belum tentu dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo dipikir-pikir semua itu nanti kita tinggalkan seberapun pujian, harta kekayaan, kita tinggalkan kita hanya jadi mayat yang tidak bisa apa-apa jadi sebernya apa yang kita cari dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terpenting jangan sampai waktu yang ada di dunia ini kita gunakan tidak terarah, dan tahu-tahu batas waktu kita telah habis. Kita semua tahu tujuan hidup kita adalah untuk ibadah dan mencari harta untuk ibadah jadi semua alurnya ibadah kepada Allah tanpa itu semua kehidupan adalah semu belaka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-2793176801856618165?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/2793176801856618165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=2793176801856618165&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2793176801856618165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2793176801856618165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/04/hidup-semu-tanpa-ibadah.html' title='HIDUP SEMU TANPA IBADAH'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-8562992461720202032</id><published>2008-03-31T01:32:00.005+01:00</published><updated>2011-01-31T23:53:40.149Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Wisata Religi dan Bahari Lamongan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_A7JG1c-OI/AAAAAAAAAII/ynDFsypuqsg/s1600-h/Gerbang-2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183708198743111906" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_A7JG1c-OI/AAAAAAAAAII/ynDFsypuqsg/s320/Gerbang-2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Sunan Drajat dan Tanjung Kodok adalah dua nama bermagnit kuat sepanjang masa. &lt;br /&gt;mampu menyedot jutaan peziarah dan wisatawan nusantara maupun manca negara. Keduanya kini jadi icon wisata dan pintu gerbang informasi perekonomian rakyat Lamongan dengan dunia luar. Tiada mengenal waktu, siang dan malam, berjalan kaki atau berombongan naik mobil dan bus-bus, berduyun..duyun orang silih berg anti berdatangan berziarah mengunjungi makam Sunan Drajat dalam route tour Walisongo. Daya tarik Sunan Drajat membawa berkah mengalirnya uang bermilyar-milyar rupiah dari para peziarah, mampu menggerakkan berbagai aktifitas perekonomian rakyat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena sosial wisatawan religi, budaya dan ekonomi itu dikemas untuk menggerakkan perekonomian rakyatnya dengan memanfaatkan potensi kunjungan jutaan wisatawan religi yang tiada putus-putusnya itu, dihadang diroute bersejarah jalan raya Deandels untuk mampir pula menikmati keajaiban isi perut bumi Gua Maharani dan keindahan alam pantai wisata bahari Tanjung Kodok. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_A7c21c-PI/AAAAAAAAAIQ/gaUqaDlRYkk/s1600-h/Masjid%2520WBL.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183708538045528306" src="http://2.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_A7c21c-PI/AAAAAAAAAIQ/gaUqaDlRYkk/s320/Masjid%2520WBL.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek wisata lokalan itupun kemudian dibangun bertaraf internasional dengan manajemen modern dibawah payung PT. Bumi Lamongan Sejati, sebuah perusahaan patungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan PT. Bunga Wangsa Sejati yang berhasil membangun dan mengembangkan Jatim Park Batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjung Kodok kini bertrade mark baru Wisata Bahari Lamongan WBL Tanjung Kodok atau Jatim Park II.Obyek wisata alam pantai berbatu cadas mirip kodak itu dulu tanggal 11 Juni 1983 dijadikan lokasi penelitian gejala astronomi gerhana matahari total oleh NASA Arnerika Serikat. Kini dilokasi .itu dibangun secara besar-besaran dan profesional dengan studi perpaduan konsep Wisata Bahari Ancol Jakarta, Singapura dan pantai Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Wisata Bahari Lamongan Tanjung Kodok terapat replika ziarah Walisongo, pemandian dan kolam renang air tawar dan air laut, arena ketangkasan, playground remaja, sepeda air dan speed boat, rumah sakit hantu, istana bawah laut, rumah kucing, arena motor cross, pondok penginapan pelajar, Qua insectarium, arena gocar, lapangan tenis, menara rukyat, cottage dan hotel dengan pelayanan Islami, restoran dan berbagai fasilitas wisata menarik lainnya yang masih terus dikembangkan di kawasan jelajah seluas 20ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan wisata ini juga dekat dengan sentra kerajinan emas, batiktulis dan bordir desa Sendang Agung dan Sendang Duwur serta pusat pendaratan ikan terbesar Jawa Timur di pelabuhan Brondong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber www.lamongan.go.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-8562992461720202032?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/8562992461720202032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=8562992461720202032&amp;isPopup=true' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8562992461720202032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8562992461720202032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/wisata-religi-dan-bahari-lamongan.html' title='Wisata Religi dan Bahari Lamongan'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R_A7JG1c-OI/AAAAAAAAAII/ynDFsypuqsg/s72-c/Gerbang-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-7329119091459914881</id><published>2008-03-27T08:33:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:53:14.260Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Agricultural Country Which Lacking Of Food Ironic Really</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R-tdjm1c-MI/AAAAAAAAAH4/oHEWaiG-IpU/s1600-h/sawah.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182338662521436354" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R-tdjm1c-MI/AAAAAAAAAH4/oHEWaiG-IpU/s320/sawah.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;By : Abdul Zaini*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Price all sort of requirement of high fundamental us feel with from day to day  price requirement of fundamental still not go down but even continue to crawl to go up to start from rice, cooking oil, soy, paprika and others. It is of course to family owning production by the skin of one's teeth have to be clever arrange finance even do not seldom many society we which must rob Peter to pay Paul to live on. For them simply to eat to to represent very special matter.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As child a small farmer in my countryside really feeling how to concern to become farmer family, I who at that time still age flog year have to assist old fellow to be able to go to school, that is by looking after goat because it is true production of old fellow of agriculture it is true fall short. Production of my old fellow only can be used to eat everydayly. In our area which is majority is farmer try to look for other earnings by looking after livestock animal and with capital which  its rate ala hence do not we are house seldom with our livestock animal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In myself or possible each  every farmer child do not want to become farmer because result of from agriculture do not promise to be able to live competent gone up him manure price, and lower price him sell rice, cabe, other agriculture product and onion of time of musin crop make farmer always experience of loss and or its result only last for eating is everyday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our state represent agricultural country which almost 60 % its resident  have  living  as farmer and live in countrysides it is of course this isvery big potency. At governance of president of Soeharto state we have experienced of the self sufficiency rice even our state of rice exporting to other state. See present condition very leaving for behind most of all staple exist in our state of import of depended other state this which difficult to anticipate from within country so that if state of exporter flare up its economics hence our state is hit by its glimpse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agricultural sector not yet can become the source of requirement of domestic food, agricultural produce which far from competent cause this sector seldom be made by fulcrums live by farmer profession the rising generation represent as a last resort so that the quality of agriculture of compared to low us of other state, absorbent human resource to other sectors which more promising and agriculture farm a lot let emptily&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Policy of government which have been gone through  not yet can overcome this matter, from facet prosperity of farmer still like yrs. previously and there is no change meaning. To be expected to the fore agricultural sector have to become priority scale for every governmental regime which lead this country, continual policy which needed though flit its president but policy of agriculture ought to have clear direction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Continual policy have been applied  at a period of governance of President of Soharto that is with Repelita and result nya is well enough. Governance now nothing;there is no is wrong of him learn from efficacy which have been reached by at a period of New Order.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To reach self sufficiency in food hence agricultural sector have to in pushing as optimal as possible that is by making agricultural sector as domestic product pledge that is by providing human resource understanding about agriculture. For that agricultural sector have to become sector promising and guarantying prosperity to all farmer so that the rising generation interest proud to even become a farmer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;i&gt; Child a farmer of Countryside of Sukosari District Of Mantup Sub-Province  of    Lamongan  East Java &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Now live in town of Balikpapan Province of East Kalimantan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-7329119091459914881?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/7329119091459914881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=7329119091459914881&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/7329119091459914881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/7329119091459914881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/agricultural-country-which-lacking-of.html' title='Agricultural Country Which Lacking Of Food Ironic Really'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R-tdjm1c-MI/AAAAAAAAAH4/oHEWaiG-IpU/s72-c/sawah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-9104303207851263240</id><published>2008-03-26T07:36:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:52:56.160Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Makhluk Mini Pengisi Tangki</title><content type='html'>&lt;i&gt;Mata setajam elang pun sulit menangkap makhluk mini itu karena ukurannya hanya 0,2 µm setara debu. Namanya Chlorella sp. Meski mungil, ia mampu melajukan mobil hingga 100-an km per jam. Itu setelah ia diolah menjadi biopremium. Untuk mengembangkannya tak perlu lahan luas. Panen pun singkat: cuma sepekan setelah 'tanam'.&lt;/i&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alga Chlorella menjadi alternatif bahan baku biopremium setelah komoditas nira, singkong, atau sorgum yang lebih dulu sohor. Selain alga, semua bahan baku bioetanol itu lazim dikembangkan di lahan luas dan subur. Dibanding sumber nabati lain, alga paling ekonomis menghasilkan bioetanol. Musababnya, ganggang hijau itu kaya karbohidrat, tak memerlukan perawatan khusus, dan mudah tumbuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chlorella termasuk alga mikro karena ukuran tubuhnya sangat renik dari 0,2 µm hinga 0,02 cm (10-6 - 10-4 m). Untuk melihat wujudnya dengan jelas kita memerlukan mikroskop. Tidak semua jenis alga mikro hidup sebagai fitoplankton, tetapi semua jenis fitoplankton bisa digolongkan ke dalam alga mikro. Tumbuhan mikroskopis bersel tunggal dan berkoloni itu terdiri atas 30.000 spesies. Habitatnya di atas permukaan air, di kolom perairan, atau menempel di dasar dan permukaan lain dalam perairan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian sejak 2007 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, membuktikan tumbuhan bersel satu itu mampu menghasilkan bioetanol. Anggota famili Chlorophyeceae itu kaya karbohidrat yang penting dalam pembuatan bioetanol. Kadar karbohidratnya 29-31% setara karbohidrat dalam singkong. Singkong berkadar pati 23% sehingga untuk menghasilkan seliter bioetanol perlu 6,5 kg. Dengan bahan baku Chlorella sp, jumlah biopremium yang dihasilkan 100 kali lipat, karena pemanenan dapat dilakukan berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tumbuh cepat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Walau ukurannya sangat mikroskopis, Chlorella tetap memiliki zat hijau daun berupa pigmen kloroplas dalam tubuhnya. Pigmen itulah yang menyebabkan ia bisa melangsungkan proses fotosintesis. Fotosintesis berlangsung dalam jaringan tilakoid lantaran ia tanpa memliki daun. Jaringan itu berperan pula sebagai penghubung antarkloroplas. Karena berfotosintesis, maka organisme yang hidup di atas permukaan air itu juga mampu menghasilkan karbohidrat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan tumbuhan tingkat tinggi, pertumbuhan alga jauh lebih cepat sekitar 10-20 kali lipat. Itu akibat dari mekanisme fisiologisnya yang jauh lebih efektif. Tidak seperti tumbuhan multiseluler yang menyerap air dan unsur hara melalui akar, tumbuhan bersel satu yang hidup di air tawar itu menyerap nutrisi melalui permukaan tubuhnya. Caranya dengan mekanisme difusi-osmosis. Mekanisme itu berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi zat terlarut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkultivasi atau membudidayakan Chlorella dalam skala rumahan sangat memungkinkan. Sebab, masyarakat pesisir lazim mengembangkan plankton sebagai pakan udang. Plankton salah satu jenis mikro alga. Dalam skala industri, kultivsi alga dilakukan di dalam biorekator berbahan akrilik. Diameter bioreaktor 20 cm dan tinggi 1,5 mter. Dari hasil penelitian, posisi bioreaktor sebaiknya vertikal. Tujuannya supaya semua bagian alga bisa melakukan fotosintesis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara itu juga bisa menghemat tempat sampai 16 kali lipat, dibandingkan diletakkan secara horizontal. Bioreaktor sebaiknya tertutup untuk mencegah kontaminasi. Untuk skala rumahan stoples memadai sebagai wadah kultivasi. Bahan lain memungkinkan sepanjang tembus sinar matahari, sehingga ganggang bisa tumbuh sempurna. Bibit alga antara lain dapat diperoleh di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperluan bibit hanya 10%. Jika air 100 liter berarti 10 liter bibit. Produsen hanya perlu bibit asal air bersih tanpa kontaminasi. Namun, jika air kotor berikan vitamin. Enam hari kemudian, alga berbiak sehingga seluruh bioreaktor terisi alga. Karena laju pertumbuhannya sangat cepat, maka pemanenan pun bisa dilakukan dalam waktu singkat. Hanya dalam 7-15 hari, mikroalga sudah bisa dipanen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ramah lingkungan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Chlorella yang siap panen berubah warna dari hijau menjadi hijau kecokelatan. Bandingkan dengan bahan baku biopremium lain yang membutuhkan waktu panen antara 9 bulan-3 tahun. Keuntungan lain? Panen bisa dilakukan berkali-kali dalam waktu singkat. Jadi hasil akhirnya jauh lebih banyak. Untuk memanen, tinggal menyaring dengan ukuran mesh 0,2 mikron. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alga itu lantas dievaporasi selama 5 menit untuk menguapkan air. Begitu dingin, tambahkan ragi Sacharomyces cereviceae pemecah karbohidrat menjadi gula. Selain itu tambahkan sedikit gandum sebagai pakan ragi. Fermentasi selam 3 hari menghasilkan cairan mirip wine berkadar alkohol 5%. Pada cairan itu tambahkan enzim alfa amilase untuk memecah glukosa menjadi alkohol. Hasilnya 20-30% bioetanol. Selama pengolahan alga menjadi bioetanol, menghasilkan ampas berkadar protein tinggi sebagai pakan ternak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan alga mikro untuk bahan baku bioetanol sangat ramah lingkungan. Sebab, tak menyebabkan polusi dan aplikatif. Keuntungan lain alga mikro mampu menyerap karbondioksida dan mengkonversikannya menjadi oksigen. Sebanyak 90% dari bobot kering alga mikro menyerap karbondioksida sehingga mampu mengurangi gas itu sampai 1.000 ton/ha/tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai keistimewaan itu, alga salah satu komoditas potensial sebagai bahan baku biopremium. Ukuran boleh kecil, tetapi faedahnya amat besar. Masa kultivasi singkat, hanya sepekan, tak perlu lahan luas, pengolahan sederhana, dan ramah lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Ir Mujizat Kawaroe MSc, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor serta periset di Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;from www.trubus-online.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-9104303207851263240?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/9104303207851263240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=9104303207851263240&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/9104303207851263240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/9104303207851263240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/makhluk-mini-pengisi-tangki.html' title='Makhluk Mini Pengisi Tangki'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-6235521508169690130</id><published>2008-03-25T07:51:00.002Z</published><updated>2011-01-31T23:52:26.881Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Beruang Madu Di Agro Wisata KM 23 Balikpapan</title><content type='html'>Kami datang ketempat ini pada hari minggu pukul 10:00 wita karena kndisinya hujan kendaraan kami tidak bisa di pacu dengan cepat   karena jalanan licin.sehingga kami sampai ditempat tujuan pukul 12: 15 Wita. Lokasi agrowisata ini dari kota Balikpapan kearah kota Samarinda, waktu tempuh kira-kira 45 menit. Lalu lintasnya lumayan sepi karena memang lokasi agrowisata ini terletak di luar kota yaitu di KM 23. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agro wisata km 23 merupakan tempat wisata yang dikelola oleh Perhutani dan Pemda kota Balikpapan didalamnya menyajikan berbagai tanaman produktif diantaranya pohon rambutan, nangka, tebu, duren dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lahan yang luas dengan didukung oleh berbagai fasilitas yang ada tentunya tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga, anak-anak akan banyak melihat aneka ragam tanam dan buah yang ada disiini sehingga akan menambah pengetahuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain agro wisata tempat ini juga dapat digunakan untuk saran Out Boun&lt;br /&gt;Dan juga dilengkapi dengan pelestraian beruang madu dan kucing kampung. beruang madu ada  tujuh ekor sedangkan kucing tak terhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dulu informasi jalan-jalan dari kami semoga anda tertarik untuk datang berlibur di wisata alam ini bersama keluarga atau teman sekantor, sekampung sepermainan. Ini beberapa foto yang dapat kami ambil mohon maaf karena kondisi hujan sehingga kami tidak dapat mengmabil foto berbagai tanaman karena kndisi jalan yang tidak memungkinkan. Terima kasih &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-6235521508169690130?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/6235521508169690130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=6235521508169690130&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6235521508169690130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6235521508169690130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/beruang-madu-di-agro-wisata-km-23.html' title='Beruang Madu Di Agro Wisata KM 23 Balikpapan'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-1051163073415269428</id><published>2008-03-19T09:09:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:52:02.753Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsumsi'/><title type='text'>Kepiting Makassar Melanglang Buana</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R-delm1c-EI/AAAAAAAAAGo/zcXP5_NxYcg/s1600-h/94.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181213896485959746" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R-delm1c-EI/AAAAAAAAAGo/zcXP5_NxYcg/s200/94.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kepiting lolos sortir itu ditimbang, lalu dicuci bersih. Seutas tali rafia dililitkan untuk mengikat kedua capitnya. Mereka kemudian ditempatkan di kotak styrofoam yang dasarnya sudah diberi pecahan es batu. Begitu penuh, boks ditutup rapat. Sepuluh jam kemudian biota laut itu tiba di Hongkong. Itulah aktivitas setiap pagi buta di CV Hokky Seafood di Makassar, Sulawesi Selatan. &lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hongkong hanya salah satu negara tujuan ekspor dari eksportir kepiting terbesar di Kota Angin Mamiri itu. Anggota keluarga Crustaceae itu juga dikirim ke Taiwan, China, Singapura, Thailand, bahkan negara serumpun Malaysia. Umumnya di negara-negara itu komunitas Tionghoa menjadi konsumen terbesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hengky Yanto, pemilik CV Hokky Seafood, volume pengiriman terbesar ke negeri Tirai Bambu. Hampir 60% dari total ekspor sebesar 5-10 ton/hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditujukan untuk negara berpenduduk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1,3-miliar itu. 'Hampir 20% masyarakat di sana gemar menyantap kepiting,' ujarnya. Harap mafhum budaya makan kepiting di China cukup tinggi lantaran kepercayaan bahwa makan kepiting menyehatkan dan mencerdaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah? Laporan lembaga perikanan Australia, Fisheries Research and Development Corporation menyebutkan dalam 100 g daging kepiting mengandung 22 mg omega 3 (EPA), 58 mg omega 3 (DHA), dan 15 mg omega 6 (AA). Ketiga senyawa itu memang berkhasiat sebagai pemacu kecerdasan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam ukuran &lt;br /&gt;Tingginya intensitas ekspor dimulai pada November. Saat itu di negara tujuan banyak berlangsung acara pernikahan. Tamu-tamu akan berdatangan bila menu yang disuguhkan adalah kepiting. 'Itu menjadi simbol penghormatan bagi tamu,' ungkap Hengky. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu total jenderal volume ekspor mencapai 8-10 ton/hari dan berlangsung sampai April. Permintaan terbesar itu terjadi sebelum Imlek. Saking banyaknya proses pengemasan memakan waktu hingga 24 jam. Permintaan setinggi itu terpenuhi berkat kondisi alam yang mendukung. 'Saat itu musim hujan yang membuat plankton dan udang kecil, pakan kepiting, berlimpah. Bobot kepiting meningkat dan produksinya lebih banyak,' tutur pria 51 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengiriman menurun pada Mei-Oktober. 'Setiap hari hanya 200-500 kg,' ujar Tabran, manajer operasional. Terlebih pada 13 Agustus-13 Sepetember pengiriman ke China sama sekali tidak ada. 'Berdasarkan penanggalan China, itu bulan setan,' ucap Tabran. Meskipun begitu, harga jual tetap stabil. Untuk betina US$8-US$9/ kg setara Rp73.600-Rp82.800/kg; jantan US$10/kg setara Rp92.000 per kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar mutu yang diharapkan importir: kepiting betina harus gendong telur sebanyak 70-80% dan jantan bersosok gagah. Bagian tengah perut bawah jantan harus keras. Bila saat ditekan terasa lembek, itu artinya kepiting tidak prima. Berbeda dengan betina, tempat menyimpan telur harus lembek dan dari sana tampak warna merah. Itu menandakan betina sedang gendong telur. Syarat lain, bagian siku capit harus kencang dan lentur, tidak keriput. Keriput menandakan kepiting tidak segar. Kepiting dikirim dalam kondisi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bobot, tergantung negara importir. Negeri Tirai Bambu menginginkan kepiting betina berbobot 250-500 g; jantan di atas 700 g. Saat dihidangkan dalam sebuah mangkuk berisi seekor kepiting jantan berbobot 1-2 kg dan dikelilingi betina yang lebih kecil. Adapun Malaysia mensyaratkan kepiting berbobot maksimal 500 g; Singapura, di atas 700 g. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Styrofom berlubang &lt;br /&gt;Jenis yang diminta importir adalah kepiting bakau merah Scylla olivacea, bakau hijau S. serrata, dan bakau ungu kehitaman S. tranquebarica. Dua spesies yang disebut pertama didatangkan dari Bone dan Palopo, Sulawesi Selatan. Sementara kepiting ungu dari Papua. Setelah tiba di gudang pengemasan, kepiting dari ketiga daerah itu dimasukkan ke bak sepanjang 1 m x 50 cm untuk dibersihkan dari kotoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dibilas, kepiting langsung disortir dan ditimbang. Di sana sudah tersedia keranjang berlabelkan bobot kepiting mulai dari 250 g, 350 g, 500 g, 700 g, 800 g, dan terbesar 1.000 g. Kepiting lolos sortir dari tiap keranjang lalu dikemas dalam boks styrofoam berukuran 60 cm x 50 cm x 40 cm. Masing-masing keranjang berisi 20-25 kg. Di kiri dan kanan boks diberi 8 lubang agar kepiting cukup oksigen. Di dasar boks ditambahkan bongkahan es untuk menjaga temperatur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pengemasan, boks-boks itu diberangkatkan ke bandara menuju Jakarta. Pada pukul 05.00 WIB keesokan hari kepiting siap terbang ke negara tujuan. Empat sampai lima jam kemudian sudah tiba di Hongkong dan negara-negara lainnya. Untuk pengiriman itu Hengky harus membayar US$1,2/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepiting-kepiting yang kurang dari ukuran ekspor dipelihara di tambak air payau seluas 6 Hektar di daerah Tanjung Merdeka, Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Tamalate. Sebulan kemudian bobot kepiting sudah sesuai standar ekspor. (Lastioro Anmi Tambunan) &lt;br /&gt;sumber www.trubus-online.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-1051163073415269428?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/1051163073415269428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=1051163073415269428&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1051163073415269428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/1051163073415269428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/kepiting-makassar-melanglang-buana.html' title='Kepiting Makassar Melanglang Buana'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R-delm1c-EI/AAAAAAAAAGo/zcXP5_NxYcg/s72-c/94.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-8219691638317364989</id><published>2008-03-17T07:14:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:51:44.995Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hunian'/><title type='text'>Rumah Tanpa Pagar</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R94avbzTphI/AAAAAAAAAGg/fS4cqBIdxOk/s1600-h/rumah+tanpa+pagar.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178606023741777426" src="http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R94avbzTphI/AAAAAAAAAGg/fS4cqBIdxOk/s200/rumah+tanpa+pagar.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Danau seluas 500 m x 50 m yang berkelok-kelok jadi titik pusat perhatian di cluster Tirta Nirwana, Bogor Nirwana Residence. Tiga undakan setinggi 4 m di sepanjang danau menghadirkan suara gemericik air terjun yang terdengar hingga ke rumah-rumah tanpa pagar di sekeliling danau.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau seluas 500 m x 50 m yang berkelok-kelok jadi titik pusat perhatian di cluster Tirta Nirwana, Bogor Nirwana Residence. Tiga undakan setinggi 4 m di sepanjang danau menghadirkan suara gemericik air terjun yang terdengar hingga ke rumah-rumah tanpa pagar di sekeliling danau.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tanpa pagar-hanya dibatasi rumput dan tanaman dengan hunian lain-juga Trubus lihat di perumahan elit di kawasan Cibubur, Jakarta Timur dan di bilangan Bumi Serpong Damai, Tangerang. Tanpa pagar pembatas, para penghuni dengan mudah bertandang ke tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tanpa pagar, lingkungan rumah terjamin aman. Musababnya ada pagar dan tembok tinggi serta gerbang utama yang melindungi kelompok rumah tertentu. Model cluster seperti itu muncul sejak era 90-an. Misalnya, di sebuah perumahan kelas atas di Bogor pada akhir 80-an. Beberapa tahun terakhir konsep itu semakin marak diterapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagar tanaman &lt;br /&gt;'Konsep rumah tanpa pagar bukan hal baru,' kata Ir Hengki T Heksanto. Konsep itu asli lokal, bukan introduksi dari mancanegara. Sekretaris Jenderal Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) itu memberi contoh rumah-rumah di desa. Di sana penghuni rumah bisa bersosialisasi dengan tetangga secara leluasa lantaran tak dibatasi tembok tinggi antara rumah satu dan yang lain. 'Pagar hanya terlihat di bagian halaman yang berbatasan dengan jalan. Itu pun pagar tanaman,' tambah Hengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep perumahan asli Indonesia itu kemudian menghilang lantaran faktor keamanan. Meningkatnya kejahatan di kota besar membuat penghuni membentengi rumah dengan pagar tembok hingga 2 m. Itu banyak terjadi pada saat krisis ekonomi dan keamanan pada 1997/1998. Menurut Widyawati Singgih, SH ketika itu banyak penghuni di dalam perumahan membuat pagar tembok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pengembang menerapkan rumah tanpa pagar tembok. 'Apa boleh buat lantaran waktu itu terjadi krisis keamanan sehingga pengembang pun tak bisa membendung penghuni membangun tembok pembatas untuk melindungi diri,' ujar bendahara DPD Real Estate Indonesia (REI) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tren gaya hidup kembali ke alam yang kini muncul mempengaruhi konsep perumahan. Sejak 2002/2003, para pengembang menjual citra perumahan ideal dengan lingkungan aman, asri, nyaman, dan bebas banjir. Pendek kata perumahan berwawasan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hengki, perumahan berwawasan lingkungan mesti memiliki pedestrian, air bersih, pohon besar peneduh, bebas polusi udara dan suara, serta keseluruhan lansekapnya nyaman. Ciri lain, hunian berwawasan lingkungan dikembangkan secara terpadu dengan konsep one stop living. Artinya hunian yang dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial, dan ibadah yang berkualitas. Widya menambahkan syarat sirkulasi udara yang baik dan lancar, serta penetrasi cahaya ke dalam rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramah lingkungan &lt;br /&gt;Lingkungan berudara segar memang salah satu pertimbangan ketika seseorang memilih hunian. Contohnya, 'Banyak penghuni rumah di sini pemilik ruko di Jakarta,' kata Jo Eddy Raspati, chief marketing officer dan unit usaha residensial Bakrieland. Selepas bekerja di Jakarta yang pengap, mereka pulang ke rumah di kawasan Bogor selatan itu. Posisi di kaki Gunung Salak, ditunjang konsep 60% area hijau membuat lingkungan perumahan asri, teduh, dan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tren konsumen memilih perumahan ramah lingkungan membuat para pengembang mengembangkan konsep serupa. Perumahan Alam Sutra dan Gading Serpong, keduanya di Tangerang, membangun sumur resapan, konservasi air, dan pengolahan air terpadu. Di Town House Veranda, Cipete, Jakarta Selatan, puluhan jenis pohon buah memenuhi jalur utama. Sementara perumahan Bumi Serpong Damai, Tangerang, memiliki fasilitas pengelolaan sampah dan taman lingkungan bernuansa tropis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan Cikarang, Bekasi, JABABEKA mengembangkan kebun raya berisi beragam jenis buah komersial dan tanaman langka. Fasilitas lain yang ditawarkan pasar tanaman hias di perumahan Alam Sutra, Bumi Serpong Damai, dan Bogor Nirwana Residence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hengki konsep mendekati alam dan lingkungan meningkatkan nilai penjualan rumah. Contoh perumahan Puri Botanical di Jakarta Barat. Letak di bawah listrik tegangan tinggi membuat pemasaran tersendat. Begitu sebuah kebun raya dibangun di areal pemukiman, penjualan meningkat. (Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;sumber trubus-online.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-8219691638317364989?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/8219691638317364989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=8219691638317364989&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8219691638317364989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/8219691638317364989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/rumah-tanpa-pagar.html' title='Rumah Tanpa Pagar'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R94avbzTphI/AAAAAAAAAGg/fS4cqBIdxOk/s72-c/rumah+tanpa+pagar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-3852222194237953033</id><published>2008-03-14T01:00:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:51:25.578Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Tradisional'/><title type='text'>Demam Berdarah</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Air Kelapa Minumnya &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari tempat tidur pun Murni Irawati tak mampu. Sepekan lamanya perempuan 34 tahun itu meringkuk di bawah selimut lantaran panas-dingin, pening, mual, dan akhirnya muntah. Hasil laboratorium menunjukkan, trombosit Murni Irawati cuma tersisa 25.000/mm, jauh dari ambang normal yang mencapai 400.000/mm. Ia positif mengidap demam berdarah dengue (DBD).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semula Murni Irawati menduga ia masuk angin. 'Gejalanya persis orang masuk angin,' katanya. Oleh karena itu ia menelan tablet antimasuk angin yang banyak beredar di pasaran. Sayang, gangguan kesehatan itu tak juga pergi. Perempuan kelahiran 7 September 1973 itu malah kian pusing dan mual. Itu mendorong Murni memeriksakan diri ke bidan di dekat rumah. Hasil diagnosis, Murni mengalami gejala tifus yang juga ditandai demam tinggi. Obat untuk mengatasi tifus pun dikonsumsinya 3 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, hingga sepekan kemudian tak ada perubahan berarti. Kondisi ibu satu anak itu malah kian parah. 'Saya tidak bisa makan karena setiap makan lalu muntah,' katanya. Itu membuat bobot tubuh perempuan setinggi 160 cm itu anjlok 20 kg cuma dalam waktu sepekan. Bobot tubuhnya hanya 50 kg. Melihat kondisi istrinya yang mengkhawatirkan, Rudolf Samudra Halomoan Hutagalung memeriksakan Murni ke rumahsakit Desa Putra di Srengseng, Jakarta Selatan. Dokter rumahsakit itu juga mendiagnosis Murni tifus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kondisinya tak membaik, 3 hari berselang Murni kembali ke rumahsakit. Saat itu bintik merah muncul di lengannya. Kondisi Murni saat itu lemas dan tak berdaya. Hasil tes darah menunjukkan, kadar trombositnya hanya 47.000/mm. Dokter mengatakan Murni positif demam berdarah. Untuk mendapat perawatan intensif, Murni dilarikan ke Rumahsakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Di ruangan rumah sakit itu Murni berbaring bersama penderita demam berdarah lain. Saat itu-Juli 2006-virus dengue memang tengah mewabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusak trombosit &lt;br /&gt;Trombosit Murni kembali melorot, 25.000/mm, sehingga perawat memberikan cairan infus. Menurut ahli DBD dari Universitas Airlangga Prof Dr dr H Soegeng Soegijanto, SpA(K), DTM &amp;amp; H, virus dengue yang masuk ke tubuh manusia menyerang monosit-salah satu tipe sel darah putih yang berperan membangun sistem kekebalan tubuh. Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti itu berkembang dan mengeluarkan zat racun yang merusak sel endotel-sel kapiler pembuluh darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya permeabilitas pembuluh darah tinggi, mudah bocor, dan cairan dalam pembuluh darah mudah keluar ke jaringan ikat di sekitarnya. Akhirnya, pembuluh darah kekurangan cairan sehingga penderita lemas dan pusing. Selain merusak sel endotel, virus juga menyerang sumsum tulang belakang. Dampaknya fungsi produksi trombosit terhambat. Wajar jika jumlahnya terus melorot seperti dialami Murni. Virus juga merusak langsung trombosit darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trombosit yang berukuran supermini-diameter 4 milimikron-berfungsi dalam proses pembekuan darah. Jika kadar trombosit berkurang, mudah terjadi pendarahan, bahkan kematian. Pemberian cairan ringer laktat melalui infus untuk mencegah pasien kekurangan cairan. Harap mafhum, darah penderita DBD banyak kekurangan cairan. Cairan kaya elektrolit baik untuk memperkuat sel sehingga organ-organ tubuh lebih kuat dan bisa menjalankan fungsinya secara normal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar trombosit pada pasien DBD terjadi melalui metodologi alami fisiologi pembentukan trombosit. Artinya, sumsum secara alami membuat sendiri trombosit jika kadar dalam tubuh kurang. Bagi penderita DBD biasanya pada hari ke-6 antibodi mulai membaik sehingga kadar trombosit pun mulai meningkat. Cairan elektrolit membantu memperlancar peredaran darah dan menambah cairan sehingga sel dan antibodi dapat berfungsi baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air kelapa &lt;br /&gt;Sepekan dirawat di rumah sakit, kondisi Murni tak kunjung membaik. Ia selalu muntah setiap kali habis makan. Mertuanya yang berprofesi sebagai perawat, Mery Silabuan, mencemaskan Murni kepada Hartono Chong-herbalis di Jakata. Hartono menyarankan agar Murni mengkonsumsi air kelapa untuk membantu penyembuhan demam berdarah. Mery menuruti saran Hartono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sehari saya beli air dari 10 kelapa untuk Murni,' kata Mery. Dalam sehari Murni minum 10 gelas air kelapa muda. Setiap merasa haus, ia meneguk air Cocos nucifera itu. Hasilnya sungguh menggembirakan lantaran trombosit Murni terus meningkat hingga 100.000/mm pada hari ke-4. Pengambilan contoh darah dilakukan setiap 8 jam. Tiga hari pascakonsumsi air kelapa, Murni tampak bugar. Ia mampu berjalan sehingga dokter mengizinkan Murni pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba di rumah, Murni tetap minum air kelapa dengan dosis sama. Tiga hari kemudian, Murni kembali memeriksakan darahnya sesuai saran dokter. Hasilnya trombosit Murni normal. Menurut Hartono Chong cairan kaya elektrolit baik untuk sel dan memperlancar aliran darah, sehingga mengurangi risiko penggumpalan darah. Air kelapa juga kaya bahan elektrolit. Selain itu molekul air kelapa juga lebih mudah diserap tubuh. Menurut Wahyu Suprapto herbalis dari Malang, elektrolit dan mineral air kelapa berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu air kelapa juga sebagai penetralisir racun sehingga kondisi tubuh terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof Dr dr H Soegeng Soegijanto konsumsi air kelapa sebaiknya ditambah garam (NaCl). Sebab, air kelapa banyak mengandung kalium yang melemaskan otot termasuk otot jantung sehingga penderita lemas. Dengan penambahan garam, kalium berikatan dengan klorida. 'Untuk segelas air kelapa sebaiknya ditambahkan garam sepertiga sendok teh saja,' saran ketua Tim Peneliti DBD Universitas Airlangga itu. Konsumsi air kelapa cukup 1-1,5 l untuk pasien anak-anak; dewasa, 2 l per hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi Nur Alam Syah, STP, MT peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, mengungkapkan air kelapa mengandung protein, karbohidrat, asam amino dan mineral penting untuk tubuh. Komponen mineralnya antara lain kalium, kalsium, natrium, mangan, zat besi, dan fosfor. Dua puluh asam amino juga terkandung di dalamnya. Komposisi mineral air kelapa yang unik membuatnya cocok sebagai minuman isotonik alami lantaran komposisi mineral dan gulanya amat sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas bila air buah anggota famili Palmae itu berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang dan mengencerkan darah sehingga alirannya lancar. Dengan aliran lancar maka pecahnya pembuluh darah akibat darah yang mengental dapat dicegah. Itulah yang terjadi pada Murni. Semula dokter memprediksi, pembuluh darah Murni bakal pecah jika kondisi tubuh kian melorot. Namun, berkat konsumsi air kelapa prediksi itu tak terjadi. (Nesia Artdiyasa)&lt;br /&gt;sumber  www.trubus-online.co.id &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-3852222194237953033?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/3852222194237953033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=3852222194237953033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/3852222194237953033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/3852222194237953033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/demam-berdarah.html' title='Demam Berdarah'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-3965050627441826939</id><published>2008-03-02T13:09:00.002Z</published><updated>2011-01-31T23:51:06.122Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Pesta Laut di Pantai Manggar Balikpapan</title><content type='html'>Suasana macet di depan asrama haji sudah mulai terasa sejak pukul 11:00 wita maklum kota balikpapan sedang menggelar pesta laut yang hanya dilaksanakan setahun sekali yaitu dalam rangka ulang tahun kota balikpapan yang ke 110.&lt;span class="fullpost"&gt;saya harus menghadapi derasnya kamacetan di jalan menuju pantai manggar karena datangnya terlambat. kemacetan yang terparah yaitu mulai sebelum jembatan manggar, kendaraan hampir tidak bisa bergerak sama sekali.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bisa masuk ke pantai manggar saya sampai harus menitipkan kendaraan saya di markas raiders yang tepatnya didepan pantai manggar dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suasana di pantai terasa sangat meriah karena banyaknya hiburan yang disuguhkan oleh panitia yaitu ada pesta dangdut, tarian tradisional, bakar ikan 2 ton, konser band sekolah, lomba perahu hias dan loba balap pearhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acara dibuka oleh walikota balikpapan Imdad Hamid SE sekitar pukul 10:00 wita dilangsungkan dengan bakar ikan laut sebanyak 2 ton dan masyarakat boleh mengambil ikan sepuasnya sehingga terjadi rebutan ikan yang menambah meriahnya pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut panitia ikan 2 ton diperoleh dari nelayan tradisioanl yang telah dibeli oleh dinas perikanan beberapa hari sebelum acara dimulai dan bakar ikan dua ton ini dicatat di musium rekor indonesia (muri).zen &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-3965050627441826939?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/3965050627441826939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=3965050627441826939&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/3965050627441826939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/3965050627441826939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/03/pesta-laut-di-pantai-manggar-balikpapan.html' title='Pesta Laut di Pantai Manggar Balikpapan'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-826227417666712634</id><published>2008-02-18T03:16:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:50:35.846Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Menanam Padi Dalam Pot</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R7j6dvX3-VI/AAAAAAAAAGY/WreB9B4JF1A/s1600-h/34276-W200.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168155961247398226" src="http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R7j6dvX3-VI/AAAAAAAAAGY/WreB9B4JF1A/s200/34276-W200.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Kini, Padi tak hanya bisa ditemukan di pedesaan. Di tengah Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat, tanaman padi bisa ditemukan di atas rumah. Anda juga bisa menanamnya. Bagaimana caranya? Kisah ini berawal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) yang ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap hutan dan lingkungan. Dr. Ir. Mubiar Purwasasmita (62) dan Sobirin Supardiyono (64), kemudian mengenalkan sistem tanam padi yang lebih ramah lingkungan. Namanya System of Rice Intensification (SRI).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dengan sistem ini, para petani bisa mendapatkan hasil dua kali lipat dari biasanya. Bila dulu satu hektar sawah menghasilkan sekitar 4 - 5 ton beras, SRI bisa menghasilkan beras 6 sampai 8 ton per hektar sawah. Bahkan ada yang bisa mencapai 10 ton,” kisah Mubiar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sistem ini diterapkan di sawah petani, tahun 2002 , mubiar dibantu beberapa petani menanam padi dalam pot. Ternyata bisa, dan menghasilkan. Dari puluhan pot yang ditanami padi, semuanya bisa tumbuh sampai panen. Bahkan, lebih baik dari sawah. Ada satu pot yang menghasilkan sampai setengah kilogram padi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan menanam padi dalam pot, menurut Mubiar tidak perlu digenangi air. Selain itu, cara ini mengurangi perusakan hutan, karena masyarakat tak lagi perlu meninggalkan halamannya untuk masuk ke hutan mencari tanah subur guna membuat sawah atau ladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAMAH LINGKUNGAN&lt;br /&gt;Dikatakan Mubiar, sistem ini sangat ramah lingkungan dan murah. “Bertani memakai pupuk itu sudah kuno. Kita mengolah lahan sebagai bioreaktor atau membuat tanah menjadi pabrik pupuk. Semuanya itu sebenarnya sudah diajarkan oleh para leluhur kita,” ucap dosen Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, “Kita kembali menggunakan kompos dan MOL (Mikro Organisme Lokal. Red.) yang bisa dibuat sendiri dan berbiaya murah. ” Cara menanam padi pun berbeda dengan cara menanam yang ada sekarang. Bibit padi cukup diletakkan saja di tanah yang sudah dicampur kompos. Umurnya hanya 5 hari, bukan 20 hari seperti sekarang. Dengan begitu, petani hanya membutuhkan 3 kilogram bibit per hektar, bukan 30 kilogram seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu butir bibit padi, lanjut Mubiar, bisa tumbuh menjadi sekitar 100 batang padi. ”Bila rumpun padi banyak, tentu akan lebih banyak beras yang bisa dihasilkan petani,” kata Mubiar yang menyebut menggenangi sawah dengan air sebagai suatu kesalahan. ”Air yang menggenang akan membuat mikro organisme mati, calon anakan padi pun bisa busuk. Semua ini berpengaruh terhadap produksi panen,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompos yang digunakan dalam sistem tanam SRI, lanjut Mubiar, membuat petani tak perlu memakai pupuk. “Saya memainkan bioreaktor tanah yang bisa diaktifkan oleh kompos, bukan dengan pupuk yang ada sekarang. Bila hal ini sudah diterapkan, tak ada lagi pabrik-pabrik pupuk besar. Sebab, di bawah tanah sudah ada pabrik-pabrik pupuk kecil yang sedang bekerja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mubiar, kompos bukanlah pupuk. “Kompos hanya dipakai untuk menyediakan ruang untuk air, mikroba, dan akar tanaman. Tanaman pun dapat tumbuh dengan baik karena tanah didukung mikroba yang bisa menyediakan kebutuhan tanaman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas positif penggunaan kompos, “Tak ada lagi sampah dapur atau jerami yang dibakar dan menimbulkan polusi. Semuanya dikumpulkan dan dibuat menjadi kompos atau MOL. Harga jual hasil penanaman dengan SRI juga lebih tinggi, pasalnya bisa disebut sebagai tanaman organik. Hasil produksi dengan SRI jelas organik, namun yang dibilang organik belum tentu menggunakan SRI,” kata suami dari Mintarsih ini.&lt;br /&gt;sumber tabloid nova &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-826227417666712634?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/826227417666712634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=826227417666712634&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/826227417666712634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/826227417666712634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/02/menanam-padi-dalam-pot.html' title='Menanam Padi Dalam Pot'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R7j6dvX3-VI/AAAAAAAAAGY/WreB9B4JF1A/s72-c/34276-W200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-2257491760593079671</id><published>2008-02-13T03:17:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:50:14.666Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Tradisional'/><title type='text'>Musuh Bebuyutan Kolesterol</title><content type='html'>Singkong, pisang, bakwan, tahu, dan tempe goreng di piring dihidangkan dalam sebuah rapat. Di atas meja yang disusun seperti huruf U itu terdapat 6 piring camilan yang habis hanya dalam beberapa menit. Tujuh belas peserta rapat silih berganti mencomot gorengan yang lezat itu. Konsumsi aneka penganan gorengan itu secara berlebihan meningkatkan kadar kolesterol sekaligus meningkatkan risiko serangan jantung. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maklum, kadar asam lemak penganan gorengan itu lumayan tinggi, mencapai 11,92%. Padahal, Rustika membuktikan konsumsi 1% asam lemak meningkatkan 2,17 mg/dl total kolesterol dan 2,38 mg/dl kolesterol 'jahat'. Periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan itu meneliti di Joharbaru, Jakarta Pusat, dengan responden 503 jiwa. Dampak penumpukan kolesterol adalah mempersempit arteri dan menyumbat aliran darah. Tahap berikutnya terjadi pengerasan pembuluh darah alias artarioskrosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika plak pecah, retakan juga memicu pembekuan darah. Saat itulah terjadi serangan jantung dan stroke. 'Kadar kolesterol tinggi dalam darah merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular, terutama serangan jantung,' kata Dr dr Budhi Setianto SpJP, ahli jantung Rumahsakit Harapan Kita Jakarta. Asal-muasal penumpukan kolesterol, ya konsumsi lemak. Salah satu contohnya kebiasaan menyantap pisang atau tahu goreng yang gurih itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi &lt;br /&gt;Setiap 1 g lemak menghasilkan 9 kalori sebagai sumber energi. Lemak itu kemudian diproses menjadi senyawa asetil koenzim-A yang membentuk asam lemak, trigliserida, fosfolipid, dan kolesterol. Kolesterol yang terbentuk adalah low-density lipoproteins (LDL) alias kolesterol jahat dan high density lipoproteins yang sohor sebagai kolesterol baik. LDL mengandung 75% kolesterol dan hanya sedikit protein, serta berfungsi mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Kelebihan LDL menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi makanan manis, bersantan, dan karbohidrat secara berlebihan meningkatkan kadar kolesterol. Menurut Persatuan Endokrinologi Indonesia, kadar kolesterol dalam darah normal maksimal 200 mg/dl; LDL, paling tinggi 130 mg/dl; HDL, lebih dari 45 mg/dl, dan trigliserida kurang dari 200 mg/dl. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol tinggi itulah yang dialami oleh Simon Fenmart. Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, itu kerap mengkonsumsi makanan gorengan. Akibatnya, ketika usia mendekati setengah abad, tubuh tak lagi mampu menetralisir lemak yang tertumpuk dalam darah. Kepalanya kerap pusing. 'Sehabis tidur sulit membuka mata lantaran langit seperti berputar,' kata Simon. Setelah memeriksakan diri ke dokter, ia divonis mengidap kolesterol tinggi. Hasil tes laboratorium menunjukkan nilai kolesterolnya 240 mg/dl dan asam urat mencapai 7,0. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rutin mengkonsumsi obat dokter, kedua gangguan kesehatan pria 48 tahun itu berkurang. Namun, jika terlambat mengkonsumsi obat, gejala berupa kepala pusing, mata berkunang-kunang, dan mudah lelah muncul lagi. Itulah sebabnya ia tertarik mencoba suplemen berbahan teripang dan spirulina untuk memutus ketergantungan obat kimiawi. Simon rutin mengkonsumsi 2 sendok makan teripang 2 kali sehari. Selain itu ia juga menelan 5 butir spirulina sehari. Hasilnya? Seluruh keluhan itu hilang seperti dikokohkan oleh hasil tes laboratorium: nilai kolesterol 130 mg/dl dan nilai asam urat 5,5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alpukat &lt;br /&gt;Perihal teripang tokcer menurunkan kadar kolesterol dibuktikan oleh Hsi-Hsien Liu. Periset National Chung-Hsing University, Taiwan, itu meneliti efek penurunan lemak alias hipolipidemik karena senyawa glikosaminoglikan. Senyawa itu terkandung dalam teripang Metriatyla scabra. Glikosaminoglikan alias GAGs teripang mengandung asam heksosamin dan heksuronat. Percobaan selanjutnya dilakukan terhadap tikus winstar berbobot 5 g, 10 g, 15 g, dan 20 g. Tikus-tikus itu diberi 1% kolesterol selama 6 pekan sehingga total kolesterol, LDL, dan bobot hati meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tikus-tikus itu diberikan 20 mg glikosaminoglikan per kg bobot tubuh. Efeknya total kolesterol, LDL dan indeks atherogenik turun; HDL meningkat. Selain itu GAGs terbukti mencegah peningkatan trigliserida, kolesterol dan fosfolipid dalam hati. Sterol yang terdapat didalam teripang juga menurunkan kolesterol. Zat itu menghadang penyerapan kolesterol pada pembuluh darah manusia sebanyak 15%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain teripang, konsumsi rutin alpokat mencegah peningkatan kolesterol. Buah Persea americana itu kaya antioksidan yang mencegah melonjaknya kolesterol. Bahan nabati lainnya, bawang merah dan bawang putih memiliki senyawa aktif ajoene, antikolesterol yang mencegah penggumpalan darah. Kedua sayuran bumbu itu salah satu pilihan untuk mengatasi kolesterol yang melambung. Beberapa siung umbi lapis anggota famili Liliaceae itu dapat dimakan segar. 'Dua siung bawang putih setiap hari, hindarkan tubuh dari kolesterol jahat, 'kata Lukas Tersonoadji, herbalis di Tangerang. (Vina Fitriani) &lt;br /&gt;sumber majalah trubus &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-2257491760593079671?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/2257491760593079671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=2257491760593079671&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2257491760593079671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/2257491760593079671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/02/musuh-bebuyutan-kolesterol.html' title='Musuh Bebuyutan Kolesterol'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-6631130517413462284</id><published>2008-02-08T07:54:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:49:51.932Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sepatu Baru Untuk Si Pemetik Pucuk Daun Singkong</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6wNlXD7s6I/AAAAAAAAAGA/QSfPXpwmcD4/s1600-h/DSCF1631.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164517808183948194" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6wNlXD7s6I/AAAAAAAAAGA/QSfPXpwmcD4/s200/DSCF1631.JPG" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usianya baru 12 tahun, duduk di bangku kelas 6 Madrasah Ibtida’iyah –setingkat Sekolah Dasar-, namun posturnya yang tinggi membuat orang mengira ia siswa kelas 3 SMP. Januar Rizky, atau biasa dipanggil Kiki, tak kenal lelah mengumpulkan ikat demi ikat daun singkong yang berhasil dikumpulkannya setiap pulang sekolah. Kulit hitam dan merah dirambutnya adalah bukti kerasnya hidup yang dijalani bocah dari keluarga tak mampu ini. Namun, semua dilakukannya demi satu cita-cita, “Saya ingin membahagiakan ibu,” ujarnya malu-malu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari sepulang sekolah, Kiki dijemput bosnya dengan sepeda motor dan diajak ke ladang singkong. Bersama belasan anak sebayanya yang lain, Kiki berpacu dengan waktu memetik pucuk daun singkong yang oleh bosnya nanti dijual ke pasar. Jika Anda biasa makan lalap daun singkong di rumah makan Padang, boleh jadi itu adalah hasil petikan tangan Kiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk satu ikat kecil daun singkong yang dipetiknya, Kiki mendapat upah Rp. 20,-, jumlah yang teramat kecil untuk simbah-peluhnya. Namun dasar Kiki adalah pekerja keras yang tak kenal lelah, sejak siang hingga senja tak kurang 150 ikat berhasil dikumpulkannya. Kiki pun tersenyum puas menghitung uang hasil jerih payahnya. Menjelang maghrib ia bersegera pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“1.500 buat ibu, buat masak. Sisanya saya simpan buat bayar sekolah dan uang jajan Rini,” ujar Kiki yang teramat sayang terhadap Rini, adiknya yang baru kelas 3 sekolah dasar. Tak heran, setiap bulannya, orangtuanya tak perlu repot mengeluarkan uang bayaran sekolah, karena Kiki sudah bisa membayar sendiri uang sekolahnya. Untungnya, ada ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah), sehingga biaya sekolah lebih murah. Bahkan untuk membeli buku pelajaran pun, Kiki tak mau meminta. Kiki sadar, orangtuanya bukan orang yang mampu, sehingga ia tak mau merepotkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah satu pekan ini Kiki tak mau bersekolah. Pasalnya, ia malu setiap hari harus ditegur guru dan kepala sekolahnya lantaran ia tak bersepatu. Setiap hari, Kiki hanya bersandal jepit ke sekolahnya. Selama ini, teguran dari gurunya ia simpan dalam hati. Tak ingin ia mengadukan perihal tersebut kepada Ayahnya. Ayah Kiki, hanya seorang pembuat miniatur menara dari bambu. Penghasilannya tak tentu, tergantung pesanan. Pesanan pun baru bisa dipenuhi sang Ayah jika ada modal untuk membeli bahan baku. Sementara ibunya, hanya seorang ibu rumah tangga yang menderita stroke, butuh biaya besar untuk mengobati penyakitnya. Alhasil, Kiki pun tahu diri untuk menuntut dibelikan sepatu. Tak hanya Kiki, Rini sang adik pun sekolah tanpa sepatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma soal sepatu, baju seragam Kiki pun bukan hasil beli di toko, melainkan pemberian dari teman-temannya atau kakak kelasnya yang sudah lulus. Wajarlah bila seragam Kiki terlihat lebih jelek dari siswa lainnya, maklum bukan barang baru. Pernah satu hari Kiki harus mendobeli celana seragamnya dengan celana mainnya, karena celana seragam pemberian dari temannya lebih besar dari ukuran tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya untuk tetap berseragam malah mendapat teguran dari seorang guru, karena celana mainnya yang lebih panjang itu menyembul dari celana hijau seragamnya. Lucu? Tentu tidak, ini menyedihkan buat Kiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang ujian bulan April 2006 nanti, Kiki semakin resah. Kepala sekolah sudah mengancam tak mengizinkan Kiki mengikuti ujian jika Kiki tetap bersandal ke dalam kelas. Kiki pun mengeluhkan hal ini kepada Ayahnya. Namun apa daya, sang Ayah pun hanya bisa pasrah dan mengucap janji, “Insya Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk daun singkong yang setiap hari dipetiknya semakin lama semakin habis. Ladang yang biasa menjadi tempatnya mencucurkan peluh itu, hanya menyisakan batang-batang singkong tak berdaun. Kiki dan teman-temannya pun diboyong pindah ke ladang lainnya yang lebih jauh. Hingga tak jarang, Kiki harus pulang selepas Isya. Bila tak ada lagi ladang singkong yang harus dipetik pucuknya, Kiki pun beralih profesi sebagai pemanjat pohon pepaya. Rupanya, bisnis si bos bukan hanya menjual daun singkong, tetapi juga menjual pepaya di pasar. Kiki dan seorang temannya lah yang diandalkan sebagai pemanjat. Meski jarang, tetapi hasil memetik buah pepaya ini lebih besar, yakni Rp. 5.000,- perhari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiki harus membayar mahal untuk kegiatannya sehari-hari itu, baik memetik pucuk daun singkong maupun pepaya. Bukan hanya warna kulitnya yang makin legam tersengat matahari, tapi prestasi di sekolahnya pun menurun. Dulu sebelum ia menjalani semua ini, ia masih mampu bersaing dengan teman-temannya dan meraih peringkat dua atau tiga di kelas. Kini, peringkatnya jauh menurun. Anak sekecil itu terlalu lelah membanting tulang untuk tigaribu rupiah perhari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok, semoga Kiki mau bersekolah lagi. Ada sedikit rezeki untuk membeli sepatu baru buat Kiki. Senyum ceria si pemetik pucuk daun itulah yang dinanti di hari depan, bukan karena ia berhasil mengumpulkan seribu ikat daun singkong perhari. Melainkan senyum atas prestasi tertinggi yang diraihnya di sekolah.***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-6631130517413462284?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/6631130517413462284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=6631130517413462284&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6631130517413462284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/6631130517413462284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/02/sepatu-baru-untuk-si-pemetik-pucuk-daun.html' title='Sepatu Baru Untuk Si Pemetik Pucuk Daun Singkong'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6wNlXD7s6I/AAAAAAAAAGA/QSfPXpwmcD4/s72-c/DSCF1631.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-4250988326779957402</id><published>2008-02-04T01:10:00.001Z</published><updated>2011-01-31T23:49:30.565Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Bencana Banjir Sebagai Suatu “Musim”</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6Zr23D7s5I/AAAAAAAAAF4/TBqByXguJH0/s1600-h/131735p.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162932613064405906" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6Zr23D7s5I/AAAAAAAAAF4/TBqByXguJH0/s200/131735p.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banjir yang melanda hampir seluruh wilayah indonesia merupakan fenomena berulang-ulang yang terjadi ketika musim hujan ketika itu juga terjadi “musim banjir”  takterhitung berapa kerugian meteriil dan immaterial. meskipun banjir terjadi hampir setiap tahun kita belum mampu mengatasinya. Bahkan banjir dari tahun-ketahun bertambah besar dan bertambah luas menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya tak pernah terkena banjir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banjir yang melanda Jakarta beberapa hari yang lalu memang bukan pemandangan yang aneh karena memang dari tahun ke tahun Jakarta merupakan langganan banjir dan  setiap pergantian pemimpin isu banjir selalu di ‘usung’ oleh calon tetapi pada kenyataanya kita lihat sendiri hampir tidak ada perubahan berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya bencana banjir  yaitu : pertama, dari factor manusia kita tahu bahwa kesadaran masyarakat kita sebagian besar untuk tidak membuang sampah disungai masih rendah sehingga dari banyaknya sampah terus tertimbun menjadikan sungai dangkal dan akibatnya bila turun hujan maka air akan meluber kedaratan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  factor tata kota kita lihat banyak kota yang tidak memperhatikan daerah resapan air, daerah yang sebelumnya menjadi resapan air banyak yang disulap menjadi Mall, tempat hiburan, pemukiman penduduk dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, factor letak geografis kalau kita lihat misal wilayah Jakarta yang berada di bawah permukaan air laut tentunya sangat tidak menguntungkan bila terjadi air laut pasang dan bersamaan terjadi hujan yang lebat maka banjir tentunya tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang telah ditempuh pemerintah berupa kebijakan-kebijakan yang sifatnya jangka pendek yaitu misalnya membuat dapur umum, menyediakan perahu karet dan lain-lain, langkah tersebut tidak salah Cuma merupakan langkah antisipasi yang bersifat jangka pendek, tetapi tidak menyentuh ke sumber banjir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga secara global maka pemerintah seharusnya membuat kebijakan dari pusat sampai daerah tentang perlindungan hutan, adanya daerah resapan air,  kesadaran tentang tidak membuang sampah disungai,  ketersediaan aliran air yang lancar dan tidak adanya pendangkalan sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tak kalah penting adalah pengawasan dari kebijakan tersebut apakah benar telah dilaksanakan oleh anak buah atau hanya laporan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerapan Perpres 36/2005&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kendala utama yang dihadapi oleh pemerintah terutama Pemprov DKI Jakarta adalah pengadaan lahan untuk Banjir Kanal Timur, Banjir kanal Barat , Cengkareng dan sejumlah kawasan di sekitar sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak masyarakat yang tidak setuju dengan ganti rugi yang diberikan oleh Pemerintah, sebenarnya dalam aturan main pengadaan tanah untuk kepentingan publik dapat dipaksakan  tetapi pemerintah berhati-hati karena memang banyak factor yang harus diperhatikan  mulai dari factor kemanusiaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Keadaan yang terus memojokkan posisi pemerintah dari sisi masyarakat terus dituntut untuk bisa menanggulangi banjir tetapi disisi lain masyarakat yang merasa korban dari kebijakan tetap bersikukuh mempertahankan tanahnya dengan harga yang tidak wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat pada posisi  sekarang tentunya banjir merupakan akibat dari kebijakan dari pemerintah yang berkesinambungan dan solusi yang paling memungkinkan adalah pengendalian arus air untuk dialirkan dari dalam kota sampai ke laut.&lt;br /&gt;Kesadaran para warga dalam hal ini dituntut untuk berfikir secara rasional dan tak hanya memcari keuntungan pribadi semata tetapi juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat umum karena kalau banjir tak kunjung diatasi semua akan tekena dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi lain pemerintah harus mencari solusi terhadap warga yang terkena dampak kebiijakan secara langsung dengan memberikan selusi alternative lainnya, jangan hanya mengambil tanahnya saja tanpa memperhatikan dampak sosial lainnya karena warga yang telah tunggal puluhan tahun tentunya punya history masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Perpres  No 36 tahun 2005 tanpa hati-hati dikwatirkan akan menimbulkan masalah-masalah baru dalam mayarakat yang ujungnya makin jauhnya hubungan harmonisasi antara masyarakat dengan  pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;oleh : abdul zaini &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-4250988326779957402?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/4250988326779957402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=4250988326779957402&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4250988326779957402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4250988326779957402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/02/bencana-banjir-sebagai-suatu-musim.html' title='Bencana Banjir Sebagai Suatu “Musim”'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6Zr23D7s5I/AAAAAAAAAF4/TBqByXguJH0/s72-c/131735p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-5574467140781646560</id><published>2008-01-31T02:42:00.002Z</published><updated>2011-01-31T23:49:11.725Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Signs From Earth: Now What?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6E2DHD7s4I/AAAAAAAAAFw/gqJDB2eaMP8/s1600-h/beacherosion-758475-in.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161466075006350210" src="http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6E2DHD7s4I/AAAAAAAAAFw/gqJDB2eaMP8/s200/beacherosion-758475-in.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"One. Two. Three. Lift!" barks Cathy Whitlock, a fossil pollen expert and paleoclimatologist at the University of Oregon. She and the three of us—two of her students and I—tighten our grips on the cold metal tube of a lake-bed drilling rig and heave. "Again," she commands. Slowly, inch by inch and groan by groan, the coring barrel that Whitlock and her students had manhandled into the marshy shore of Little Lake, a blue jewel of water in Oregon's central Coast Range, emerges from the mud&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Once more," orders Whitlock. We bend to the task and at last free the barrel from the muck. Whitlock has extracted a couple hundred similar cores from the deep sediments of this lake, but she beams like a kid getting her first bike as she slides her latest sample of old mud, five centimeters (two inches) thick and a meter (3.3 feet) long, out of the barrel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, that's a lovely core," she says. To me it looks about as interesting as a Tootsie Roll. But to Whitlock's trained eye even the chocolate hue of the mud holds a story. "That rich brown color tells you it's full of organic matter—especially pollen," she says, slicing the core in half lengthwise with her pocketknife. "You can't see the pollen without a microscope, but it's there."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And in that pollen lie clues to one of the greatest puzzles facing researchers like Whitlock: What has caused—and will cause again—the sudden climate changes that our Earth periodically undergoes? Not the 100,000-year fluctuations between a glaciated and a warmer Earth that have occurred for the past million years or so, but the more rapid shifts that scientists have recently identified when the Earth switched suddenly from frozen ice age to picnic-warm and back again. How often and how quickly have such dramatic changes happened? Perhaps most important, what do these past abrupt reversals tell us about the direction of Earth's climate today and in the future?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To answer such questions, scientists are busy unearthing signs of ancient climate in a surprising array of sources: glacial ice and moraines, stalagmites from caverns, tree rings and corals, dust and sand dunes, and the microscopic shells of organisms buried in deep-ocean sediments. Others, hoping to piece together the climate of the more recent past, turn to human records, using archaeological inscriptions, vintner and gardening diaries, and ship captains' logs. "We need both human and natural records," explains Ohio State University glaciologist Lonnie Thompson, who specializes in retrieving ice cores from the dwindling glaciers on tropical mountains. "We want to understand how the climate worked before and after people appeared. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's the only way we'll figure out what impact people have on climate, how much we're responsible for the way it's changing now."&lt;br /&gt;Just how swiftly climate changes can occur is clear from Whitlock's study of her Little Lake cores. Those like the ones we drilled are stored at her university lab. Each meter (3.3 feet) of mud contains about 2,300 years of pollen grains from trees, grasses, and flowering plants. To find the pollen in the mud, Whitlock takes smudges from every core at set intervals, then puts the mud in a chemical bath that eats away everything but the thousands of previously invisible pollen grains. She places a droplet of the pollen residue on a slide and then "reads" about 300 grains, identifying the species of each one—a process that allows her to trace how the vegetation in the Coast Range changed during the climatic variations of the past.&lt;br /&gt;"You hit bedrock at the lake at about 18.25 (59.9 feet) meters," Whitlock says, placing a sample slide beneath her microscope. "The pollen at that level dates to about 42,000 years ago."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Very few mountain lakes have such a continuous record, she adds, since they are often formed when glaciers retreat. But a landslide that blocked a small stream before the last ice age made Little Lake. The pollen in its muddy sediments "tells us what the coastal Oregon environment was like before and at the height of that ice age and how it changed as the climate warmed about 13,000 years ago," says Whitlock.&lt;br /&gt;"It was a big change," she continues. "Here's what the forest looked like 21,000 years ago at the height of the last ice age. And, oh man, was it a different world."&lt;br /&gt;I take her place at the scope, and she guides me from grain to grain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's a surprisingly easy tour, since there are really only two types of pollen on this slide: the large, kidney-shaped grains of Engelmann spruce trees, and the smaller grains of mountain hemlock, which look like ovals with two small ears.&lt;br /&gt;"Now think about this," Whitlock says. "Engelmann spruce doesn't grow in the Coast Range today. Instead, you find Douglas fir; that's the dominant conifer. But there isn't any Doug fir pollen on that slide. Doug fir doesn't show up until close to the end of the last ice age, and then—suddenly boom!—it's there and the spruce forest is gone. And that happens in 200 to 500 years: A whole forest vanishes and another one takes its place."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whitlock pauses. "So we want to know how that happened and why. What caused the forest and the climate to change so dramatically and abruptly? And what happens if the climate shifts in the other direction, toward an ice age again or toward even warmer conditions? How are we—people—going to respond?"&lt;br /&gt;Ice cores from Greenland, first obtained and analyzed in the 1960s, gave scientists early clues to rapid climate change. Because the ice there has accumulated undisturbed for over 100,000 years, it holds some of the best records for such things as past temperatures, amount of precipitation, and atmospheric conditions.&lt;br /&gt;The Greenland cores, combined with even older ice cores from Antarctica's Vostok Station, showed the expected long periods of gradually increasing cold followed by shorter warm periods. But the Greenland ice also revealed that within the long, cold stretches there were short periods of warming and cooling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These shorter changes came in bursts, causing the climate to jump from cold to hot to cold again, sometimes in mere decades. The past climate had behaved like "an impish three-year-old" flicking a light switch, as Richard B. Alley, one of the scientists on the early 1990s Greenland drilling project, wrote in his book The Two-Mile Time Machine. And that raised a new question, one that remains unsolved: What caused—and may cause again—all those flickerings?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudden climate flips occurred throughout the last ice age—from about 70,000 to 11,500 years ago. At the height of this glaciation, vast ice sheets blanketed much of North America, Europe, parts of Russia, and Antarctica. Periodically the ice melted, then advanced again, until the final melting—an event that marks the beginning of the modern warm (and more climatically stable) epoch known as the Holocene.&lt;br /&gt;But getting to the Holocene was a start-stop affair. It began with an abrupt warming—probably the cause of Whitlock's suddenly altered forest. Then there was another switch, back to cold times, and yet another warming at 11,500 years. In that jump, Greenland's surface temperature increased by 15 degrees Fahrenheit (8.4 degrees Celsius) in a single decade. England warmed suddenly too, becoming a haven for certain beetles that can only live in balmier climes. And on both sides of the North Atlantic, the sudden warmth melted terrestrial glaciers thousands of years old in just a few hundred years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"All those events happened essentially overnight," says Oregon State University's Peter Clark, who is tracking climate changes in Ireland's glacial geology. "We'd like to understand why the sudden retreats happened—what triggered them and if something like that could happen today," says Clark. "But to get those answers, we first need to know as precisely as possible when the ice melted."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In an effort to answer that question, Clark and fellow geologist Marshall McCabe from Ireland's University of Ulster don their rain gear and knee-high rubber boots, grab shovels and plastic bags, and make their way to a muddy cliff in a farmer's pasture above Ireland's Atlantic coast. Along the way, McCabe points his shovel at a small palm tree planted outside the farmer's house. "You know, we're at the same latitude here as southern Alaska. And that palm shows that our friend, the North Atlantic Ocean conveyor, is working," he says, referring to the ocean currents that pull warm water from the tropics to the Irish coast, keeping its temperature mild. "Otherwise, the palm would be dead."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From their studies of coral reefs and marine sediments, paleoclimatologists have shown just how important this ocean circulation system—the North Atlantic conveyor—is to the climate of the entire planet. During the ice ages it weakened and even occasionally stopped, triggering a cascade of events that ultimately led to warmer temperatures in the Southern Hemisphere and colder temperatures in the north.&lt;br /&gt;"That conveyor sits right offshore," McCabe adds, this time aiming his shovel toward the sea. "So Ireland is particularly sensitive to any big changes in what it's doing; they're felt here immediately."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the last ice age, with the conveyor slowed down, Ireland was much more like Alaska. Glaciers covered its mountains and pushed across the land and into the sea. But whenever the climate switch was flipped and the deep freeze momentarily ended, Ireland's glaciers began to retreat—rapidly. Meltwater coursed over the land, cutting deep river-size channels and pouring a slurry of mud into the sea. "These were high-energy events," says McCabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the mud settled, tiny organisms called zooplankton were buried in the sediments. Today, with relative sea level far lower than in the past because the land is no longer weighted with ice, those muddy deposits are up to several hundred feet above the ocean, and a geologist who knows where to look can find in them the fossils of the shell-covered zooplankton called foraminifera (forams for short). Forams are an integral part of paleoclimatological research because their calcareous shells can be dated. And that's why McCabe and Clark have come to this pasture: to dig about 50 pounds (23 kilograms) of foram-filled mud for dating. With precise dates for the rapid retreat of the ice in hand, the two will be able to link Ireland's glacial history with that of North America and Scandinavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By dating forams from mud on the Irish Sea coast, McCabe and Clark found evidence for a rapid 35-foot (10-meter) rise in global sea level about 19,000 years ago. "That was a Northern Hemisphere melting, a pulling back of the entire ice margin," says Clark. "It wasn't just a little local event. We figure that the equivalent of two ice sheets the size of Greenland's today must have melted within a few hundred years."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What could have triggered such a large-scale event? McCabe and Clark argue that it could have been the weight of the ice itself. As the ice sheets grew, their increasing weight pushed down on the underlying land. Where the glaciers sank far enough to reach sea level, the ice began to float, breaking up into icebergs. "That would have added more fresh water to the ocean, changing its salinity and deepwater currents," says Clark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More fresh water in the North Atlantic would have slowed the conveyor and decreased the amount of warm water pulled from the tropics, changing ocean circulation dynamics and temperatures as far south as Antarctica. Computer models that simulate the Earth's climate show that what happens in the North Atlantic very quickly affects the rest of the planet. "As the water gets cooler here, the ocean gets warmer in the Southern Hemisphere," says Clark. "It's a seesaw effect. That warming could have caused an ice sheet in Antarctica to melt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And that additional cold fresh water from Antarctica would, in turn, have caused the tropical warm currents to flow back toward the north, starting up the North Atlantic conveyor. Once again the Northern Hemisphere ice sheets would have begun to melt.&lt;br /&gt;"You essentially would have ended up with ice sheets melting at both ends of the Earth at slightly different times," says Clark. "Today we have two big ice sheets: Greenland and Antarctica. And the climate is changing because of the high amount of carbon dioxide we've put in the atmosphere. How will it affect those ice sheets? If they melt, how will that affect us?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not everyone is convinced that the North Atlantic Ocean conveyor is the only switch for the Earth's sudden climate changes. "Maybe that's true for the higher latitudes, but it's not for the tropics," says Lonnie Thompson, whom many credit with retrieving the best paleoclimate records from the torrid zone—the latitudes between the Tropic of Cancer and Tropic of Capricorn. Indeed, until research by Thompson and others showed something different, most scientists regarded the tropics as a place where little climate change had ever taken place—not even during the ice ages.&lt;br /&gt;"There's a bias in our view of climate change that sees events in the Northern Hemisphere as the most important," Thompson explains as we gear up to enter his ice-core storage room in the basement of Scott Hall on the Ohio State University campus. "But it's a data-collecting bias: That's where we have the most records from."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Behind a nondescript, beige door marked 089-B lie 6,000 meters (6,562 yards) of ice cores that give Thompson the data to challenge that interpretation. The cores come from glaciers crowning summits in the Andes, the Himalaya, and Alaska, and from Mount Kilimanjaro. I'm glad for the down-filled parka, gloves, and snow boots when the first blast of arctic-cold air from Thompson's ice room hits my face.&lt;br /&gt;The cores are kept in silvery, cardboard cylinders and lie in stacks on frost-covered shelves. A temperature gauge reads minus 30 degrees Celsius (minus 22 degrees Fahrenheit), and I shiver in spite of the down. But the numbing cold is necessary to preserve what has or will soon disappear: the climatic history of the tropics. "The sources for these records—the glaciers on the highest mountains—are melting because of the increasing greenhouse gases in the atmosphere," Thompson says. "Some of the ice we've collected and have here is already gone from the mountains."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenhouse gases, such as carbon dioxide and methane, are released by a variety of human activities. Over the past 150 years, the amount of these gases has increased enormously in the Earth's atmosphere, trapping more heat and causing temperatures to rise—and glaciers worldwide to melt. And as the ice melts away so do the records that Thompson and other scientists deem vital to a better understanding of Earth's climate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thompson pulls down one of the cardboard containers and carries it to a table, handling it as carefully as if it were a tome from a library's rare-book room. "We forget that the Earth is a globe and that 50 percent of the surface of the planet is in the tropics. That's a major heat source, and I think it has a much bigger role in driving climate change than we've realized."&lt;br /&gt;Thompson opens the cylinder and pulls out a meter-long (3.3-foot-long) ice core that's wrapped in plastic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This is a core we drilled on Sajama mountain in Bolivia," he says. It is dense and white, yet as Thompson points out, it also has slight variations, the faintest ringlike bands, indicating the annual accumulations of snowfall. By counting the bands, he can estimate the age of a core. And this one, Sajama's final core, the last one Thompson pulled from the mountain's ice before hitting rock, dates to 25,000 years ago, making it the oldest core Thompson has found in his high-altitude work in the tropics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This core shows that there actually were climate shifts in the tropics of the same magnitude that Greenland experienced during the ice ages," he says. Near the Equator, Earth's climate had switched rapidly back and forth from cold to warm just as it had in Greenland. And that makes Thompson think that the North Atlantic isn't the only driving mechanism for these abrupt changes. There may be a second driver in the Pacific Ocean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other anomalies in this high-mountain ice suggest that the past 10,000 years, which is often characterized as a stable climate period, was in fact also given to climate swings. Thompson opens another cylinder and produces a core from the ancient snows of Mount Kilimanjaro. Like the Sajama core, it is dense and white—except for a two-centimeter-thick (one-inch-thick) band, which is black.&lt;br /&gt;"That's dust," says Thompson. "It dates to 4,200 years ago when there was a terrible 200-year drought in North and East Africa. The upper atmosphere must have been full of sand, dirt, and dust, all of which mixed with the snow as it fell on Kilimanjaro."&lt;br /&gt;Hieroglyphic inscriptions from the period describe how the annual Nile flood failed for about 50 years. The Egyptians suffered in a drought, and people died from famine. At about this time Egypt's Old Kingdom ended, and a period of social and political upheaval began. Thompson believes that the dry spell contributed to the collapse of the Old Kingdom. Some archaeologists also think that the drought extended north into the eastern Mediterranean and contributed to the decline of the Akkadian empire in Mesopotamia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It shows what climate change can do," says Thompson. "That was an abrupt, but natural, occurrence, when there were only 250 million people on the planet. Now there are 6.3 billion of us, and we're changing the climate."&lt;br /&gt;Every paleoclimatologist I'd spoken to had said much the same thing. Some were certain that we had already succeeded in flipping one of Earth's climate switches and had triggered a new abrupt change. Others were more cautious, saying only that given the steady emission of carbon dioxide and other gases, the climate was bound to be different. All were alarmed by our collective refusal to slow down our use of fossil fuels. One wryly summed up our behavior as a "remarkable experiment," a quip I pass on to Thompson as we leave his ice-core room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He forgot one word," Thompson says, ready as ever to add to the record what is missing. "It's a remarkable, uncontrolled experiment."&lt;br /&gt;"The climate of the past is our anchor for looking at the future," Cathy Whitlock told me when explaining the importance of her fossil pollen studies. "If we can understand the past linkages between the ocean, atmosphere, and biosphere, and determine which parts were the really big players in past sudden change, then maybe we can better deal with future surprises."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's the dream, the goal of paleoclimatology. And although all the connections among the disparate parts of the Earth's climate have yet to be fully untangled, computer modelers have made big steps in predicting what the weather will be in the near future. One of the best models runs on a supercomputer at the United Kingdom's Hadley Centre for Climate Prediction and Research. Simon Tett, a Hadley Centre climate specialist, sets up his laptop at my London hotel and calls up a map of the world. Superimposed on it are swirls and colors representing ocean and atmospheric currents—essentially a model of Earth's climate. Plug in different factors, like a big spike in CO2 and methane levels, and you can sit back and watch the weather change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Right. So here is what the world's climate could be in 2080," Tett says. A red hue settles over most of North America and Europe, indicating higher temperatures, while the Arctic turns from white to blue as the summer ice cap melts.&lt;br /&gt;"People don't realize how dramatic these changes will be," says Tett. "But we expect to see a two- to five-degree [Celsius] (three- to nine-degree Fahrenheit) warming over the next hundred years. It will be higher over land, but the oceans will also warm."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The warming doesn't mean that every place will suddenly become like Miami. Some areas, like the interior of the United States, are likely to grow hotter and drier. Others, like China, Southeast Asia, and the western U.S., may get more precipitation but less snowfall, jeopardizing the drinking water of people in cities like Los Angeles. Sea levels around the world are projected to rise as the last of the glaciers melt and the warmer oceans expand. Intense hurricanes may occur more frequently, and storm surges coupled with the higher sea level could severely damage cities like New York. Heat waves, like the one Europe experienced in the summer of last year, may become the summer norm.&lt;br /&gt;Can we do anything to stop the change?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"No," says Tett. "We'd need to get to zero emissions to stabilize the CO2 that's already in the atmosphere. And that's not the path we, as societies, have chosen. Even if we were to stop CO2 emissions now, we are committed to warming.&lt;br /&gt;"Ultimately there will be an effect on the ocean's thermohaline circulation—the conveyor belt," he continues. "Climate models show that circulation will slow, but it's possible that it could collapse. One result of that would be cooler winter temperatures in Europe."&lt;br /&gt;Tett turns off his laptop. "We'll have a better idea of the actual changes in 30 years, because some of us will have lived through them. But it's going to be a very different world."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Outside, the light of a cold winter sun spills over the London streets. It's a week before Christmas and shoppers bustle by. There's the whoosh and honking of traffic, and the smell of diesel and gasoline fumes rising in the air. I hail a cab and set off for the airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The weather's going to change," the cabbie tells me. "It's fine now, but that's the end of it; it's turning rough tomorrow."&lt;br /&gt;I nod in agreement. He is more right than he knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republished from the pages of National Geographic magazine&lt;br /&gt;Written by Virginia Morell&lt;br /&gt;September 2004&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-5574467140781646560?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/5574467140781646560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=5574467140781646560&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5574467140781646560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/5574467140781646560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/01/signs-from-earth-now-what.html' title='Signs From Earth: Now What?'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bGb_TAn0-Kk/R6E2DHD7s4I/AAAAAAAAAFw/gqJDB2eaMP8/s72-c/beacherosion-758475-in.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5320657175446691967.post-4767018486741881854</id><published>2008-01-28T03:36:00.002Z</published><updated>2011-01-31T23:48:27.665Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Koleksi Penangkaran Buaya Tritib</title><content type='html'>Kami sampai di tritib kira-kira pukul 9:50 wita Suasana penangkaran masih terasa sepi hanya ada beberapa pengunjung yang datang, mungkin masih terlalu pagi tapi kalo dibandingkan dengan wisata di jawa tentu sangat berbeda meskipun masih pagi tapi pengunjung sudah banyak apalagi pas hari libur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkaran buaya tritib mungkin wisata fauna satu-satunya di balikpapan, tempat ini letaknya di pinggiran kota sebelah timur kira-kira 20 km dari pusat kota balikpapan kalo ditempuh dengan kendaraan pribadi ya kira-kira memakan waktu 20 menit, kalo menggunakan angkutan umum naik taxi no 6 warna hijau, disini jangan dikira taxi kayak dijawa yang dicarter pribadi, taxi sama dengan angkot Cuma di Balikpapan angkutnya tidak berdesak-desakan disini biasanya hanya diisi dengan maksimal mungkin 5 orang, kalo taxi yang seperti dijawa namanya taxi argo, laa udah tau kan bedanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masuk lokasi pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000 per orang untuk hari libur dan Rp. 5.000 untuk hari biasa dan parkir mobil Rp. 2.000 dan parkir sepeda motor Rp. 1.000 lokasi parkir teduh banyak pohon dan lumayan luas. Wisata penangkaran buaya ini di.isi berbagai macam buaya baik mulai yang kecil sampai besar ada yang panjangnya 7 meter wah bisa bayangin kalo sampek lepas trus ngerjar orang wah gak bisa bayangin deh hehehe…. maklum Kalimantan timur ini masih banyak buaya yang masih liar dan berkeliaran disungai-sungai. Buaya sangata yang pernah makan orang yang dipinigir sungai mungkin cerita pahit salah satunya yang dialami warga kaltim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buaya yang kecil mungkin yang baru netas dari telur Selain melihat berbagai macam buaya mulai dari buaya muara sampai buaya dari impor hehe….. kayak barang aja disini juga disuguhkan pernak-pernik dari buaya mulai dari sabuk, tas, lukisan dari kulit buaya sampai obat kuat dari buaya eh ada lagi tangkur buaya yang katanya bikin lelaki tambah greng heheh…… tapi serius saya tidak tertarik untuk beli heheeee… Ditepi pintu masuk sebelah kiri ada warung yang jual makanan dari buaya ada sop, sate dari daging buaya katanya daging buaya enak dan sebagainya ada juga yang bilang daging buaya dapet nyembuhin penyakit gatal-gatal. Wah tapi saya kok takut katanya haram ya saya sih gak berani nyoba hehe takut dosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain buaya penangkaran ini juga dilengkapi dengan koleksi ular dan gajah. Kalo gajah kita bisa naik sama keluarga dengan biaya Rp.10 000 per orang kita bisa keliling lokasi tempat gajah, ular koleksinya masih sedikit. Nah untuk seni budaya yang konon diakui negeri seberang yaitu reog ponorogo juga ditampilkan disini selain budaya kaltim seperti tari dayak dan lain-lain tapi saya gak dapet fotonya maklum daffa udah keburu ngajak pulang udah ngantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh ini foto-foto buaya di penangkaran tritib yang ber hasil kami bidik. Tapi jangan jadi lelaki buaya ya hehehe…… oke sampai disini dulu nanti kita sambung dengan perjalanan atau info yang lain terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5320657175446691967-4767018486741881854?l=abdul-zaini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/feeds/4767018486741881854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5320657175446691967&amp;postID=4767018486741881854&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4767018486741881854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5320657175446691967/posts/default/4767018486741881854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul-zaini.blogspot.com/2008/01/koleksi-penangkaran-buaya-tritib.html' title='Koleksi Penangkaran Buaya Tritib'/><author><name>Abdul Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15835465739268060599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
